Sebagai salah satu langkah awal membangun budaya sadar keselamatan di lingkungan kampus, UKM K3 IIK Bhakta kembali menyelenggarakan Pertemuan Rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 18.00 WIB- Selesai bertempat di ruang LR.501. Kegiatan ini menjadi wadah edukatif dan interaktif yang mengangkat tiga agenda utama: Pengenalan UKM K3, Tanda Bahaya dan Istilah Rambu K3, serta Pembelajaran Mengenai APAR.
1. Pengenalan UKM K3
Kegiatan dibuka dengan sesi pengenalan UKM K3 yang disampaikan oleh Ketua dan perwakilan pengurus. Peserta diajak mengenal sejarah berdirinya UKM K3, visi dan misi, struktur kepengurusan, serta berbagai program kerja yang telah dan akan dilaksanakan.
Melalui sesi ini, diharapkan anggota baru dapat memahami peran penting UKM K3 sebagai pelopor keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kampus. Tidak hanya sekadar organisasi, UKM K3 menjadi ruang belajar bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap terhadap risiko.
“UKM K3 adalah tempat belajar, bertumbuh, dan menjadi agen perubahan untuk keselamatan bersama,” ujar Ketua UKM K3 dalam sambutannya.
2. Tanda Bahaya dan Istilah Rambu K3
Masuk ke agenda kedua, peserta dibekali dengan pengetahuan seputar rambu dan simbol keselamatan yang sering ditemukan di berbagai fasilitas umum, rumah sakit, dan laboratorium. Materi ini disampaikan oleh divisi PSDM UKM K3 dengan metode yang menarik dan visual.
Je nis rambu yang dikenalkan meliputi: rambu larangan, rambu peringatan bahaya, rambu perintah, dan rambu evakuasi Tidak hanya mengenal bentuk dan warna, peserta juga diajak memahami makna di balik simbol tersebut dan dampak yang bisa terjadi jika diabaikan.
“Simbol K3 bukan sekadar gambar, tapi pesan penyelamat yang harus kita pahami,” ungkap salah satu pemateri.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, apalagi ketika diberikan kuis cepat untuk menebak makna dari berbagai rambu. Suasana belajar jadi lebih hidup dan menyenangkan.
3. Pembelajaran Mengenai APAR: Siap Tanggap Hadapi Kebakaran
Sebagai penutup agenda, peserta mendapat pembekalan dasar mengenai APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Materi mencakup jenis-jenis APAR berdasarkan media pemadam (serbuk kimia, CO₂, foam, dll), klasifikasi kebakaran, dan teknik penggunaan APAR menggunakan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Pemateri juga menekankan pentingnya pemahaman lokasi APAR, masa kedaluwarsa tabung, serta langkah awal menghadapi api kecil sebelum menyebar.
Peserta juga diberikan simulasi penggunaan APAR secara langsung, sehingga dapat memahami secara praktis apa yang sebelumnya hanya dipelajari secara teori.
Pertemuan rutin ini menjadi bukti nyata bahwa membangun budaya sadar keselamatan bisa dimulai dari hal-hal sederhana—seperti mengenal simbol, memahami alat pemadam, dan saling mengingatkan.
Kegiatan diakhiri dengan ice breaking dan sesi dokumentasi bersama. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan anggota, tapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Dokumentasi





