Pertemuan Rutin

Pengertian, Struktur dan Contoh Esai yang Baik

Sobat inovasi pasti sudah tidak asing dengan yang namanya karya tulis ilmiah. Yup! Karya Tulis Ilmiah atau yang biasa kita singkat sebagai KTI adalah literatur ilmiah dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian atau pemikiran dari individu atau kelompok yang dapat disajikan dalam bentuk tertulis.

Karya tulis ilmiah ini bukan hanya terkait KTI seperti yang kita ketahui yakni tersusun atas latar beakang, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan lain sebagainya. Tapi, esai juga termasuk karya tulis ilmiah loh.

Esai tidak hanya untuk memenuhi tugas sekolah atau kulah saja loh Sobat Inovasi, tetapi esai juga dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa, mendaftar pekerjaan atau bahkan mendaftar kuliah.

Lalu, cara membuat esai yang benar itu bagaimana?

Yuk! Mari kita simak pembahasan terkait Pengertian, Struktur, dan Cara Membuat Esai yang Baik.

Esai adalah sebuah tulisan yang memvisualkan pemikiran penulis mengenai subjek tertentu yang coba dinilainya. Esai yang disampaikan harus logis dan mudah untuk dimengerti serta didukung oleh kenyataan dan opini-opini seorang penulis esai.

Ciri-ciri Esai

1. Berbentuk prosa

Dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figur.

2. Singkat

Dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.

3. Mempunyai Gaya Pembeda

Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.

4. Selalu Tidak Utuh

Penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis.

5. Memenuhi Kebutuhan Penulisan

Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran.

Struktur Pada Esai

1. Pengantar

Umumnya 1 hingga 2 paragraf yang berisikan satu atau lebih hal-hal berikut ini, antara lain definisi masalah, pembatasan asumsi, istilah-istilah teknis yang digunakan dan tujuan penulisan, yang dapat menguraikan secara seksama sebuah dalil yang kita ungkapkan.

2. Pembahasan

Bagian utama esai yang ditujukan untuk mengungkapkan bukti-bukti dalam bentuk, yaitu : Logika penalaran pribadi, teori-teori yang ada, secara empiris melalui penelitian, relevan dengan masalah yang kita bahas. Menyisipkan kontra pembahasan dalam setiap pertanyaan yang kita buat sehingga esai kita menjadi sulit untuk diserang. Dalam hal ini juga perlu mengumpulkan banyak bacaan dari topik yang dibahas dengan tentunya harus mencantumkan referensi-referensi. Hindari plagiarisme seandainya kita tidak bisa mendapatkan contoh-contoh dari teori, media, internet atau sumber-sumber yang lain, masukkan contoh-contoh dari pengalaman pribadi atau contoh praktis.

3. Penutup

Panjangnya penutup atau kesimpulan tergantung dari bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita ungkapkan dalam bagian definisi masalah pada bagian pembukaan.

Ketentuan Penulisan Esai

Di bawah ini terdapat beberapa ketentuan penulisan pada esai, antara lain :

– Naskah esai harus asli, bukan terjemahan, saduran atau mengambil karya yang sudah ada, penulisan esai menekankan pada aspek orisinilitas pemikiran.

– Esai dikerjakan secara individu.

– Isi esai harus sesuai dengan tema dan terdiri dari tiga bagian, yaitu pembuka, argumen, dan kesimpulan.

Format Penulisan Esai

Di bawah ini terdapat format penulisan esai, antara lain :

1. Esai diketik pada kertas A4

2. Margin 3 cm di setiap sisi kecuali sisi kiri 4 cm

3. Spasi 1,5

4. Menggunakan font jenis Times new roman ukuran 12 point

5. Panjang naskah 3 sampai 7 halaman

Contoh Esai

Judul : Dua sisi problematika pendidikan di Indonesia

Oleh : Rhou Dhaena

Jika dibandingkan dengan sistem pendidikan negara lain menurut saya Indonesia masih memiliki banyak kekurangan walaupun ada pula kelebihannya sistem pendidikan di Indonesia masih harus direvisi agar meningkatnya sumber daya manusia yang bermanfaat dan berkualitas agar dapat bersaing dengan SDM negeri lain. Kekurangan ini tidak hanya terletak pada sistem pendidikan namun juga pada peserta didik, sehingga untuk meningkatkan sistem pendidikan kita harus memperbaikinya dari akar masalahnya.

Permasalahan pendidikan di Indonesia yang pertama akan dibahas adalah kurikulum pendidikan. Di Indonesia kurikulum yang digunakan di sekolah tidak sama rata, masih banyak sekolah yang menggunakan kurikulum 2006 sehingga saat mereka naik ke jenjang kelas atau ke sekolah dengan kurikulum 2013 maka akan terjadi kebingungan sementara hingga mereka bisa beradaptasi pada kurikulum yang digunakan. bahkan ada juga sekolah yang berganti-ganti kurikulum karena sarana prasarana sekolah yang kurang karena pada kurikulum 2013 peserta didik akan membutuhkan pengetahuan akan teknologi dan akses ke teknologi tersebut yang berupa komputer atau laptop.

Selain itu akan terjadi permasalahan saat pindah ke sekolah dengan kurikulum yang berbeda yaitu berbedanya materi yang dipelajari contohnya seorang siswa SMP yang menggunakan kurikulum 2006 pindah ke SMA dengan kurikulum 2013 maka siswa tersebut akan bingung karena beberapa materi tidak pernah dijelaskan saat SMP dan akan tertinggal pelajarannya jika ia tidak bisa mengejarnya.

Salah satu kelebihan pada pendidikan Indonesia adalah kedisiplinan yang dihasilkan saat sekolah namun tidak semua sekolah di Indonesia menerapkan peraturan dengan tegas sehingga siswa tidak disiplin, karena dengan adanya peraturan di sekolah bisa membangun karakter pada siswa seperti tidak telat, tepat waktu mengerjakan tugas. jika peraturan ini tidak dilakukan dengan tegas maka akan sulit untuk membangun karakter siswa.

Permasalahan yang ada pada peserta didik adalah kurangnya minat untuk belajar walaupun tidak sepenuhnya permasalahan ini ada pada peserta didik namun juga pada guru pengajar. Sehingga untuk meraih pendidikan yang baik dan berkualitas diperlukan kerjasama antar peserta didik dan pengajar. Pengajar harus bisa melakukan pengajaran dengan kreatif dan tidak hanya terpaku pada fakta yang ada di buku tapi juga membuat siswa ikut berpikir padahal yang berkaitan dengan pelajaran sehingga siswa tidak menjadi siswa yang pasif namun aktif.

Jadi pendidikan di Indonesia memiliki banyak kekurangan dan untuk meningkatkannya dibutuhkan penyerataan sarana dan prasarana, materi pembelajaran yang tidak terpaku pada fakta, peningkatan pendidikan moral dan kreativitas agar Indonesia memiliki SDM yang berkualitas dan membangun generasi yang bermutu.

Itulah pengertian, ciri-ciri dan juga struktur esai yang baik. Apakah sobat Inovasi tertarik membuat esai? Pada dasarnya esai adalah karya tulis yang memvisualkan objek tertentu dalam pemikiran penulis dan kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!