Kategori
Serba Serbi Farmasi

ANTIBIOTIK

Antibiotik sudah menjadi bagian dari pengobatan sejak dulu kala. Dalam posting kali ini kita lebih dekat ke salah satu jenis antibiotik yaitu Penisilin.

Bagian Pertama

Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau membasmi mikroba jenis lain. Banyak antibiotik dewasa ini dibuat secara semisintetik atau sintetik penuh (R. Setiabudy dan Vincent H.S Gen dalam buku Farmakologi dan Terapi, 2004).

Antibiotik (L. anti=lawan, bios= hidup) adalah zat-zat yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil (Tan Hoan Tjay dalam buku Obat-obat penting, 2002)

Antibiotik adalah segolongan senyawa baik alami maupun sintetik yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri (Wikipedia, 2010).

Antibiotik sebagai substansi yang bahkan di dalam konsentrasi rendah dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri dan fungi (Koolman,Roehm KH, 2005).

Salah satu jenis antibiotik adalah penisilin, berikut ini akan saya ulas sedikit tentang penisilin.

Penisilin

Lebih dari 70 tahun yang lalu Alexander Fleming melaporkan atas Penisilin tahun 1929. Selanjutnya, Chain, Florey, dan rekan-rekan mereka berhasil memproduksi Penisilin pertama dalam jumlah banyak dari kultur Penicillium notatum pada tahun 1940. Penisilin digolongkan dalam obat-obat beta-laktam karena mereka memiliki cincin laktam yang unik dengan empat anggota. Penisilin memiliki ciri-ciri kimia, mekanisme kerja , efek-efek farmakologis dan klinis, serta karakteristik imunologis yang sama dengan berbagai Sefalosporin, monobaktam, Karbapenem, dan inhibitor-inhibitor beta laktamase, yang juga merupakan senyawa-senyawa beta-laktam.(Henry F Chamber, MD, 2004).

Kimia

Struktur dasar Penisilin terdiri atas cincin tiazolidin yang terhubung dengan cincin B-laktam yang pada cincin ini berikatan suatu rantai samping. Inti Penisilin sendiri merupakan syarat struktur utama yang diperlukan untuk aktivitas  biologisnya. Transformasi metabolik atau perubahan kimia pada bagian molekul ini menyebabkan hilangnya semua aktivitas antibakteri yang berarti. Rantai samping menentukan banyak karakteristik antibakteri dan farmakologis jenis antibiotik tertentu (William A. Petry, Jr., 2008). Kebanyakan Penisilin dipasarkan sebagai garam natrium atau kalium dari asam bebasnya. Kalium Penisilin G mengandung kira-kira 1,7 mEq K+ per juta satuan Penisilin (2.8 mEq/gram). Dalam bentuk Kristal kering garam Penisilin stabil untuk masa yang lama ( misal untuk bertahun-tahun pada 4° C). bentuk larutan cepat kehilangan aktivitasnya ( misal 24 jam pada 20° C) dan harus diberikan dalam bentuk segar. ( Ernest Jawetz, MD, PhD, 2000)

Mekanisme kerja

Seperti halnya semua antibiotik beta-laktam, Penisilin menghambat pertumbuhan bakteri dengan jalan menghambat tahap spesifik dalam sintesis dinding sel bakteri. Dinding sel ini merupakan lapisan luar yang kaku yang menutupi keseluruhan membran sitoplasma. ( Henry F Chamber, MD,  2004). Penisilin menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding sel  mikroba. Terhadap mikroba yang sensitif, Penisilin akan menghasilkan efek bakterisid pada mikroba yang sedang aktif membelah. Mikroba dalam keadaaan metabolik tidak aktif atau tidak membelah atau disebut juga persisters, praktis tidak dipengaruhi oleh Penisilin kalaupun ada pengaruhnya hanya bakteriostatik. Mekanisme kerja antibiotik beta-laktam adalah sebagai berikut :

  1. Obat bergabung dengan Penisilin-binding protein pada kuman
  2. Terjadi hambatan sintesis dinding sel kuman karena proses transpeptidasi antar rantai peptidoglikan terganggu.
  3. Kemudian terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding sel. (Yati dan Vincent, 2004)

Penggolongan Penisilin

Penggolongan Penisilin berdasarkan spektrum aktivitas antimikrobanya.

  1. Penisilin G dan turunan terdekatnya Penisilin V sangat aktif terhadap galur Coccus gram positif yang peka, namun sangat mudah terhidrolisis oleh Penisilinase, karenanya tidak efektif terhadap sebagian besar galur S. aureus.
  2. Penisilin yang resisten terhadap Penisilinase ( metisilin, nafsilin, oksasilin, kloksasilin dan dikloksasilin) memiliki aktivitas antimikroba yang kurang poten terhadap mikroorganisme yang peka terhadap Penisilin G, namun senyawa ini efektif terhadap S. aureus yang menghasilkan Penisilinase dan S. epidermidis yang tidak resisten terhadap metisilin. Zat-zat tahan laktamase diantaranya  asam klavulanat, sulbaktam dan tazobaktam memblokir laktamase dan dengan demikian menjamin aktivitas penisilin yang diberikan bersamaan.
  3. Ampisilin, amoksisilin, bakampisilin dan lain-lain membentuk kelompok Penisilin yang spektrum antimikrobanya diperluas sehingga meliputi mikroorganisme gram-negatif seperti Haemophilus influenza, E. coli dan Proteus mirabilis. Sayangnya obat-obat ini mudah dihidrolisis oleh beta-laktamase berspektrum luas yang ditemukan dalam frekuensi yang terus meningkat dalam isolat klinis bakteri gram negatif ini.
  4. Aktivitas antibiotik karbenisilin, ester-indanil karbenisilin, dan tikarsilin diperluas hingga meliputi Pseudomonas, Enterobacter, Proteus. Kemampuan senyawa ini masih dibawah Penisilin dalam melawan coccus gram positif dan  Listeria monocytogenes.
  5. Mezlosilin, azlosilin, dan piperasilin memiliki aktivitas antibiotik yang bermanfaat terhadap Pseudomonas, Klebsiella dan beberapa mikroorganisme gram negatif lainnya. Piperasilin masih memiliki aktivitas ampisilin yang sangat baik terhadap coccus gram positif dan L. monocytogenes. (William A. Petri, Jr., 2008)

Terapi Penisilin

Infeksi coccus gram positif
  • Infeksi Pneumococcus

Penisilin G sampai sekarang masih tetap efektif terhadap semua jenis infeksi Pneumococcus.

  • Infeksi Streptococcus

Infeksi ini paling sering terjadi (95%) pada manusia disebabkan oleh Str. Pyogenes grup A (streptococcus β-hemolitik), streptococcus α-hemplitik dan streptococcus non hemolitik. Sensitivitasnya terhadap Penisilin G bervariasi, tetapi sebagian besar strain sensitif terhadap konsentrasi rendah.

  • Infeksi Staphylococcus

Pada waktu Penisilin G digunakan, hasil terapi terhadap Staphylococcus sangat memuaskan. Setelah itu kegagalan  terapi terus meningkat karena meningkatnya jumlah turunan staphylococcus penghasil Penisilinase. Populasi staphylococcus (baik dari dalam maupun dari luar rumah sakit) yang resisten terhadap Penisilin G kini telah melampaui 90%. Karena itu infeksi staphylococcus sebaiknya diobati dengan Penisilin isoksazolil, misalnya kloksasilin, dikloksasilin.

Infeksi coccus gram negatif
  • Infeksi Meningococcus

Penisilin G merupakan obat terpilih, karena sangat efektif tidak saja terhadap meningitis dan meningokoksemia tetapi juga untuk artritis supuratif dan endokarditis oleh meningococcus. Dosisnya adalah 2 juta unit IV setiap 2 jam. Terapi diberikan selama 12-14 hari. Untuk yang resisten terhadap Penisilin, alternatif yang efektif adalah kloramfenikol 1 g diberikan 4 kali sehari.

  • Infeksi Gonococcus

Karena meningkatnya resistensi, Penisilin G dewasa ini tidak lagi dianggap obat terpilih gonore kecuali bila diketahui dengan pasti bahwa gonokokus yang dijumpai di daerah geografis  tertentu yang masih sensitif terhadap obat tersebut. Bila Gonococcus masih sensitif dapat diberikan amoksisilin 3g atau Ampisilin 3.5 g + probenesid per oral. Obat yang terpilih sekarang untuk uretritis tanpa komplikasi adalah seftriakson 250 mg IM atau salah satu fluorokuinolon yang diberikan per oral.

  • Sifilis

Penisilin G merupakan obat yang sangat efektif, aman dan murah untuk sifilis. Cara menggunakannya sangat sederhana, penyembuhan mudah dan cepat. Tindakan profilaksis setelah kontak dengan penderita sifilis sama dengan gonore akut yaitu dengan pemberian Penisilin G prokain 2.4 juta unit.

  • Aktinomikosis

Penisilin G merupakan obat terpilih untuk semua bentuk klinik aktinomikosis. Dosis yang dianjurkan bervariasi dari 1-20 juta unit sehari, selama 6 minggu, diteruskan dengan terapi oral 1-2 juta unit Penisilin G atau V untuk 2-3 bulan berikutnya. Untuk mendapatkan penyembuhan, tetap diperlukan penyingkiran jaringan yang rusak dengan atau tanpa drainase.

Infeksi batang gram positif

Penisilin sebagai obat terpilih untuk pengobatan infeksi karena gram positif, seperti pada difteri, clostridia, antraks, listeria, erisipeloid.

Infeksi batang gram negatif

Beberapa infeksi oleh gram negatif yang bisa diatasi oleh antibiotik golongan Penicilin adalah infeksi oleh salmonella dan shigella ;Haemophilus influenza; fusospirochaeta, pasteurella, rat-bite fever. (Yati dan Vincent, 2004)

Interaksi obat

  1. Penisilin (hanya Ampisilin dan bakampisin) dengan Allopurinol (Zyloprim)

Resiko bengkak-bengkak pada kulit akibat penggunaan antibiotik meningkat.

  1. Penisilin dengan Pil KB

Efek pil KB dapat berkurang. Akibatnya resiko hamil meningkat, kecuali jika digunakan bentuk kontrasepsi lain. Perdarahan sekonyong-konyong adalah gejala yang menunjukkan kemungkinan terjadinya interaksi.

  1. Penisilin dengan Kloramfenikol

Efek Penisilin dapat berkurang. Akibatnya infeksi yang diobati mungkin tidak sembuh seperti yang diharapkan.

  1. Penisilin dengan Antibiotik Eritromisin

Efek masing-masing obat dapat berkurang atau bertambah. Karena akibatnya sulit diramalkan, sebaiknya kombinasi ini dihindari.

  1. Penisilin dengan Antibiotik Tetrasiklin

Efek Penisilin berkurang. Akibatnya infeksi yang diobati mungkin tidak sembuh seperti yang diharapkan

  1. Penisilin dengan Estrogen (hormon wanita)

Efek estrogen dapat berkurang estrogen diberikan pada pasien yang kekurangan estrogen selama mati haid atau sesudah histerektomi, untuk mencegah rasa nyeri karena pembengkakan payudara sesudah melahirkan karena ibu tidak menyusui anaknya, dan untuk mengobati amenore. Akibatnya gangguan yang diobati mungkin tidak terkendali dengan baik. ( Richard Harkness, 1989)