Kategori
Uncategorized

Public Health Vlog

Vlog merupakan blog dalam bentuk video. Teknologi dan komunikasi ini berkembang pesat dengan adanya internet yang digunakan oleh berbagai golongan masyarakat. Internet biasanya digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi hiburan, menambah pengetahuan, dll. Informasi merupakan hal yang membuat kita mengetahui sesuatu. Kini penggunaan internet makin bertambah dengan pengakses dari berbagai usia. Akan tetapi kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi terutama terkait kesehatan masih sangat kurang, sehingga banyak masyarakat yang masih mengakses dan menyebarkan informasi yang tidak benar /hoax. Dengan adanya hal tersebut Hima Kesmas Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dengan kegiatan “Public Health Vlog” akan memberikan informasi mengenai isu-isu kesehatan yang saat ini sedang berkembang melalui YouTube Media Kesmas. Pemateri “Public Health Vlog” ini berasal dari praktisi kesehatan, dosen, LSM, Jago Preventif.

Kegiatan Public Health Vlog ini dilaksanakan pada Minggu ke-4 setiap bulannya yang ditayangkan melalui akun Youtube Media Kesmas IIK BW Kediri. Acara dimulai pukul 09.00 s.d 11.00 WIB. Rangkaian kegiatannya yaitu dibuka oleh pembawa acara dengan durasi 5 menit mulai pukul 09.00 s.d 09.05. kemudian dilakukan pengenalan pembawa acara atau mc dan narasumber. Dilanjutkan penyampaian materi oleh pembicara selama 20 menit dan sesi tanya jawab 15 menit. Di akhir akan dilakukan penyampaian kesimpulan oleh pembawa acara dan kegiatan ditutup. Kegiatan Public Health Vlog ini akan di tayangkan pada akun Youtube Media Kesmas IIK BW Kediri yang bisa di akses oleh mahasiswa kesmas serta pada seluruh lapisan masyarakat. Kemudian materi yang diberikan bermacam-macam meliputi HIV/AIDS selama masa pandemic Covid-19, suka duka daring, tips berkomunikasi yang baik dengan dosen, tips membagi waktu antara kuliah dengan organiasi, tips berbagi cara belajar yang efektif, dsb dengan berbagam pemateri pula seperti KPAD, mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat, bapak/ibu dosen S1 Kesehatan Masyarakat, dsb.

Setelah dilakukannya sesi penyampaian materi dapat diketahui lebih lanjut terkait pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa maupun masyarakat luas tentang isu-isu kesehatan ataupun tips-tips perkuliahan dan organisasi terutama di masa pandemi Covid-19 seperti ini yang mengharuskan melakukan segala sesuatu dari rumah. Kemudian bisa sharing terkait isu kesehatan dengan berbagai ahli di bidangnya kepada mahasiswa bahkan masyarakat luas.

Kategori
Uncategorized

WEBINAR MEMPERINGATI HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2021 HIMA S-1 KESEHATAN MASYARAKAT INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI

“Stay Healthy di Masa Pandemi dengan Berkarya Tanpa Terpengaruh Narkoba”“Menuju Kesehatan Masyarakat yang Bertanggung Jawab dan Berwawasan Luas” merupakan kegiatan Webinar Hari Anti Narkotika Internasional 2021 yang ditujukan kepada Mahasiswa umum (semua program studi, baik dari mahasiswa internal IIK Bhakti Wiyata Kediri maupun eksternal IIK Bhakti Wiyata Kediri). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program kerja Hima Kesmas Divisi SOSMAS. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan mampu menjadi Diskusi Online Indahnya Bebas Dari Narkoba. Kegiatan ini diselenggarakan guna memperbaiki moral pemuda masa kini untuk tidak mengkonsumsi narkoba agar dapat menjadi penerus bangsa yang berakhlak mulia, selain itu diselenggarakannya kegiatan ini dengan harapan dapat memberikan penjelasan dan pemahaman bagi para pemuda akan bahaya narkoba, serta untuk memperkuat moral dan kepribadian yang dimiliki para pemuda.

Webinar HANI 2021 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperingati Hari Anti Narkotika Internasional, meningkatkan kesadaran mengenai dampak penyalahguna narkoba bagi remaja, meningkatkan kesadaran remaja mengenai upaya pencegahan agar terhindar dari narkoba, memberikan pemahaman bagi remaja sebagai generasi penerus agar berakhlak mulia bebas dari narkoba dan memperkuat mental para pemuda untuk menghadapi dampak globalisasi, terutama masalah narkoba. Kegiatan Webinar HANI ini dilaksanakan pada Hari Minggu, 27 Juni 2021.

Kegiatan Webinar HANI 2021 ini diselenggarakan oleh tuan rumah yaitu Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Kegiatan dibuka oleh Ibu Dianti Ias Oktovina, S.KM., M.Kes. yang mewakili Ketua Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat Ibu Endah Retanani Wismaningsih, S.KM., M.Kes. Beliau memberikan pesan diharapkan webinar dapat membawa manfaat bagi seluruh para peserta webinar HANI 2021 dan dapat membangkitkan semangat di tengan pandemic covid-19. Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh ketua pelaksana kegiatan oleh Medina Noya Permata yang menyampaikan ucaapan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama menyiapkan acara ini dan juga uacapan terimaksih kepada seluruh peserta acara webinar. Kegiatan ini diikuti oleh 500 peserta yang hadir melalui Zoomcloud Meeting pada pukul 08.35 WIB.

Setelah acara sambutan, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Narasumber. Namun sebelum itu dibacakan CV dari pemateri oleh moderator. Materi Pertama disampaikan oleh Kepala BNN Kota Kediri Bapak AKBP. Bunawar, S.H menyampaikan materi tentang Pengaruh Pandemi Covid-19 Pada Penggunaan Narkoba. Selanjutnya materi kedua diteruskan oleh Ibu Miftakhul Khoiriyah yang juga dari BNN Kota Kediri dengan materi Menuju Generasi Positif Tanpa Pengaruh Narkoba. Dan materi terakhir disampaikan oleh Ibu Reny Nugraheni, S.KM., MM., M.Kes yang menyampaiakan materi berjudul Narkoba Dan Bahayanya Bagi Kesehatan.

Acara selanjutnya sesi tanya jawab oleh para peserta dengan menuliskan pertanyaan dikolom chat, lalu di pilih oleh moderator dan dijawab para pemateri. Selanjutnya kuis berhadiah untuk peserta dengan panitia memberikan link pertanyaan yang berisi soal tentang materi yang telah diberikan di kolom chat dan diberi waktu 15 menit. Setelah kuis dilanjutkan dengan game yang dipandu oleh sie kreatif.

Acara terakhir adalah absensi oleh para peserta melalui google form dan penutupan serta penyampaian kesimpulan dan pengumumab pemenang kuis yang dimenangkan oleh 3 orang peserta :

1.Nabilah Nur Azizah dari IIK Bhakti Wiyata

2.Patrik Berlian Yulianti dari IIK Bhakti Wiyata

3. Mohamad wafiudin dari IIK Bhakti Wiyata

Dalam mewujudkan acara Webinar HANI selanjutnya agar berlangsung dengan sukses maka memerlukan monitoring evaluasi dan tindak lanjur, antara lain:

  • Monitoring

Monitoring yang dilakukakan dalam pelaksanaan kegiatan Webinar HANI 2021 dan Upgrading sebagai berikut :

  1. Monitoring yang dilakukan selama kegiatan webinar adalah seluruh panitia mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir yang dimulai dari rapat panitia, sebar informasi mengenai webinar hingga acara terlaksana
  2. Panitia yang bertugas seperti sie acara menyiapkan susunan acara, kemudian sie humas berkoordinasi dengan peserta webinar melalui Whatsapp grub, sie kreatif menyiapkan beberapa game yang diperlukan saat kegiatan upgrading, sie dekdok mempersiapkan poster sebagai media informasi bagi peserta webinar.
  3. Dalam kegiatan Upgrading, seluruh panitia yang bertugas terutama sie humas mengawasi jalannya acara dimulai dari kehadiran peserta webinar dan juga kehadiran tamu undangan yaitu seluruh dosen S1 Kesehatan Masyarakat
  • Evaluasi

Kegiatan rapat yang dilaksanakan mengalami kendala seperti jaringan atau signal panitia yang kurang stabil. Sehingga evaluasi yang dilakukan adalah bagi panitia diharapkan untuk mencari lokasi yang dirasa memiliki signal yang stabil

  • Tindak Lanjut

Untuk meminimalisir kekurangan dan mengatasi hambatan pada kegiatan ditahun berikutnya dengan lebih mematangkan rencana kegiatan untuk mengantisipasi adanya hambatan dalam acara dan juga perlu dilakukan diskusi tatap muka agar tidak terjadi miskomunikasi agar kegiatan dapat berlansung dengan lancar.

Kategori
Uncategorized

PENA KESMAS

HIMA KESMAS IIK Bhakti Wiyata Kediri mengadakan kuis yang di lakukan pada story instagram Pada tanggal 25/06/2021. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Divisi Kajian, Keilmuan dan Advokasi dan Divisi Multimedia, Komunikasi dan Informasi. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk mengetahui keluh kesah pada mahasiswa S1 KESEHATAN MASYARAKATdi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Sebelum pandemi kegiatan dilakukan pada pengisian melalui media pengisian angket ataupun form secara offline atau secara tatap muka (luring). Namun, dikarenakan saat ini kegiatan ini tidak bisa dilakukan secara langsung maka kami mengambil tindakan untuk dilakukan secara online atau bisa melalui media sosial.

Berbagai pertanyaan yang telah kami siapkan untuk topic cerita di instagram story diantaranya yakni:

  • Pertanyaan pertama : “Seberapa bersedianya mahasiswa dilakukan cerita keluh kesahnya selama perkuliahan daring” dengan pilihan opsi jawaban Yuk dan Mager.

Ada sebanyak 86% yang memilih opsi Yuk atau setuju untuk mengikuti menjawab pertanyaan dari pertanyaan selanjutnya, dan sebanyak 14% yang memilih Mager atau tidak tertarik dengan cerita selanjutnya.

  • Pertanyaan kedua : “Yang megikuti cerita keluh kesah di Instagram Story dari angkatan berapa saja ?”

Jika diurutkan dari angkatan atas yang mengikuti ada dari angkatan 2015 sebanyak 1 orang, angkatan 2017 sebanyak 4 orang, angkatan 2018 sebanyak 8 orang, angkatan 2019 sebanyak 19 orang, dan angkatan terkahir yakni angkatan 2020 sebanyak 9 orang.

  • Pertanyaan ketiga : “Bagaimana pendapat teman-teman tentang kuota yang digunakan selama perkuliahan daring?”

Dari pertanyaan tersebut banyak sekali yang memberikan argument tentang penggunaan kuota yang dihabiskan selama perkuliahan daring. Jika di simpulkan banyak yang mengeluhkan masalah kuota yang semakin boros karena penggunaan zoom, google meet, dan media pembelajar lainnya. Banyak yang meresahkan bantuan kuota internet yang tidak bisa untuk mengakses lainnya seperti untuk mencari dari google yang bisa hanya untuk zoom atau gmeet serta bantuan kuota internet yang tidak merata pada semua mahasiswa atau tidak efektif untuk penggunaannya. Dan disaat masa pandemic ini dan PPKM ini uang jajan semakin menipis sehingga terkadang jika kuota habis dan tidak memiliki uang maka tidak bisa mengikuti perkuliahan.

Disisi lain ada yang mendukung karena menggunakan wifi tidak menggunakan kuota internet (data selular). Banyaknya atau lamanya penggunaan perkuliahan secara online tidak takut atau khawatir jika kuota internetnya cepat habis. Tetapi tidak selamanya penggunaan wifi itu jaringan internetnya lancar, ada kalanya penggunaan wifi itu lemot atau lelet untuk mengakses berbagai media sosial ataupun untuk mencari di internet.

Bisa dikatakan penggunaan kuota internet (data selular) atau penggunaan wifi terkadang ada kalanya sama-sama lemot atau susah sinyal. Jadi apapun penggunaan internetnya tidak bisa menjamin kelancarannya.

  • Pertanyaan keempat : “Apakah teman-teman pernah terkendala sinyal saat perkuliahan daring ?”

Dengan pilihan opsi jawaban pernah atau tidak pernah. Ada sebanyak 99% yang menyatakan pernah mengalami kendala sinyal saat melakukan perkuliahan daring. Sedangkan yang memilih tidak pernah ada sebanyak 1% dari 100%.

  • Pertanyaan kelima : “Seberapa tertarik teman-teman untuk mengikut perkuliahan daring?”

Dari pertanyaan tersebut didapatkan berbagai ragam jawaban yang ditulis oleh mahasiswa. Secara umum banyak yang menyatakan bahwa tidak atau kurang tertarik dengan perkuliahan daring, pasrah dengan keadaan perkuliahan daring, dan masih banyak keluhan lainnya. Namun ada juga yang merasa senang dengan tidak perlu terburu-buru untuk mandi pagi, dan ada yang menyatakan 80% atau setuju.

  • Pertanyaan keenam : “Apakah teman-teman bisa memahami mata kuliah selama pembelajaran saat daring ?”

Pertanyaan ini diberikan pilihan opsi jawaban paham dan tidak paham akan materi matakuliah. Ada sebanyak 43% yang memilih jawaban paham tentang matakuliah selama pembelajaran daring. Sedangkan yang memilih jawaban tidak paham ada sebanyak 57%. Bisa kita simpulkan dari 100% lebih dari 50% (lebih dari separuh total penjawab) ini menjadi dampak negative dari perkuliahan daring dengan niatan awal tidak tertarik dengan perkuliahan selama pembelajaran daring ini.

  • Pertanyaan ketujuh : “Teman-teman lebih suka pembelajaran daring atau luring?”

Dengan pertanyaan seperti ini banyak mahasiswa yang milih untuk menjalani perkuliahan secara luring (pembelajaran tatap muka) dengan jawaban sebanyak 81% dari jumlah penjawab. Sedangkan yang menjawab perkuliahan secara daring hanya 19%. Berarti banyak mahasiswa yang sangat antusias untuk melakukan perkuliahan secara luring seperti mahasiswa bertemu dengan teman baru lainnya atau bermain bersama bertegur sapa.

  • Pertanyaan kedelapan : “Bagaimana pendapat teman-teman tentang suasana pada saat proses pembelajaran daring ?”

Dari pertanyaan tersebut didapatkan berbagai ragam jawaban yang dijawab oleh mahasiswa. Dengan banyak jawaban tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, mengantuk, bosan, malas, materi susah untuk di cerna dengan tugas yang tidak bisa dikerjakan secara bersama-sama.

  • Pertanyaan kesembilan : “Apa harapan teman-teman untuk perkuliahan kedepan ?”

Berdasarkan pertanyaan tersebut di dapatkan hasil komentar jawaban yang beragam. Banyak mahasiswa yang berharap semoga pandemi COVID-19 cepat selesai dan bisa melakukan kegiatan perkuliahan secara luring tatap muka bersama dosen serta bisa melakukan kerja kelompok secara bersama-sama dengan teman-teman kampus.

  • Pertanyaan kesepuluh : “Menurut teman-teman bagaimana kinerja HIMA selama masa pandemi ?”

Berdasarkan pertanyaan tersebut banyak mahasiswa yang menjawab kurang, belum baik, tidak ada program kerja, banyak kegiatan yang tertunda, dsb. Namun, ada juga yang menjawab lebih produktif konten di ig, cukup aktif dan banyak kegiatan. Jika mahasiswa yang mengikuti HIMA sebenarnya banyak sekali program kerja yang telah disusun namun menjadi evaluasi kembali karena kendala kegiatan offline yang tertunda adanya pandemi COVID-19 ini.