MENGENAL APA YANG DIMAKSUD DENGAN STUNTING

Stunting (kerdil) adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai menurut WHO.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi stunting adalah sebesar 30,8%, dibandingkan dengan hasil SSGBI (Studi Status Gizi Balita di Indonesia) tahun 2019 angka stunting berhasil ditekan 3,1 % dalam setahun terakhir.
Stunting yang terjadi di Indonesia tidak hanya dialami oleh keluarga miskin atau kurang mampu tetapi juga dialami oleh rumah tangga atau keluarga yang berada di atas 40% tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Beberapa faktor yang menjadi penyebab stunting dapat digambarkan sebagai berikut:
- Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan.
- Terbatasnya layanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan selama kehamilan hingga setelah melahirkan dan pembelajaran dini yang berkualitas mengenai asupan gizi.
- Masih kurangnya akses untuk mengkonsumsi makanan bergizi.
- Kurangnya akses air bersih dan sanitasi.
DAMPAK DARI STUNTING:
- Gagal tumbuh bisa jadi dengan berat badan lahir rendah, kecil, pendek, dan kurus.
- Hambatan perkembangan kognitif dan motorik
- Gangguan metabolik, beresiko penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung.

3 hal penting yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting adalah
- Perbaikan terhadap pola makan (gizi), edukasi diperlukan agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarah pada peningkatan kesehatan gizi untuk ibu dan anak karena diperngaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi serta seringkali tidak beragam.
- Perbaikan pola asuh, dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga agar para calon ibu memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin.
- Perbaikan sanitasi dan akses air bersih
BIASAKAN !
- Sarapan Pagi
- Mengonsumsi lauk pauk berprotein tinggi
- Aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
- Membaca label pada kemasan pangan
- Banyak makan buah dan sayur
- Batasi konsumsi makanan manis, asin dan berlemak
- Minum air putih yang cukup dan bersih
- Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
For more info : www.iik.ac.id