Setiap tanggal 26 Juni, dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya narkoba serta pentingnya membangun lingkungan yang sehat, aman, dan produktif.

Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Himpunan Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata (HIMA S1 Kesmas IIK BW) mengangkat tema “Sinergi Muda: Cerdas Berkarya, Inovatif Tanpa Narkoba.” Tema ini dipilih sebagai ajakan kepada generasi muda untuk bersama-sama menciptakan perubahan melalui kreativitas, inovasi, dan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Diharapkan melalui kegiatan ini, pelajar dan mahasiswa semakin sadar bahwa masa depan yang berkualitas dapat diwujudkan dengan terus berkarya, berinovasi, serta menjauhi narkoba.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, HIMA S1 Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata menyelenggarakan podcast edukatif yang menghadirkan narasumber dari instansi pemerintah dan akademisi. Podcast ini menjadi ruang diskusi untuk membahas upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dari berbagai sudut pandang, mulai dari kebijakan, peran perguruan tinggi, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital.
Sesi pertama menghadirkan BNN Kota Kediri sebagai narasumber eksternal yang berkolaborasi dengan Ibu Dianti Ias Oktaviasari, S.KM., M.Kes selaku dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata. Pada sesi ini dibahas pentingnya sinergi antara Badan Narkotika Nasional dan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. BNN Kota Kediri menjelaskan berbagai program dan strategi pencegahan yang telah dilakukan untuk menekan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Sementara itu, Ibu Dianti menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa melalui pendidikan, pembinaan, serta penciptaan lingkungan kampus yang mendukung perilaku hidup sehat. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan diharapkan mampu memperkuat gerakan pencegahan narkoba sejak dini dan menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Selanjutnya, Ibu Nofita Sari, S.KM., M.Epid sebagai narasumber internal membahas mengenai dampak psikologis di era digital, seperti stres akademik, burnout, kecemasan, serta berbagai tekanan yang sering dialami mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa kondisi psikologis yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan risiko munculnya perilaku berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan dalam menjaga kesehatan mental, membangun lingkungan pertemanan yang positif, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi berbagai permasalahan. Dengan kesehatan mental yang baik, generasi muda diharapkan mampu tetap produktif, kreatif, dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Selain podcast edukatif, HIMA S1 Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata juga menyelenggarakan Lomba Poster HANI 2026 sebagai wadah bagi generasi muda untuk menuangkan ide, kreativitas, dan inovasi dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Lomba ini mengangkat tema “Sinergi Muda: Cerdas Berkarya, Inovatif Tanpa Narkoba” dengan harapan peserta mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan edukatif yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba.
Lomba poster dibagi menjadi dua kategori, yaitu poster konvensional tingkat SMA/sederajat dan poster infografis tingkat perguruan tinggi. Kategori poster konvensional tingkat SMA/sederajat diikuti oleh 5 peserta, sedangkan kategori poster infografis tingkat perguruan tinggi diikuti oleh 18 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kedua kategori tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan ide dan kreativitas mereka dalam bentuk media visual yang komunikatif serta mampu mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh empat orang dewan juri yang berasal dari unsur internal dan eksternal. Dari unsur internal IIK Bhakti Wiyata, penilaian dilakukan oleh Ibu Vivien Dwi Purnama Sari, S.KM., M.Kes dan Ibu Marianingsih, S.KM., M.Kes. Sementara itu, dari unsur eksternal hadir Bapak Rendy Adityawan, S.Kom selaku perwakilan BNN Kota Kediri dan Bapak Bimantara Saras HP, S.T. selaku perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Kota Kediri. Penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian tema, orisinalitas karya, kreativitas, kualitas desain, serta kekuatan pesan yang disampaikan kepada masyarakat.
Setelah melalui proses penilaian, dipilih Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Favorit sebagai karya terbaik yang dinilai mampu menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba secara menarik, inovatif, dan mudah dipahami. Karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap bahaya narkoba dan pentingnya menjaga masa depan yang sehat dan produktif.
Melalui rangkaian kegiatan HANI 2026 ini, HIMA S1 Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata berharap dapat meningkatkan kepedulian pelajar, mahasiswa, dan masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya membangun gaya hidup sehat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba. Semoga semangat “Sinergi Muda: Cerdas Berkarya, Inovatif Tanpa Narkoba” dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, berprestasi, serta berkomitmen menjaga masa depan Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.


























.jpg)
.jpg)