VAKSINASI BAYI DAN BALITA DI TENGAH PANDEMI

Pemberian vaksin atau imunisasi rutin pada bayi dan balita harus tetap berjalan tepat waktu, mengingat adanya virus covid-19 ini pelaksaanaan imunisasi harus berjalan sesuai jadwal dengan syarat menjalankan protokol kesehatan yang aman.
Tidak dipungkiri bahwa masa pandemi covid-19 banyak orang yang takut untuk keluar rumah atau bahkan takut pergi ke pelayanan kesehatan terutama orang tua yang memiliki bayi atau balita, untuk mengajak anaknya keluar rumahpun enggan karena takut terpapar virus covid-19.
Masyarakat perlu memahami pentingnya permberian vaksinasi atau imunisasi rutin ini, jika tidak diberikan vaksinasi sesuai jadwal ditakutkan akan terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) karena penyakit yang sebenarnya telah ada vaksinnya dan dapat diatasi.
Seperti yang dikutip dari Berisatu.com mengenai penuturan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes), Vensya Sitohang melalui telekonferensi di Kantor BPNB yaitu “Jangan sampai di masa covid-19 ada kejadian luar biasa karena penyakit yang sudah ada vaksinnya dan bisa dicegah”.
Pelaksanaan vaksinasi/imunisasi rutin ini menekankan penerapan protokol kesehatan yang aman baik bagi orang tua, anak, maupun petugas kesehatan. Menurut Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kemeterian Kesehatan nomor SR.02.06/4/1332/2020 tentang Pelayanan Imunisasi Pada Anak selama Pandemi Corona Virus Disease, yang harus di perhatikan apabila kegiatan pelayanan imunisasi tetap dilaksanakan diantaranya yaitu:
- Ruangan untuk memberikan imunisasi disuahakan ruang yang cukup besar dengan sirkulasi dua arah yang baik.
- Memastikan tempat pelayanan dibersihkan sebelum dan sesudah pelayanan sesuai dengan prinsip pencegahan penularan infeksi.
- Mengatur jarak meja pelayanan agar petugas tidak duduk saling berdekatan (minimal 1 meter).
- Menyediakan wastafel dan sabun untuk mencuci tangan atau cairan desinfektan bagi orangtua/pengantar dan sasaran sebelum masuk ke ruang tunggu dan area pelayanan imunisasi.
- Kader membantu mendata sasaran imunisasi agar waktu kunjungan dapat diatur dengan baik dan tidak menumpuk di ruang tunggu, jumlah orang tua/pengantar menyesuaikan kapasitas ruangan dengan memastikan minimal jarak antar orang adalah 1 meter.
- Kader membantu memastikan bahwa sasaran imunisasi dengan orang tua/pengantar dalam keadaan sehat serta menghimbau agar bagi yang sakit untuk menunda kunjungan.
- Menyediakan ruang tunggu terpisah untuk orangtua/pengantar dan anak yang sudah disuntik untuk menunggu dengan tetap menjalankan prinsip social distancing (jumlah maksimal orang menyesuaikan kapasitas ruangan dengan memastikan jarak minimal antar orang adalah 1 meter).
- Mensosialisasikan dan menjalankan prinsip prinsip tindakan pencegahan universal pencegahan covid-19 seperti cuci tangan menggunakan air dan sabun, etika batuk/bersin dan himbauan agar yang sakit tidak berkunjung.
Dalam surat edaran dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan disebutkan juga apabila prinsip social distancing sulit untuk dilakukan maka penundaan kegiatan pelayanan imunisasi Posyandu dan Puskesmas dapat ditoleransi, namun petugas dan kader mendata sasaran yang belum mendapatkan atau belum lengkap dalam pemberian vaksinasi bertujuan untuk segera memberikan vaksinasi pada kesempatan pelayanan selanjutnya aagar anak bisa terlindungi.

Saat membawa bayi atau balita untuk imunisasi ke pelayan kesehatan, hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan oleh orang tua/pengantar antara lain:
- Mencuci tangan
Membersihkan tangan menggunakan sabun dan air setelah sebelum menyentuh bayi dan balita. - Hindari orang yang sakit
Pada saat ke pelayanan kesehatan, biasanya kita bertemu orang yang sedang sakit untuk berobat di pelayan kesehatan tersebut. Maka saat membawa anak untuk imunisasi sebaiknya hindari orang yang sakit untuk mencegah penularan penyakit dari orang lain. - Membersihkan barang yang dibawa setelah pulang dari tempat pelayanan kesehatan
Selain mencuci tangan dan masker setelah pulang, hendaknya untuk barang yang dibawa juga dibersihkan seperti mainan yang dibawa anak, tas yang dipakai, atau gendongan yang sedang dipakai. - Mempraktikkan jaga jarak
Membatasi kontak dengan orang lain saat di luar rumah merupakan kunci untuk memperlambat penyebaran virus. Tetaplah jaga jarak minimal 1 meter saat di luar rumah untuk menjaga anda dan anak tetap aman. - Memakai masker wajah
Jika tidak mempunyai masker medis, masker kain merupakan alternatif yang tepat. Ajarkanlah dan biasakanlah anda dan anak untuk tetap memakai masker saat di luar rumah.
Terkait : iik.ac.id