Kategori
Materi Mapel PF 3

Swamedikasi

Swamedikasi dilakukan oleh masyarakat secara luas. Terdapat motivasi besar oelh mas

Swamedikasi telah dilakukan masyarakat secara luas. Kepedulian masyarakat untuk berobat dan mencapai kesembuhan menjadi salah satu motivasi untuk melakukan swamedikasi. Dalam dunia kesehatan khususnya farmasi, telah berkembang pula obat-obat baru untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Di sinilah peran aktif kita sebagai tenaga kesehatan dituntut untuk lebih optimal. Terwujudnya masyarakat yang tidak hanya sehat, namun teredukasi dalam penggunaan obat yang rasional menjadi suatu visi dunia kesehatan. Pemberian informasi seputar obat dari tenaga kesehatan farmasi merupakan suatu oasis bagi pasien. Mari kita sinergiskan serta curahkan tenaga, pikiran kita untuk terus maju dan berdedikasi dalam pemberian informasi obat. Sukses selalu untuk rekan-rekan sejawat farmasi. Salam SMK Bisa, SMK Hebat, SMK Luar Biasa. Bhakti wiyata terdepan dalam prestasi. Sepi ing Pamrih , Rame ing Gawe. Selamat membaca.

  • PENDAHULUAN

Saat ini masyarakat telah menyadari betapa pentingnya kesehatan bagi diri mereka pribadi dan keluarganya dengan melakukan berbagai cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegahnya dari serangan penyakit. Hal ini diupayakan melalui berbagai upaya untuk mencegahnya. Self care merupakan tindakan individu yang dilakukan untuk diri mereka sendiri dalam rangka menjaga dan memelihara kesehatan, mencegah maupun berhadapan dengan penyakit. Berolahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan rendah kalori serta membiasakan meminum air putih 8 gelas sehari merupakan contoh dari self care. Salah satu unsur dari self care adalah self medication yang lebih dikenal dengan istilah swamedikasi.

  • PENGERTIAN

Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan oleh individu yang bertujuan untuk mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obatan yang dapat dibeli bebas di apotek atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. Dalam hal ini masyarakat merasa butuh akan penyuluhan yang jelas dan tepat mengenai penggunaan secara aman dai obat-obatan yang dapat mereka beli secara bebas tanpa resep dokter di apotek.

Sementara menurut Permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, Swamedikasi   adalah   Pengobatan   diri   sendiri   yaitu   penggunaan   obat-obatan atau menenangkan diri bentuk perilaku untuk mengobati penyakit yang dirasakan atau nyata. Pengobatan diri sendiri sering disebut dalam konteks orang mengobati diri sendiri, untuk meringankan penderitaan mereka sendiri atau sakit., secara sederhana swamedikasi adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Namun bukan berarti asal mengobati, justru pasien harus mencari informasi obat yang sesuai dengan penyakitnya dan apoteker-lah yang bisa berperan di sini. Apoteker bisa memberikan informasi obat yang objektif dan  rasional.

Swamedikasi dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan mulai dari batuk pilek, demam, sakit kepala, maag, gatal-gatal hingga iritasi ringan pada mata. Sedangkan konsep modern swamedikasi adalah upaya pencegahan terhadap penyakit, dengan tentunya mengkonsumsi vitamin dan food suplement untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

  • ALASAN BERKEMBANGNYA SWAMEDIKASI

Hal-hal yang melatarbelakangi berkembangnya swamedikasi dikalangan masyarakat saat ini adalah:

  1. Harga obat yang melambung tinggi, ditambah biaya pelayanan kesehatan yang semakin mahal, menyebabkan sebagian masyarakat berinisiatif mengobati dirinya sendiri dengan obat-obatan yang tersedia di pasaran tanpa melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Biasanya golongan ini akan mengarah kepada obat-obat mulai kategori OTC (obat bebas dan obat bebas terbatas), DOWA.
  2. Pergeseran pola pengobatan dari kuratif rehabilitatif ke arah preventif promotif. Penyebabnya adalah tingkat pengetahuan masyarakat yang semakin tinggi, penghasilan perindividu meningkat, teknologi informasi semakin cepat, mudah dan jelas, dan lain-lain. Untuk ini upaya yang dilakukan adalah pencegahan terhadap kemungkinan terserang suatu penyakit, dan obat-obat yang dicari adalah food suplement atau obat-obat bebas.
  3. Perkembangan teknologi farmasi yang inovatif
  4. Jenis atau merek obat yang beredar telah diketahui atau dikenal masyarakat luas
  5. Berubahnya peraturan tentang obat atau farmasi
  6. Pengaruh informasi atau iklan
  7. Kemudahan mendapatkan obat
  • KONSELING SWAMEDIKASI

Konseling swamedikasi sebaiknya dilakukan untuk penyakit ringan dan yang sangat penting sebelum melakukan swamedikasi harus mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan penyakit yang diderita serta obat yang sesuai untuk mengobati penyakit tersebut dan juga bagi kondisi fisik pasien. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam swamedikasi adalah:

  1. Membaca secara teliti informasi yang tertera pada kemasan atau brosur yang disisipkan di dalam kemasan meliputi: komposisi zat aktif, indikasi, kontraindikasi, dosisi, efek samping dan cara penggunaan.
  2. Memilih obat dengan jenis kandungan zat aktif sesuai keperluan, seperti jika gejala penyakitnya hanya batuk maka pilih obat yang digunakan untuk mengatasi batuknya saja dan tidak perlu obat penurun demam.
  3. Menggunakan obat swamedikasi hanya jangka pendek (seminggu), jika gejala menetap atau memburuk maka segera konsultasikan ke dokter.
  4. Memperhatikan aturan pakai, bagaimana cara memakainya, berapa jumlahnya, dipakai sebelum atau sesudah makan serta berapa lama pemakaiannya.
  5. Memperhatikan tentang tanggal kadaluarsa obat yang akan diserahkan kepada pasien.
  6. Memperhatikan cara penyimpanan obat yang baik, agar mutu obat tetap terjaga selama penyimpanan.
  7. Memperhatikan tentang cara memusnahkan obat bila terjadi sisa obat pada pasien.
  • RUANG LINGKUP PENYAKIT YANG BISA DILAKUKAN PELAYANAN SWAMEDIKASI

Tidak semua penyakit bisa diterapkan swamedikasi. Penyakit yang bisa dilakukan swamedikasi adalah sebagai berikut :

  1. Batuk
  2. Flu
  3. Demam
  4. Nyeri
  5. Sakit maag
  6. Kecacingan
  7. Diare
  8. Biang keringat
  9. Jerawat
  10. Kadas/kurap dan Panu
  11. Ketombe
  12. Kudis
  13. Kutil
  • GANGGUAN YANG TIDAK BISA DILAKUKAN SWAMEDIKASI

Terdapat beberapa penyakit yang tidak bisa dilakukan Tindakan swamedikasi atau pengobatan sendiri. Penyakit tersebut diantaranya adalah gangguan jantung dan pembuluh, diabetes millitus, penyakit-penyakit infeksi, gangguan jiwa dan kanker. Untuk penyakit tersebut adalah penting sekali untuk mencari pertolongan dokter sedini mungkin.

Di bawah ini disebutkan sejumlah gejala berbahaya, yang tidak boleh diobati sendiri karena menunjukkan pada suatu penyakit yang serius.

  1. Kebanyakan keluhan pada mata
  2. Batuk dan serak yang bertahan lebih lama dari 1-2 minggu dan tidak mau sembuh, juga batuk darah
  3. Terjadinya setiap perubahan pada tahi lalat atau kutil
  4. Rasa nyeri atau sulit menelan yang tidak mau sembuh
  5. Borok yang tidak mau sembuh
  6. BAB atau BAK dengan darah
  7. Susah buang air kecil atau buang air kecil disertai rasa nyeri
  8. Keluarnya lender/darah yang berlebihan dari vagina
  9. Timbulnya benjolan kecil atau asing pada payudara atau tempat lain dari tubuh
  10. Demam diatas 40 derajat yang bertahan lebih lama dari 2-3 hari, yang disertai gejala-gejala lain seperti nyeri tenggorokan (dengan bintik-bintik putih), ruam kulit yang hebat atau lepuh
  11. Diare atau muntah-muntah yang sangat
  • DAMPAK POSITIFNYA 
  1. Pencegahan maupun pengobatan yang lebih dini
  2. Biaya yang lebih terjangkau dan cepat
  • DAMPAK NEGATIFNYA 
  1. Dampak negatif swamedikasi adalah obat dapat membahayakan Kesehatan, apabila tidak digunakan sesuai dengan aturan, pemborosan biaya dan waktu apabila salah menggunakan obat,
  2. Kemungkinan kecil dapat timbul reaksi obat yang tidak diinginkan, misalnya sensitifitas, efek samping atau resistensi,
  3. Penggunaan obat yang salah akibat salah diagnosis dan pemilihan obat dipengaruhi oleh pengalaman menggunakan obat di masa lalu dan lingkungan sosialnya.
  • MANFAAT SWAMEDIKASI

Swamedikasi bermanfaat dalam pengobatan penyakit atau nyeri ringan, hanya jika dilakukan dengan benar dan rasional, berdasarkan pengetahuan yang cukup tentang obat yang digunakan dan kemampuan nengenali penyakit atau gejala yang timbul. Swamedikasi secara serampangan bukan hanya suatu pemborosan, namun juga berbahaya.

  • KRITERIA OBAT YANG DIGUNAKAN

Sesuai permenkes  No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat  yang  dapat  diserahkan  tanpa resep:

  1. Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 ta
  2. Pengobatan sendiri  dengan  obat  dimaksud  tidak  memberikan  risiko  pada  kelanjutan penyakit.
  3. Penggunaannya tidak  memerlukan  cara  atau  alat  khusus  yang  harus  dilakukan  oleh tenaga kesehatan
  4. Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia
  5. Obat dimaksud  memiliki  rasio  khasiat  keamanan  yang  dapat  dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri
  • SYARAT SUATU OBAT SWAMEDIKASI
  1. Obat harus aman,kualitas dan efektif,
  2. Obat yang digunakan harus punya indikasi, dosis, bentuk sediaan yang tepat,
  3. Obat yang diserahkan harus disertai informasi yang jelas dan lengka
  • JENIS OBAT YANG DIGUNAKAN
  1. Obat bebas : tanda lingkaran hitam, dasar hijau
  2. Obat bebas terbatas : tanda lingkaran hitam, dasar biru
  3. Suplemen makanan
  4. Obat Tradisional (Jamu, Obat herbal terstandart dan Fitofarmaka)
  5. Obat Wajib Apotek (OWA) Merupakan obat keras yang bisa diserahkan oleh apoteker tanpa resep dokter, tanda: lingkaran hitam, dasar merah (HANYA APOTEKER YANG BOLEH MENYERAHKAN SECARA LANGSUNG)
  • INFORMASI TENTANG OBAT YANG HARUS DISAMPAIKAN
  1. Nama obat dan kekuatannya
  2. Indikasi dan aturan pakai
  3. Cara menggunakan
  4. Kemungkinan terjadinya efek samping yang akan dialami
  5. Berapa lama obat harus digunakan.
  6. Apa yang harus dilakukan jika terlupa minum atau menggunakan obat
  7. Mekanisme kerja obat
  8. Efek pada gaya hidup
  9. Cara penyimpanan obat
  10. Interaksi antar obat dan makan,
  11. Saran untuk mempercepat kesembuhan
  • PASIEN YANG PERLU PERHATIAN KHUSUS
  1. Ibu hamil
  2. Ibu menyusui
  3. Anak-anak di bawah 2 tahun (pediatric)
  4. Orang tua diatas 65 (lansia/gerontic)
  • METODE SWAMEDIKASI
  1. Metode WWHM

W         : Who is it for ? (Siapa yang sakit)

W        : What are the symptoms ? (Apa gejalanya)

H        : How long have the symptoms ? (Berapa lama gejala diderita)

A         : Actions taken so far ? (Tindakan apa yang sudah dilakukan)

M        : Medications they are taking ? (Obat apa yang sudah digunakan

 

  1. Metode ASMETHOD

A       : Age / appearance (Usia Pasien)

S         : Self or someone else (Dirinya sendiri atau oran lain yang sakit)

M      : Medication “regularly taken on prescription or OTC” (Pengobatan yang sudah digunakan baik dengan resep maupun dengan non resep)

E       : Extra medicine (Usaha lain untuk mengatasi gejala sakit)

T        : Time persisting (Lama gejala)

H       : History (Riwayat jalan)

O       : Other symptoms (gejala lain)

D        : Danger symptoms (gejala yang berbahaya)

 

  • PENGAYAAN ISTILAH

Dosis, takaran suatu obat

Indikasi, suatu kondisi yang menandakan pasien perlu mendapatkan obat tersebut

Kontraindikasi, kondisi dimana pasien tidak boleh menerima obat

Efek samping, efek yang tidak diinginkan dari suatu obat

Interaksi obat, informasi ini memuat sejumlah obat atau makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat yang ada di brosur karena dapat terjadi efek-efek yang tidak diinginkan

  • SUMBER PUSTAKA

BUKU :

Depkes RI. (2007). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta : Departemen Kesehatan RI

Qiyaam, Nurul, M. Farm. Klin., Apt dan Baiq Leny Nopitasari, M. Farm., Apt. 2018. Swamedikasi. Yogyakarta : Penerbit Deepublish

Tan, Drs. H.T dan Drs. Kirana Rahardja. 1993. Swamedikasi. Jakarta : BPOM

 

INTERNET:

https://www.keselamatankeluarga.com/swamedikasi-pemilihan-obat-tanpa-resep-dokter/

http://niken-wulandari.blogspot.com/2010/01/swamedikasi.html

https://www.guesehat.com/arti-tulisan-pada-kemasan-obat-berikut

http://scholar.unand.ac.id/51594/2/BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf

https://www.kimiafarmaapotek.co.id/entry/peran-apoteker-dalam-swamedikasi

 

  • LATIHAN SOAL

 

JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH INI !

  1. Jelaskan pengertian swamedikasi !
  2. Jelaskan alasan munculnya swamedikasi !
  3. Apakah dampak negative dari swamedikasi ?
  4. Apa yang dimaksud dengan konseling dalam swamedikasi?
  5. Menurut pendapat Saudara, amankah praktik swamedikasi?