Refleksi Kepemimpinan
Menutup Periode DPM IIK Bhakti Wiyata dengan Transparansi dan Integritas

Menakhodai Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri selama periode 2025/2026 merupakan sebuah perjalanan penuh dinamika, pembelajaran, dan dedikasi. Sebagai lembaga legislatif tertinggi di tingkat mahasiswa, tanggung jawab utama kami bukan sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan memastikan bahwa prinsip good governance—transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme—terinternalisasi nyata dalam setiap gerak langkah organisasi mahasiswa (Ormawa) maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus. Sabtu, 13 Juni 2026, menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi kepengurusan kami melalui digelarnya agenda Pemaparan Laporan Pertanggungjawaban Tahunan (LPJT) bertajuk “Menutup dengan Evaluasi, Melangkah dengan Integritas menuju Transformasi Organisasi”. Bertempat di LR 110 Gedung Graha, forum ini bukan hanya ajang seremonial, melainkan panggung pembuktian atas komitmen dan kerja keras yang telah kita tumpahkan bersama selama satu tahun penuh.
Rangkaian LPJT ini dirancang sebagai ruang audit yang konstruktif dan terbuka. Melalui Sesi Bedah Kendala (SBK) yang dipandu oleh Komisi 2 dan Kemendagri, setiap BEM, Himpunan Mahasiswa, hingga UKM membedah realisasi program kerja, tata kelola keuangan, hingga kendala teknis di lapangan dengan pola masalah-dampak-solusi. Melihat bagaimana seluruh elemen pimpinan Ormawa duduk bersama, saling melemparkan masukan yang membangun, dan menyikapi evaluasi dengan dewasa adalah bukti bahwa budaya berorganisasi di IIK Bhakti Wiyata semakin matang. Evaluasi ini menjadi fondasi penting agar kepengurusan berikutnya tidak perlu mengulang kesalahan yang sama, melainkan mampu melangkah lebih jauh dalam melakukan transformasi organisasi.
Proses penyusunan dan pelaksanaan LPJT ini pun menjadi pembelajaran berharga bagi jajaran panitia dan pengurus DPM sendiri. Dari sisi monitoring, efisiensi alokasi anggaran, hingga manajemen waktu saat mengawal jalannya audit puluhan organisasi, semua memberikan pelajaran nyata tentang esensi kepemimpinan. Tentu tidak ada kegiatan yang sempurna; keterbatasan waktu diskusi dan beberapa penyesuaian teknis sarana-prasarana menjadi catatan evaluasi penting yang siap kami tindak lanjuti sebagai warisan perbaikan (legacy) bagi periode mendatang.
Sebagai penutup, akhir dari satu periode kepengurusan bukanlah garis akhir dari perjuangan, melainkan tongkat estafet untuk perbaikan yang berkelanjutan. Terima kasih yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh jajaran panitia, jajaran pengurus DPM, pihak rektorat, serta seluruh perwakilan Ormawa dan UKM yang telah bersinergi dengan luar biasa sepanjang tahun ajaran 2025/2026. Mari kita jaga api integritas ini agar tetap menyala, demi terciptanya iklim kemahasiswaan IIK Bhakti Wiyata yang semakin unggul, kritis, dan berintegritas tinggi.