Uncategorized

Pentingnya Mencuci Tangan Dengan Benar

Kulit merupakan organ terbesar manusia yang menjadi pertahanan pertama tubuh manusia terhadap mikroorganisme yang dapat menginfeksi dan racun-racun dari luar tubuh. Telapak tangan adalah salah satu bagian kulit yang sangat rentan terkena kuman, bakteri dan virus dari eksternal tubuh manusia.

Berbeda dengan bagian kulit lainnya, telapak tangan adalah bagian yang paling sering bersentuhan dengan benda luar. Bersalaman dengan orang lain, memegang uang, handphone, helm, keyboard komputer, dan lain-lain sudah menjadi hal biasa bagi telapak tangan. Ahli kesehatan masyarakat Husein Habsyi mengungkapkan, “Setiap 1 cm persegi kulit tangan terdapat 1.500 bakteri.” Namun tentu saja dengan jumlah sebanyak itu, ada bakteri baik dan ada bakteri buruk.

Rentannya telapak tangan terhadap sumber kuman dan bakteri dari luar mengharuskan manusia untuk rajin mencuci tangan dengan benar. Data dari Riskesdas Kemenkes tahun 2018, proporsi perilaku cuci tangan dengan benar pada penduduk umur ≥10 tahun di Indonesia berada pada angka 49,8% dengan provinsi terendah adalah Nusa Tenggara Timur 20,4% dan provinsi tertinggi Bali 67,4%.

Mencuci tangan dapat mencegah penyakit dan menyebarkan infeksi ke orang lain. Inilah beberapa alasan mengapa mencuci tangan dengan benar dapat membantu mengurangi kuman di tangan:

  • Orang-orang sering tanpa sadar menyentuh mata, hidung, dan mulut mereka. Kuman dapat masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut dan membuat kita sakit.
  • Kuman dari tangan yang tidak dicuci bisa masuk ke makanan dan minuman saat disiapkan atau dikonsumsi. Kuman dapat bertambah banyak di beberapa jenis makanan dan minuman tertentu dan dalam keadaan tertentu.
  • Kuman dari tangan yang tidak dicuci berpindah ke barang-barang yang dipegang seperti pegangan tangan, meja, mainan, dan lain-lain kemudian kuman itu berpindah ke tangan orang lain.
  • Membersihkan kuman dengan mencuci tangan dapat mencegah diare dan infeksi pernafasan, dan bahkan dapat membantu mencegah infeksi kulit dan mata.

Di tengah pandemi COVID-19 tahun 2020 ini, kegiatan mencuci tangan sedang ramai-ramainya dipromosikan. Terdapat perbedaan penting antara mencuci tangan dengan sabun dan dengan hand sanitizer. Sabun dan air bekerja untuk menghilangkan seluruh jenis kuman di tangan, sementara hand sanitizer bekerja untuk membunuh beberapa jenis kuman di tangan. Penting untuk diketahui kapan tepatnya mencuci tangan dengan sabun dan dengan hand sanitizer. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarankan kapan harus mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Penggunaan sabun dan air:

  • Sebelum, saat, dan setelah menyiapkan makanan
  • Sebelum makan
  • Sebelum dan setelah merawat orang sakit yang muntah atau diare
  • Sebelum dan setelah merawat luka
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah mengganti popok atau membersihkan anak yang telah menggunakan kamar mandi
  • Setelah menyentuh hewan, makanan hewan, dan kotoran hewan
  • Setelah menyentuh sampah
  • Saat tangan terlihat kotor dan berminyak

Penggunaan hand sanitizer yang mengandung alkohol:

  • Sebelum dan setelah mengunjungi orang di rumah sakit, kecuali orang itu sakit karena Clostridioides difficile
  • Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Segera cuci tangan dengan sabun dan air sebisa mungkin

Jangan gunakan hand sanitizer jika tangan terlihat kotor dan berminyak, contohnya setelah bertaman, bermain di luar ruangan, memancing, dan berkemah. Jika tersedia tempat cuci tangan, jauh lebih baik untuk mencuci tangan dengan sabun dan air.

Mencuci tangan dengan benar membutuhkan waktu setidaknya 20 detik. Berikut langkah-langkah mencuci tangan dengan benar dari National Health Service (NHS) Inggris:

  1. Basahi tangan dengan air
  2. Gunakan sabun secukupnya
  3. Gosokkan kedua tangan
  4. Gunakan satu tangan untuk menggosok bagian luar tangan dan membersihkan sela-sela jari. Lakukan langkah yang sama untuk tangan satunya
  5. Gosokkan kedua tangan bersama-sama dan bersihkan sela-sela jari
  6. Gosok jari bagian belakang dengan telapak tangan
  7. Gosok jempol menggunakan tangan satunya dan lakukan yang sama untuk jempol satunya
  8. Gosok ujung jari di atas telapak tangan
  9. Bilas tangan dengan air bersih
  10. Keringkan tangan sepenuhnya dengan handuk sekali pakai
  11. Gunakan handuk sekali pakai untuk mematikan kran

Ditulis oleh: Puji Wulandari IIK Bhakti Wiyata Kediri