Kategori
Uncategorized

Public Health Vlog

  1. Kegiatan Public Health Vlog dilaksanakan pertama pada tanggal 01 Desember 2021 dengan tema memperingati hari AIDS Sedunia yang dibawakan oleh pemateri Bapak Hendik Suprianto, S.KM., M.M.Kes selaku KPAD Dinas Kesehatan Kota Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan di Dinkes Kota Kediri dan berjalan dengan lancar
  2. Kegiatan Public Health Vlog kedua pada tanggal 23 Februari 2022 dengan tema Sharing Pengalaman PBL Online yang dibawakan oleh pemateri Albida Rifa Ernawati (Mahasiswa S1 Kesmas IIK BW Angkatan 2018) terlaksana pada tanggal 08 Maret 2022, keterlambatan dari jadwal awal disebabkan oleh pemateri dan MC tidak bisa pada tanggal yang ditentukan sehingga menyamakan jadwal dan sepakat pada 08 Maret 2022
  3. Kegiatan Public Health Vlog ketiga pada tanggal 23 April 2022 dengan tema Cerita Pengalaman Skripsi dengan narasumber yaitu Eryantika Cipta (Mahasiswa S1 Kesmas IIK BW Angkatan 2017) kegiatan ini maju pada jadwal yang telah di tentukan yaitu pada tanggal 18 April 2022, hal ini terjadi karena narasumber tidak bisa pada jadwal yang telah ditentukan sehinggal pelaksanaannya dimajukan.
  4. Kegiatan Public Health Vlog keempat pada tanggal 21 Juni 2022 dengan tema Tips Memilih Bidang Peminatan Yang Tepat dengan narasumber Novi Nur Sa’aadah (Mahasiswa S1 Kesmas IIK BW Angkatan 2018) kegiatan ini maju pada jadwal yang telah di tentukan yaitu pada 23 Juni 2022, hal ini terjadi karena menyesuaikan antara jadwal narasumber dan mc yang memiliki kegiatan lain di luar kampus.
  5. Kegiatan Public Health Vlog kelima pada tanggal 31 Juli 2022 dengan tema Tantangan Kerja Di Bidang S1 Kesehatan Masyarakat yang dibawakan oleh pematerti Ibu Reny Nugraheni, S.KM., MM., M.Kes selaku Dosen S1 Kesmas IIK Bhakta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tanggal yang telah di tentukan.

Kategori
Uncategorized

IToPH : Intermediate Training of Public Health ISMKMI JATIM 2022

Rapat Kerja Daerah Jawa Timur Wilayah 3 Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat tahun 2022 telah dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata pada tanggal 20 dan 21 Mei 2022.

Intermediate Training of Public Health merupakan capacity building ISMKMI yang dilaksanakan setelah mengikuti BToPH. Capacity building merupakan suatu proses pengkaderan bertingkat dan berjenjang yang diikuti oleh mahasiswa Kesehatan masyarakat di Indonesia, dimana setiap jenjang merupakan syarat untuk mengikuti jenjang selanjutnya. Pada tahun ini IIK Bhakti Wiyata Kediri berkesempatan untuk menjadi tuan rumah IToPH ISMKMI Jatim 2022 secara online via zoom meeting pada tanggal 20 Mei 2022 dengan diikuti oleh 10 Institusi yang meliputi :

  1. Universitas Negeri Malang
  2. Universitas Negeri Jember
  3. SIKIA Universitas Airlangga Banyuwangi
  4. Stikes Majapahit
  5. Universitas Airlangga
  6. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  7. Stikes BHM Madiun
  8. IIK STRADA Indonesia
  9. Universitas Muhammadiyah Gresik
  10. IIK Bhakti Wiyata Kediri

Kegiatan ini dipandu oleh MC dari mahasiswa S1 Kesmas Insititut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Serangkaian acara diawali oleh pembukaan dan pembacaan doa, lalu dilanjutkan dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya, Hymne IIK Bhakta dan Mars ISMKMI. Setelah itu, dilanjutkan sambutan dan pembukaan IToPH ISMKMI 2022 oleh bapak Prof., Dr., Apt., Muhamad Zainuddin selaku Rektor IIK Bhakta, dan dilanjutkan dengan pembacaan laporan oleh ketua HIMA S1 KESMAS.

Sebelum memasuki sesi pemaparan yang akan dipandu moderator, MC mempersilahkan moderator untuk mengambil alih acara. Setelah itu moderator membuka sesi pemaparan dengan membacakan CV dari Pembicara, selanjutnya pemateri dipersilahkan untuk memulai pemaparan materi yang diberikan. Lalu, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung cukup interaktif, acara ini diakhiri dengan pemberian closing statement dari pemateri sekaligus penutupan oleh MC.

Selanjutnya setelah dilaksanakannya acara IToPH pada hari pertama, selanjutnya dilanjutkan acara RAKERDA JATIM 2022 yang dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2022. Serangkaian acara RAKERDA diawali dengan serah terima jabatan Koordinator Jatim lama ke Korda Jatim baru, selanjutnya yaitu pemaparan POA (Plan Of Action) dan mendiskusikan pemilihan tuan rumah RAKERDA. Sebelum mengakhiri acara Rakerda terdapat penyampaian RKTL (Rencana Kerja Tingkat Lanjut) yang disampaikan oleh anggota PSDM ISMKMI Daerah Jatim untuk peserta yang berisi tentang isu kesehatan yang ada di Indonesia hal dilakukan untuk menjadi syarat mendapatkan sertifikat.

Kategori
Uncategorized

HIV/AIDS DIMASA PANDEMI COVID-19

HIV (Human Immonodeviciency Virus) dan AIDS (Acquered Immune Deficiency Syndrom) telah menjadi masalah darurat global di seluruh dunia. Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi berjumlah 240 juta jiwa yang tersebar 514 kota dan kabupaten memiliki tantangan yang khusus dalam penanggulangan HIV.

Dari Kemenkes, hasil catatan temuan kasus baru HIV pada masa pendemi covid 19 tahun 2020, bahwa untuk kasus HIV sendiri menurun di bandingkan pada tahun 2019 yang pada saat itu terdapat 52 kasus.
Penemuan kasus HIV ini di katakan mengalami penurunan hampir 40 persen dan menjadi 32 kasus pada tahun 2020 ini.

Penurunan temuan kasus baru HIV, terjadi karena menurunnya angka kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan di masa pandemi ini. Dalam penemuan kasus HIV pada masyarakat sangat penting, agar orang yang terpapar penyakit menular tersebut bisa di berikan pengobatan secara cepat dan tepat agar penyakit HIV tidak bertambah buruk yang akan menjadi AIDS serta kesehatan nya juga tidak semakin menurun.

Adapun program dari Kemenkes mengenai temuan status HIV yaitu mencapai 90%, kemudian 90% pengidap HIV telah mendapatkan terapi pengobatan ARV. Sehinggaa 90% persen virus yang berada di masyarakat tersupresi dan tidak bisa menularkan kepada orang lain.
Selain penurunan temuan Kasus HIV, pada pemeriksaan dini HIV juga mengalami penurunan dan penyakit lainnya pada ibu hamil di tahun 2020.

Indonesia menargetkan eradikasi penyakit HIV di Tanah Air pada tahun 2030 dengan tiga indikator, yaitu yang pertama tidak adanya infeksi HIV baru, yang kedua tidak adanya kematian yang disebabkan akibat HIV, dan yang ketiga tidak ada lagi diskriminasi bagi pengidap HIV.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi dalam siaran BNPB mengungkapkan, bahwa akan memastikan ketersediaan obat antiretroviral (ARV) untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Pada awal pandemi covid-19 obat ARV sempat tersendat atau terhenti, dan jika obat ARV ada di fasilitas kesehatan akan kesulitan juga untuk mendistribusikan pada ODHA karena sedang dalam situasi lockdown. Pada faskes termasuk rumah sakit memfokuskan pada penanganan covid-19, namun layanan untuk tes HIV/AIDS ataupun ODHA tetap dilalukan.

Dalam melakukan survei covid-19 di fasilitas layanan kesehatan ada 247 rumah sakit rujukan covid-19, di mana 118 rumah sakit melayani tes HIV/AIDS cenderung dengan keadaan stabil, sementara 112 rumah sakit mengalami penurunan karena di awal-awal pandemi covid-19 dibatasi pemeriksaan
Setidaknya tidak terjadi penurunan luar biasa, dan dalam pengobatan juga stabil.

Dampak Covid-19 pada pandemi ini dapat meresahkan bagi aktivitas dalam memberikan ketersediaan obat
karena kemenkes sendiri masih mengimpor obat ARV dari negara India, dimana negara India sendiri sedang menerapkan lockdown. Sehingga mengakibatkan di negara Indonesia sendiri di bagian daerah Jepara untuk obat ARV kategori dewasa kosong.

Pada webinar dengan tema “Penanggulangan HIV-AIDS: Kebijakan dan Strategi di Tengah Pandemi COVID-19”, yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pada Jumat, Stuart Watson, Country Director UNAIDS Indonesia mengatakan memang belum ada bukti yang menunjukkan bahwa ODHA mempunyai risiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19.

Secara global ada 15 juta orang yang hidup dengan HIV yang tidak mengikuti ARV, kata Watson. Indonesia sendiri, 23% dari estimasi jumlah ODHA yang tidak melakukan pengobatan.

Berdasarkan survei UNAIDS Indonesia menunjukkan sekitar 41,1% ODHA mengalami kecemasan sangat berat akan kemungkinan ikut terpapar COVID-19.
Kebanyakan mereka khawatir terhadap kesehatan diri sendiri, khawatir tentang kesehatan anggota keluarga, khawatir akan stigma terkait status HIV, selain kekhawatiran itu juga khawatir ekonomi yang tidak bisa membeli obat ARV.

Dilansir dari laman resmI WHO, 24 negara melaporkan bahwa mereka memiliki persediaan ARV yang sangat rendah. Di situasi seperti masa pandemi seperti sekarang, komunitas harus bekerja lebih aktif dan prima dalam pelayanan untuk menyemangati para ODHA yang dirundung cemas dan membutuhkan pendamping psikologis.

Source :
https://www.antaranews.com/berita/1867772/kemenkes-catat-temuan-kasus-baru-hiv-di-masa-pandemi-menurun

https://covid19.go.id/p/berita/tantangan-pengobatan-penderita-odha-di-tengah-pandemi-covid-19
https://www.tribunnews.com/nasional/2020/09/15/kementerian-kesehatan-pastikan-obat-arv-untuk-odha-tersedia-saat-pandemi-covid-19

Divisi Kajian Keilmuan dan Advokasi
Hima Kesmas IIKBW

Kategori
Uncategorized

Laporan Ngobrol Sharing Informasi Isu Pengalaman (NgGosip)

  1. ngGosip pertama pada tanggal 05 Maret 2022 dengan tema Mengenal Lebih Dekat ISMKMI yang dibawakan oleh pemateri dari pihak ISMKMI yaitu Kak Saskia Novianti (Wakorwil ISMKMI Jatim) terlaksana pada tanggal 1 april 2022, keterlambatan dari jadwal awal disebabkan oleh pemateri dan MC tidak bisa pada tanggal yang ditentukan sehingga menyamakan jadwal dan sepakat pada 1 april 2022
  2. ngGosip kedua pada tanggal 05 April 2022 dengan tema Tips Menghindari Free Sex Dimasa Pandemi yang dibawakan oleh pemateri dari dosen IIK Ibu Ratna Frenty Nurkhalim,S.KM.,M.P.H. (Dosen Peminatan Kesehatan Reproduksi S1 Kesmas IIK BW) terlaksana pada 30 April 2022 disebabkan mundurnya ngGosip pada bulan pertama hingga satu bulan lebih sehingga diberikan jeda pada ngGosip kedua dan jadwal dari Ibu Ratna yang luang pada tanggal 30 April. Tema yang diusung pertama dirasa sudah tidak relevan karena masa pandemic sudah lewat sehingga dirubah menjadi Kemenkes Menggratiskan Vaksin Kankes Seriks Pada Anak SD.
  3. ngGosip ketiga pada 05 Mei 2022 dengan tema Tetap Aktif Dalam Perkuliahan Online yang dibawakan oleh pemateri Novi Nuur Sa’aadah (Mahasiswa S1 Kesmas IIK BW Angkatan 2018) terlaksana pada tanggal 28 mei 2022 disebabkan mundurnya jadwal ngGosip bulan sebelumnya, pada tanggal tersebut pemateri Novi Nuur Sa’aadah tidak dapat menghadiri acara sehingga diganti oleh Mr dan Mis yaitu Natta dan Rifqi
  4. ngGosip ke-empat pada 05 Juni 2022 dengan tema Pro-Kontra Mengenai Vaksinasi yang dibawakan oleh pemateri Ibu Ana Nurfilia, S.KM., M.P.H. (Dosen Peminatan Gizi Masyarakat S1 Kesmas IIK BW) terlaksana pada 02 Juli 2022 disebabkan pemateri memiliki jadwal yang padat dan keterlambatan pelaksanaan ngGosip sebelumnya. Tema yang diusung pertama sudah tidak relevan dengan situasi masakini sehingga diganti menjadi Diet dan Gerd, Kok Bisa?.
  5. ngGosip Ke-lima atau terakhir pada 05 Juli 2022 dengan tema Serba Serbi Dunia Organisasi yang dibawakan oleh pemateri Fachrul Amri Sukmawan (Mahasiswa S1 Kesmas IIK BW Angkatan 2019) terlaksana pada tanggal 16 Juli 2022 disebabkan keterlambatan pelaksanaan ngGosip bulan sebelumnya.
Kategori
Uncategorized

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Ibu di Masa Pandemi Covid-19

Ahli kesehatan Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) menerangkan  bahwa adanya krisis terhadap kesehatan jiwa akibat adanya pandemi Covid -19 (Anwar, 2020). Dampak dari adanya pandemi tidak hanya berpengaruh terhadap sosial dan finansial saja namun juga mempengaruhi secara mental pada berbagai kelompok umur, termasuk ibu.

Gangguan mental pada orang tua, khususnya seorang ibu akan mempengaruhi terjadinya perkembangan pada anak. Seorang ibu dituntut untuk mengatur rumbah tangga baik mengatur pengeluaran dan pendapatan keluarga, mendedikasikan dirinya dalam keluarga serta melaksanakan tugas rumah tangga seperti mendidik, merawat, membesarkan anak.

 Ibu yang mengalami gangguan mental tidak dapat memberikan pengasuhan secara optimal. Ibu yang mengalami gangguan mental akan kesulitan dalam berinteraksi dengan anak mereka, karena orang dengan gangguan mental dapat menarik dirinya, memiliki perasaan curiga, lebih sensitif mudah tersinggung, lebih agresif dan pada kondisi ini dapat mempersulit hubungan antara ibu dan anak.

Sudah banyak kasus akibat dari gangguan mental atau depresi pada ibu yang terjadi di Indonesia. Salah satu kasus yang masih menjadi topik hangat adalah kasus ibu yang menggorok 3 anaknya. Sarah Oktaviani Alam (2022) menuliskan kasus yang terjadi di Brebes, Jawa Tengah yaitu seorang ibu berisinial KU yang tega menggorok dan membunuh anaknya karena mendengar bisikan gaib. Namun seorang psikolog menanggapi bahwa bisikan gaib yang di dengar pelaku adalah efek dari depresi dengan level tinggi, sehingga menimbulkan halusinansi dan delusi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya depresi pada seorang ibu di masa pandemi Covid-19 antara lain usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi keluarga, serta aktivitas. Menurut Huang & Zhao (2020) menyatakan bahwa yang lebih sering mengalami kecemasan dan gejala depresi adalah kelompok umur kurang dari 35 tahun termasuk kelompok ibu muda. Perempuan cenderung lebih sering merasakan sedih dan depresi pada masa pandemi Covid-19. Status ekonomi keluarga juga menjadi salah satu penyebab dari meningkatnya risiko depresi. Terjadinya perubahan aktivitas akan berisiko mengalami depresi, kecemasan, dan level stress naik.

Kesehatan mental merupakan hal yang sangat penting seperti halnya kesehatan fisik. Perlu adanya upaya seperti relaksasi, pengetahuan tentang gangguan mental saat pandemi dan pemahaman mengenai kondisi yang mereka alamai selama wabah ini cara efektif untuk menurunkan ketegangan dan risiko gangguan mental .

Referensi :

Anwar, F. (2020, 14 Mei). PBB Sebut Dunia Hadapi Krisis Kesehatan Mental Gegara Pandemi Corona. detikhealth.com. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5014498/pbb-sebut-dunia-hadapi-krisiskesehatan-mental-gegara-pandemi-corona.

Huang, Y., Zhao, N. (2020). Chinese Mental Health Burden During the COVID-19 Pandemic. Asian Journal of Phsychiatry.

Choiriyah, D. (2016). Depresi pada Ibu dan Pengaruhnya dalam Perilaku Pengasuhan. Jurnal Psikologi Proyeksi.

Alam, S. (2022, 27 Maret). Ibu Tega Bunuh Anak Diduga Depresi Hingga Dengar Bisikan Gaib, Ini Kata Psikolog. Detikhealth.com. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6003265/ibu-tega-bunuh-anak-diduga-depresi-hingga-dengar-bisikan-gaib-ini-kata-psikolog?_ga=2.74007250.1747089847.1651196499-1099369482.1646969182

Nurmina, dkk. (2020). Pelatihan Manajemen Stres dan Relaksasi Bagi Ibu Rumah Tangga Terdampak Covid 19 di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kota Padang. Jurnal Plakat.

Kategori
Uncategorized

Benarkah rendahnya konsumsi daging sapi sebabkan anak stunting?

Salah satu masalah gizi yang dialami balita di Indonesia saat ini adalah stunting. Stunting didefinisikan sebagai kondisi balita yang memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibanding dengan balita seusianya (Foundation, 2021). Stunting menjadi salah satu isu kesehatan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, dengan prevalensi yang tinggi yaitu 30.8%. Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor nutrisi, tetapi juga riwayat kesehatan seperti penyakit infeksi dan lingkungan rumah tangga (Himawati & Fitria, 2020). Stunting menjadi  isu  yang  mendesak  untuk  diselesaikan  karena  berdampak  pada  kualitas  sumber  daya manusia  Indonesia  di  masa  depan. Sumber daya  manusia  adalah  faktor  utama  penentu  kesuksesan  sebuah negara (Saputri & Tumangger, 2019).

Usia balita merupakan usia dimana seseorang mengalami proses pertumbuh dan perkembangan yang sangat pesat. Golden Age merupakan masa yang sangat penting untuk  memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Stunting dipengaruhi oleh kurangnya gizi kronis disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama (Oktavia, Suryani, & Jumiyati, 2020).

Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1000 Hari Pertama kehidupan (HPK) dari anak balita (Saputri & Tumangger, 2019).

Asupan protein hewani dalam pola konsumsi makan perseorangan sangat menentukan untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurangnya asupan protein dapat berpengaruh terhadap terjadinya masalah gizi. Protein hewani memiliki fungsi yang sangat menentukan dalam mencerdaskan manusia karena asam aminonya tidak dapat tergantikan (irreversible) oleh bahan makanan lainnya (Suryana, Martianto, & Baliwati, 2019). Menurut penelitian (Oktavia, Suryani, & Jumiyati, 2020) anak dengan  konsumsi  protein rendah  memiliki status  gizi  stunting  sebanyak  33,3%.  Anak dengan konsumsi vitamin A rendah memiliki status gizi stunting sebanyak 48%. Anak dengan konsumsi zat besi rendah memiliki status gizi stunting sebanyak 44%. Sementara anak dengan konsumsi zink rendah memiliki status gizi stunting sebanyak 50%. Secara statistik ada hubungan antara konsumsi zat gizi protein, vitamin A, zat besi, dan zink dengan kejadian stunting.

Protein dibutuhkan untuk membangun, menjaga, dan memperbaiki jaringan tubuh. Selain itu, protein juga berperan penting dalam pertumbuhan. Protein tersusun dari asam amino. Anak-anak yang memiliki risiko tinggi terhadap stunting mungkin memiliki keterbatasan asam amino esensial (seperti tryptophan dan lysine) dalam asupan mereka. Asam amino esensial merupakan asam amino yang harus didapatkan dari luar tubuh. Salah satu diantaranya berasal dari hewani seperti daging, ikan, unggas dan susu mengandung protein dengan kualitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang hanya mengonsumsi protein dari sumber nabati saja memiliki risiko 1,71 kali untuk mengalami stunting dibanding dengan anak yang mengonsumsi protein dari sumber hewani dan nabati (Vaozia & Nuryanto, 2016).

Hasil penelitian (Prastia & Listyandini, 2020) sebanyak 31,7% anak stunting memiliki pola konsumsi pangan yang tidak beragam. Keragaman pangan memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan. Risiko anak mengalami  stunting 3 kali lebih besar pada anak yang pola konsumsi tidak beragam.

Daging sapi merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani. Namun, kurangnya konsumsi daging sapi tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting. Hal itu desebabkan karena variasi bahan makanan dan frekuensi makan pada anak usia dini merupakan faktor kejadian stunting (Nurkomala, Nuryanto, & Panunggal, 2018).

Kejadian stunting tidak disebabkan oleh rendahnya konsumsi daging sapi. Karena, sumber protein hewani tidak hanya didapatkan dari daging sapi saja. Daging ayam, bebek, ikan, telur, dan susu juga merupakan bahan makanan sumber protein hewani. Selain faktor penyebab stunting yang telah disebutkan diatas, menurut penelitian (Damayanti, Muniroh, & Farapti, 2016) riwayat penyakit infeksi juga termasuk faktor kejadian stunting. Dimana, balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi dalam 1 tahun terakhir memiliki risiko 7,8 kali mengalami stunting.

Referensi :

Damayanti, R. A., Muniroh, L., & Farapti. (2016). Perbedaan Pola Konsumsi dan Riwayat Penyakit Infeksi pada Balita Stunting dan Non Stunting. Adi Husada Nursing Journal, 61-68.

Foundation, T. (2021). Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Himawati, E. H., & Fitria, L. (2020). Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Atas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Sampang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 1-5.

Nurkomala, S., Nuryanto, & Panunggal, B. (2018). Praktik Pemberian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 6-24 Bulan. Journal of Nutrition College, 45-53.

Oktavia, P. D., Suryani, D., & Jumiyati. (2020). Asupan Protein dan Zat Gizi Mikro pada Anak Stunting Usia 3-5 Tahun. Jurnal Penelitian Terapan Kesehatan, 7(1), 27-33.

Prastia, T. N., & Listyandini, R. (2020). Keragaman Pangan Berhubungan dengan Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan. Hearty Jurnal Kesehatan Masyarakat, 33-40.

Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-hilir Penanggulangan Stunting di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1-9.

Suryana, E. A., Martianto, D., & Baliwati, Y. F. (2019). POLA KONSUMSI DAN PERMINTAAN PANGAN SUMBER PROTEIN HEWANI DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR. Analisis Kebijakan Pertanian, 17(1), 1-12.

Vaozia, S., & Nuryanto. (2016). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun (Studi di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobongan). Journalof Nutrition College, 314-320.

Kategori
Uncategorized

Open Recruitment Himpunan Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Periode 2021/2022

Open Recruitment Himpunan Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri periode 2021/2022 dengan tema “MEMBENTUK GENERASI KESEHATAN MASYARAKAT YANG PROAKTIF DAN BERINTEGRITAS” telah selesai dilaksanakan. Serangkaian kegiatan ini dimulai pada tanggal 27 Maret s/d 10 April 2022, dimulai dari penyebaran poster yang berisi pengumuman bahwa HIMA Kesmas telah membuka pendaftaran bagi calon pengurus baru, pendaftaran, tes tulis, tes wawancara, pengumuman peserta yang lolos seleksi hingga pada kegiatan Upgrading.

Pendaftaran dibuka selama rentang waktu satu minggu dimulai pada tanggal 27 Maret hingga 2 April, selanjutnya itu dilaksanakan technical meeting pada tanggal 3 April 2022 pada pukul 20.30 setelah semuanya melaksanakan ibadah tarawih. Dalam kegiatan TM tersebut disampaikan sambutan oleh Ketua HIMA S1 Kesmas yaitu Fajar Septian, kemudian diberikan arahan – arahan kepada calon pengurus baru HIMA S1 Kesmas dengan penyampaian tata tertib selama seleksi tes tulis dan wawancara dan juga penyampaian untuk mengupload twibbon melalui Instagram masing – masing. Selanjutnya pada hari Senin, 4 April 2022 dilaksanakan tes tulis. Tes tulis dilaksanakan dengan menggunakan link google form dimana peserta dapat mengakses soal tes wawancara kapan saja dengan waktu pengerjaan yang flexible namun waktu pengerjaan kami batasi hanya pada pukul 09.32 WIB – 21.32 WIB saja.

Kemudian kami melaksanakan tes wawancara yang dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama pada tanggal 5 April 2022 pada pukul 20.30 WIB setelah ibadah tarawih dan sesi kedua pada tanggal 6 April 2022 pada pukul 20.15 WIB setelah ibadah tarawih. Pelaksanaan tes wawancara ini melibatkan Pengurus Inti HIMA S1 Kesmas dan juga Kepala Divisi pada HIMA S1 Kesmas. Hal – hal yang ditanyakan selama pelaksanaan wawancara adalah seputar ruang lingkup organisasi HIMA, ruang lingkup proker pada setiap divisi, divisi yang dipilih dan lain – lain disesuaikan dengan kepentingan organisasi. Setelah tes wawancara dilaksanakan kami melaksanakan rapat untuk menindaklanjuti hasil dari pelaksanaan tes tulis dan tes wawancara peserta calon pengurus baru HIMA S1 Kesehatan Masyarakat pada tanggal 7 April 2022 pukul 20.30 WIB setelah ibadah tarawih. Pada tanggal 8 April 2022 sekitar pukul 17.00 WIB telah diupload pengumuman hasil seleksi open recruitment calon pengurus baru HIMA S1 Kesehatan Masyarakat pada Instagram @kesmas_iikbw.

Penutup dari rangkaian kegiatan Open Recruitment Himpunan Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri periode 2021/2022 adalah acara Upgrading pada hari Minggu 10 April 2022 pada pukul 09.00 WIB – selesai. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan kegiatan awal adalah pembukaan yang dipandu oleh MC selanjutnya adalah menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Hymne Bhakti Wiyata. Setelah itu adalah adalah sambutan – sambutan. Sambutan yang pertama oleh Ibu Endah Retnani Wismaningsih, S.KM., M.Kes. selaku Ketua Prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Sambutan yang kedua oleh Ibu Dianti Ias Oktaviasari, S.KM., M.Kes., selaku Sekretaris Prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Selanjutnya sambutan ketiga oleh ketua HIMA S1 Kesmas yaitu Fajar Septian.


Acara selanjutnya adalah pengukuhan yang dipandu oleh KAPRODI S1 Kesehatan Masyarakat Ibu Endah Retnani Wismaningsih, S.KM., M.Kes. Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan setiap pengurus lama maupun baru mengikuti sesi tersebut dengan bersungguh – sungguh. Kemudian setelah selesai dikukuhkan, dilakukan sesi foto bersama yang diambil oleh sie dekdok. Selanjutnya adalah sesi perkenalan. Sesi ini dimulai dari perkenalan pengurus inti yang terdiri dari Ketua umum, Wakil ketua umum, Sekretaris, dan Bendahara. Kemudian dilanjutkan pada Biro Kesekretariatan dan Administrasi Media, Biro Kemitraan dan Bisnis. Kemudian dilanjutkan pada Divisi – Divisi, yaitu Divisi Sosial Masyarakat, Divisi Pengembangan dan Kontrol Sumber Daya Internal, Divisi Kajian Keilmuwan dan Advokasi, dan Divisi Multimedia Komunikasi dan Informasi serta POKJA Institusi.


Setelah sesi perkenalan selesai, dilanjutkan dengan pembacaan panduan organisasi oleh Ketua HIMA S1 Kesehatan Masyarakat. Panduan organisasi HIMA S1 Kesehatan Masyarakat berisi tentang deskripsi organisasi HIMA S1 Kesmas, Visi dan Misi Kepengurusan HIMA S1 Kesmas periode 2020/2021, struktur dan tugas kepengurusan HIMA S1 Kesmas periode 2021/2022. Setelah itu, susunan acara yang terakhir yaitu penutupan kegiatan Upgrading yang dipandu oleh MC.

Kategori
Uncategorized

Kontroversi Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

BPJS merupakan lembaga penyelenggaraProgram Jamnan Kesehatan Nasional / KartuIndonesia Sehat (JKN/KIS). Program JKN/KIS menggunakan sistem asuransi sosial untukpembiayaanya, dengan membagi iuran berdasarkantiga kategori peserta (Kelas I, II, dan III) (Retnaningsih, 2021). Menurut Peraturan PresidenNomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan, besaran iuran ditinjau paling lama 2 (dua) tahunsekali, dengan memperhatikan inflasi, biayakebutuhan jaminan kesehatan, dan kemampuanmasyarakat membayar iuran. 

Pada bulan Januari 2021, pemerintah menaikkankembali nominal iuran BPJS Kesehatan Kelas III Mandiri. Kenaikan nominal iuran BPJS Kesehatanmerupakan sesuatu hal yang wajar seiring denganinflasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat. Padadasarnya, kenaikan nominal iuran BPJS Kesehatanini telah sesuai dengan ketentuan berdasarkanPeraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentangJaminan Kesehatan, besaran iuran ditinjau paling lama 2 (dua) tahun sekali.Namun yang menjadi titikpermasalahan adalah kenaikan nominal iurandilakukan di tengah bencana pandemik COVID-19. 

Pandemik COVID-19 yang telah berlangsungselama dua tahun memiliki pengaruh yang besarterhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dampak dari pandemik adalah perekonomiannasional menjadi kacau dan banyak yang kehilanganpekerjaan atau mengalami penurunan penghasilan. Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan olehpemerintah seperti Pembatasan Sosial Berkala Besar(PSBB), bahkan hingga pembatasan wilayahmengakibatkan ruang gerak masyarakat terbatasibahkan aktivitas ekonomi juga terdampak hinggatidak sedikit pekerja yang diberhentikan dalampekerjaannya karena ekonomi sedang turun (Sayuti & Hidayati, 2020)

Banyaknya jumlah tanggungan keluarga yang terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiriadalah menjadi salah satu alasan mengapa sebagianmasyarakat merasa keberatan dengan adanyakenaikan nominal iuran BPJS Kesehatan. Jumlatanggungan keluarga informan yang terdaftarmenjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri tentu akanmempengaruhi jumlah pembayaran iuran merekasetiap bulannya. Masyarakat merasa pendapatanmereka setiap bulan sering kurang atau bahkan tidakcukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganyaditambah lagi dengan adanya kenaikan besaran iuranBPJS, dan penghasilan di masa pandemi pun tidakada peningkatan bahkan cenderung menurun. Tidaksedikit masyarakat yang merasa rugi denganpembayaran iuran BPJS Kesehatan karena merekatidak dapat mengklaim iuran yang mereka bayarkandan mereka sendiri pun jarang sakit atau jarangmemanfaatkannya. 

Sebenarnya kenaikan iuran diperlukan untukpenyesuaian layanan kesehatan yang diberikandalam Program JKN/KIS. Sebagaimana diketahui, pemerintah mengatur besaran iuran BPJS Kesehatansebagai upaya perbaikan dan menjagakesinambungan ekosistem Program JKN/KIS. Dalam kondisi pandemi yang terus berlangsung saatini, tidak ada jaminan bahwa 22 juta peserta KelasIII Mandiri akan terus mampu membayar, terlebihdengan kenaikan iuran saat ini. (Iuran et al., 2022)

Negara memiliki peran dalam meningkatkankesejahteraan rakyat dibidang kesehatan denganmengembangkan Sistem Jamminan Sosil bagiKesejahteraan Seluruh Rakyat. Kenaikan iuran BPJS bagi peserta Kelas III Mandiri dinilai belum layakdan memberatkan masyarakat, terutama masyarakatyang terdampak pandemic COVID-19. Diharapkanpemerintah meninjau kembali kebijakan terakitkenaikan iuran BPJS Kesehatan terutama kelas III Mandiri agar tidak menambah beban rakyat yang terdampak pandemic COVID-19. 

Referensi: 

Irawan, F. P. P. (2021). Kontroversi Perpres Nomor 64 Tahun2020 Tentang Kenaikan Iuran Bpjs Di Tengah PandemiCovid-19. Lontar Merah4(1), 339–348. http://jom.untidar.ac.id/index.php/lontarmerah/article/view/1522

Iuran, K., Kesehatan, B., Era, D. I., Perspektif, C.-D., & Kemanfaatan, A. (2022). Humantech jurnal ilmiah multi disiplin indonesia2(1), 70–79.

Nasution, D. A. D., Erlina, E., & Muda, I. (2020). DampakPandemi COVID-19 terhadap Perekonomian Indonesia. Jurnal Benefita5(2), 212. https://doi.org/10.22216/jbe.v5i2.5313

Retnaningsih, H. (2021). Permasalahan Kenaikan Iuran BpjsKesehatan Yang Memberatkan Masyarakat. Info Singkat13(1), 13–17. https://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info Singkat-XIII-1-I-P3DI-Januari-2021-175.pdf

Sayuti, R. H., & Hidayati, S. A. (2020). Dampak PandemiCovid-19 Terhadap Ekonomi Masyarakat di Nusa Tenggara Barat. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi ProgresifAktual2(2), 133–150. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v2i2.46

Kategori
Uncategorized

“ISMKMI GOES TO CAMPUS 2022”

Kegiatan ISMKMI Goes To Campus IIK Strada Indonesia dihadiri oleh Akmalina Ziadati Sukmaningtyas selaku Koordinator Daerah ISMKMI Jatim,beserta M. Sajid Romadhoni selaku Kepala Divisi PSDM ISMKMI Daerah Jatim, Karisma Nur Ayu staff PSDM ISMKMI Daerah Jatim, Regita Nur Azizah staff PSDM ISMKMI Jatim dan Aprilia Ika Sista Wulandari Staff PSDM ISMKMI Daerah Jatim, kemudian Nurvina Aracelly selaku Kepala Divisi ADVOKIL ISMKMI Daerah Jawa Timur Dewi Nurjanah Staff ADVOKIL ISMKMI Daerah Jatim dan Alif Fatimatuz Zahro Staff ADVOKIL ISMKMI Daerah Jatim.

Kedatangan di Institusi diterima oleh KAPRODI S1. Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Kediri Endah Retnaning Wismaningsih,S.KM.,M.Kes. Ketua Hima Kesmas IIK Bhakti Wiyata Kediri Fajar Septyan Sulistyawan

Pada acara IGTC menemui KAPRODI S1. Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Kediri Endah Retnaning Wismaningsih, S.KM.,M.Kes. Seluruh anggota HIMA hadir dalam diskusi bersama mahasiswa, pengisian link survey Kurikulum Nasional diisi oleh KAHIMA Kesmas IIK Bhakti Wiyata Kediri

Selama bertemu KAPRODI, kegiatan yang dilakukan adalah diskusi bersama terkait Kurikulum Nasional yang disampaikan oleh Staff Divisi Advokil dan diskusi bersama terkait isu kesehatan New Normal x Vaksinasi yang disampaikan oleh Koordinator Daerah. Kegiatan yang dilakukan pada saat berbincang-bincang dengan pergerakan mahasiswa kesmas adalah kondisi HIMA dan kondisi Institusi serta bertanya kepada mereka terkait tanggapan mereka tentang isu kesehatan New Normal x Vaksinasi,strategi Institusi dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka di New Normal, menanyakan terkait kelebihan dan kekurangan New Normal,kesiapan Institusi dalam melakukan pembelajaran tatap muka,kemudian saat diskusi bersama Lembaga Eksekutif Mahasiswa berbicara terkait dukungan ISMKMI.

Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 6 Februari 2022 pada pukul 09:00 WIB sampai dengan 11:30 WIB durasi kegiatan selama 2 jam lebih 30 menit

Institusi yang dikunjungi adalah IIK Bhakti Wiyata Kediri.

Hasil kegiatan sudah sesuai dengan harapan karena Institusi terkait sudah mengadopsi Kurikulum Nasional sejak tahun 2016 yang kemudian sekarang sedang menunggu pembaruan, dalam penerapan Kurikulum Nasional dilakukan sosialisasi kepada mahasiswa melalui PKKMB atau pengenalan lingkungkan kampus untuk mahasiswa baru kemudian selama penerapan Kurnas tidak terdapat hambatan serius baik dari institusi maupun dosen terkait,kemudian dalam peminatan IIK Bhakti Wiyata Kediri memiliki 8 peminatan yang sesuai dengan arahan Kurikulum Nasional. Kemudian dalam diskusi isu kesehatan New Normal X Vaksinasi KAPRODI dan mahasiswa begitu antusias dalam menyampaikan pendapat serta memberikan informasi yang terkait persiapan institusi dalam menyambut pembelajaran tatap muka seperti sudah memberikan persyaratan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti pembelajaran offline diwajibkan sudah melakukan vaksinasi lengkap 2 dosis,kemudian diwajibkan menjalani test swab bagi mahasiswa yang berasal dari luar jawa serta diterapkan protokol kesehatan yang lengkap selama berada dilingkungan kampus dengan diawasi satgas covid kampus.

Kegiatan ini dapat terlaksana karena sudah adanya persetujuan antara Pengurus Daerah ISMKMI Jawa Timur dengan Institusi terkait yang disampaikan oleh PJ Institusi. Dalam bincang-bincang pergerakan mahasiswa dan isu-isu kesehatan terkini seluruh mahasiswa yang hadir begitu antusias dalam berdiskusi baik bertanya maupun memberikan tanggapan. Kemudian tanggapan dari KAPRODI begitu antusias serta menjelaskan bahwa Kurikulum Nasional sudah diterapkan mulai diadopsi tahun 2016.

Kondisi internal LEM begitu didukung sepenuhnya oleh Institusi, program kerja LEM sebagian besar sudah terlaksana dan arahan-arahan yang diberikan oleh ISMKMI dapat dilaksanakan dengan baik, masukan LEM  untuk ISMKMI adalah ISMKMI diharapkan tidak memberikan arahan secara mendadak dikarenakan terdapat jadwal program kerja LEM yang sudah ditargetkan sudah dapat terlaksana namun karena adanya arahan yang turun secara tiba-tiba membuat LEM kesulitan dalam mendahulukan kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga terkadang LEM harus menolak arahan yang turun mengingat proposal kegiatan sudah diajukan tidak dapat direvisi kembali dikarenakan birokrasi dari institusi bersifat ketat.

Kemudian tanggapan pengurus ISMKMI adalah memohon maaf atas terjadinya arahan-arahan yang turun secara tiba-tiba dikarenakan arahan yang turun tersebut harus dilakukan kajian mulai dari wilayah kemudian menuju daerah hingga akhirnya sampai kepada institusi yang terkait. Pengurus daerah juga harus memahami terlebih dahulu terkait arahan yang diturunkan agar pengurus daerah dapat memberikan informasi yang jelas kepada institusi terkait.

Kemudian dilakukan diskusi membahas terkait Rakerda (Rapat Kerja Daerah) yang akan dilakukan di IIK Bhakti Wiyata Kediri, diskusi ini antara Korda dan Kahima. Dari Kahima menyampaikan bahwa kemungkinan dapat dilaksanakan Rakerda antara bulan Juni atau Juli dikarenakan pada bulan maret diadakan oprec dan setelah oprec terdapat bulan puasa yang tidak memungkinkan untuk dapat melaksanakan Rakerda secara offline. Namun disisi lain anggota Hima angkatan 2019 akan segera melaksanakan PBL sehingga berpikir kembali. Adanya kendala tersebut dari Kahima mengusulkan dilaksanakan di akhir kepengurusan. Kemudian dari Korda memberikan tanggapan bahwa Rakerda sebaiknya dilaksanakan H+30 setelah Muswil dan rencananya Muswil akan diadakan akhir bulan februari namun masih dirapatkan kembali, serta adanya informasi bahwa Muswil akan diadakan setelah Munas dan kemungkinan Munas dilaksanakan akhir bulan Maret. Namun dari informasi tersebut belum terdapat keputusan secara resmi hingga Korda menyarankan bulan aman untuk Rakerda dilaksanakan pada bulan April. Dari Kahima menyatakan kemungkinan pada bulan april juga masih dalam oprec sehingga akan diusahakan pada bulan Mei.

Kategori
Uncategorized

SIMPOSIUM NASIONAL 2022

Kegiatan webinar simposium nasional yang dilaksanakan pada tanggal 9 januari 2022 merupakan salah satu kegiatan HIMA S1 Kesehatan Masyarakat,IIK Bhakti Wiyata Kediri yang menjadi pembuka awal tahun 2022 ini dengan sebuah kegiatan yang tentu saja memberikan hal baik untuk peserta yang berpartisipasi. Kegiatan simposium pada kesempatan kali ini mengambil topik yang cukup menarik yakni topik seputar permasalahan psikologi yang dikemas oleh pihak panitia menjadi sebuah tema yaitu “DEAR ME : How To Maintain Generation Z Mental and Phisycal Health During Pandemic From Public Health Perspective” dengan pemateri Dr.Ida Rochmawati.M.,Sc.,Sp.Kj selaku pemateri eksternal yang merupakan psikiater RSUD Wonosari,RS PKU Muhamammdiyah Wonosari,DIY dan ibu Septia Purwandani,M.Si selaku pematerj internal kampus IIK bhakti wiyata.Pada kegiatan simposium tahun ini penyebar luasan kegiatan dilakukan dengan memberikan informasi melalui media sosial dari setiap panitia yang terlibat,pada kegitan ini selain adanya seminar juga terdapat perlombaan pembuatan poster dengan sasaran peserta lomba yakni masyarakat luas yang berasal dari muris SMP/SMA/Kuliah hingga umum.
Adapun rangkaian kegiatan simposium yang dilaksanakan pada tanggal 9 januari 2022 sebagai berikut: pada pukul 08.00 kegiatan simposium dibuka,dilanjutakan dengan absensi awal oleh para peserta setelah absensi awal kegiatan dilanjut dengan diberikannya sambuta oleh rektor IIK bhakti wiyata kediri yaitu Prof.Dr.Apt.muhammad zainudin,dilanjutakan dengan sesi foto bersama dan doa,setelah sesi doa tibalah pada acara inti yakni penyampain materi oleh ibu Ida Rochmawati dengan topik bahasan “positive thingking for maintain mental health and physical gen z” dengan dimoderatori ibu reny nugraheni,S.KM.,MM.,M.Kes selaku dosen prodi S1 Kesmas,kemudian acara dilanjut dengan penyampaian materi oleh ibu Septia Purwandani dengan topik bahasan “how to manage stres” dengan dimoderatori ibu Dianti Ias Oktaviasari,S.KM.,M.Kes,kemudian setelah penyampaian materi masuklah sesi tanya jawab,dilanjutkan dengan sesi absensi akhir dan penutup.
Kendala pada kegiatan simposium ini adalah adanya kendala sinyal yang di alami oleh pemateri 2 yaitu ibu Septia yang mana pada sesi penyampaian materi beliu beberapa kali keluar dari zoom dikarenakan jaringan yang kurang stabil,kemudian banyaknya peserta yang tidak menyalakan kamera selama acara berlangsung dimana mereka hanya memasang gambar background saja tampa memperlihatakan wajanya,dari dosen kesmas sendiri beberapa dosen ada yang tidak bisa hadir dikarenakan adanya suatu urusan dan selebihnya kegiatan berjalan dengan lancar hingga akhir acara.

Kategori
Uncategorized

Kesehatan Mental Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring Pandemi Covid-19

COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Hal tersebut membuat perubahan besar kegiatan masyarakat. Pandemi COVID-19 berdampak pada segala aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya pada aspek pendidikan. Sejak tahun ajaran 2020-2021 pembelajaran daring di Indonesia mulai diberlakukan. Penyakit yang ditularkan melalui tetesan (droplet) dari hidung atau mulut pada saat berbicara atau batuk dari orang yang terinfeksi tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan dan mengeluarkan surat edaran yang menyatakan seluruh pembelajaran dilakukan secara online atau daring dalam upaya untuk memutus rantai penularan virus COVID-19

Menurut Chandrawati (2020) pembelajaran daring merupakan proses pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi didalam proses suatu pembelajaran. Adanya perubahan pada metode pembelajaran yang secara

 tiba-tiba membuat sebagian besar mahasiswa kurang suka dengan metode pembelajaran secara daring. Perubahan tersebut membawa tuntutan bagi mahasiswa untuk dapat beradaptasi. Hal tersebut menjadi tekanan yang membuat mahasiswa merasa stress sehingga kurang optimal dalam mengikuti pembelajaran online. Proses pembelajaran secara daring dirasa membosankan, menghabiskan kuota internet, seringkali terkendala jaringan, tidak dapat mengaplikasikan pembelajaran praktik laboratorium, tidak paham dengan materi yang disampaikan oleh dosen dan tugas yang banyak mengakibatkan mahasiswa stres hingga depresi. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Teguh dkk (2020) didapatkan hasil bahwa pandemic COVID-19 memiliki dampak terhadap kesehatan mental mahasiswa. Pada saat pandemi COVID-19 gejala stress pada mahasiswa meningkat. Rasa cemas berlebihan terkair pencapaian nilai akademik serta waktu kelulusan pendidikan mereka yang dirasakan oleh mahasiswa menyebabkan berbagai masalah psikologis muncul.

Menurut WHO kesehatan mental merupakan keadaam sejahtera yang dimiliki setiap individu dan mampu menyadari potensi yang ia miliki, mampu mengatasi stress kehidupan dengan cara yang wajar, produktif dan menghasilkan, serta mampu berkontribusi kepada komunitasnya. Individu yang sehat mental adalah individu  yang mampu menghadapi berbagaii situasi dalam kehidupan dan dapat beradaptasi dengan baik. Hal ini semakin menguatkan bahwa kesehatan mental sangat perlu diperhatikan dengan tujuan agar mahasiswa mampu memiliki gambaran kesehatan mental yang positif sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada saat pandemi COVID-19

Banyaknya faktor penyebab stress selama perkuliahan daring membuat mahasiswa harus mampu mengelola kesehatan mental pribadi sendiri, misalnya dengan mengetahui perasaan yang dirasakan seperti cemas, sedih, bahagia, dan mencari tau penyebab munculnya perasaan tersebut. Menurut Benjet (2020) mahasiswa harus memiliki kemampuan stress management untuk dapat bisa mengurangi stress bahkan depresi. Kemampuan tersebut didapatkan melalui pelatihan stress management melalui teknik kognitif, dimana mahasiswa diajarkan untuk mengelola pikiran-pikiran negatif yang muncul saat menghadapi berbagai kendala di masa pembelajaran daring.

Peran Intitusi Pendidikan Tinggi dan tenaga kesehatan yang professional di bidang kesehatan mental sangat penting. Dukungan psikososial yang aktif dapat mereka berikan melalui layanan konseling online danmemberikan edukasi bagaimana mengelola stres. Selain itu, pihak Institut Pendidikan Tinggi perlu mengadakan program konseling online dengan tujuan agar mahasiswa dapat saling bertukar cerita dan saling menguatkan. Diharapkan dengan cara tesebut mahasiswa dapat menjaga kondisi kesehatan mentalnya selama menghadapi situasi online dan berbagai tekanan kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka

Benjet, C. (2020). Stress management interventions for college students in the context of the Covid-19 Pandemic. Journal Wiley Public Health Emergency Collection. NewYork.

Deliviana, E., Maria Helena Erni, Putri Melina Hilery, & Novi Melly Naomi. (2021). Pengelolaan Kesehatan Mental Mahasiswa Bagi Optimalisasi Pembelajaran Online Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan Dan Konseling Serta Psikologi Pendidikan, 3(2), 129–138.

Desti Azania. (2021). Peran Spirtual Bagi Kesehatan Mental Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19. Humanistika: Jurnal Keislaman, 7(1), 1–20.

Ridlo, I. A. (2020). Pandemi COVID-19 dan Tantangan Kebijakan Kesehatan Mental di Indonesia. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 5(2), 162. https://doi.org/10.20473/jpkm.v5i22020.162-171

Rochima, F. A. (2020). Dampak Kuliah Daring Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Ditinjau Dari Aspek Psikologi. PsyArXiv Preprints, 7. https://psyarxiv.com/s5m9r/

Teguh, R, Adji, F.F, Wilentine, V, Usup, H & Sahay, A.S. (2020). Dampak psikologis pandemic Covid-19 terhadap mahasiswa di Kalimantan Tengah.