Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para pembaca Blog Forum Kajian Islam IIK Bhakti Wiyata yang dirahmati oleh Allah SWT, dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci ramadhan 1445 H yang penuh berkah ini, maka UKM FKI baru saja mengadakan kegiatan Tadarus Al-Qur’an pada tanggal 18-25 Maret 2024 kemudian pada tanggal 26-28 Maret 2024 akan diadakan Tadarus puncak Nuzulul Qu’ran 17 Ramadhan 1445 H. Tadarus dan Khataman Al-Qur’an ini dilaksanakan di Musholla Putra (Untuk mahasiswa putra), dan di Musholla Putri (Untuk mahasiswa putri). Dengan Pembimbing Ibu Alfadefi Khalifatunnisak, S.ST., MKM dan juga bersama ibu Nurul Istiqomah, S.Si., M.Sc.
Tadarus Al-Quran adalah tradisi membaca dan mempelajari Al-Quran yang dilakukan oleh umat Islam, terutama selama bulan Ramadhan. Praktik ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan Muslim sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam karena dipercaya sebagai bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Umat Islam didorong untuk meningkatkan ibadah mereka, termasuk membaca Al-Quran, yang merupakan kitab suci umat Islam. Tadarus Al-Quran biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid-masjid atau di rumah-rumah, baik setelah shalat tarawih maupun pada waktu-waktu lain selama hari. Selain membaca, tadarus juga melibatkan diskusi dan pemahaman makna ayat-ayat yang dibaca, sehingga menambah pengetahuan dan keimanan. Tadarus Al-Quran yang mana merupakan salah satu tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan umat Islam, terutama pada bulan Ramadhan. Bulan suci ini tidak hanya diisi dengan puasa, tetapi juga dengan berbagai aktivitas ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya adalah membaca dan mempelajari Al-Quran secara bersama-sama. Tradisi tadarus ini berawal dari anjuran Nabi Muhammad SAW yang selalu membaca dan mengkhatamkan Al-Quran setiap bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bahkan memperbanyak bacaan Al-Quran pada bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya. Umat Islam percaya bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Quran akan mendapat pahala yang berlipat ganda, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Oleh karena itu, tadarus Al-Quran tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh pahala yang melimpah.
Nuzulul Quran, atau turunnya Al-Quran, juga merupakan peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan. Nuzulul Quran merujuk pada malam ketika wahyu pertama Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa ini terjadi pada malam ke-17 Ramadhan, meskipun ada juga yang meyakini bahwa itu terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, yang dikenal sebagai Lailatul Qadar. Al-Quran diturunkan secara bertahap selama 23 tahun masa kenabian Muhammad SAW. Malam Nuzulul Quran dikenang dan diperingati dengan penuh rasa syukur dan kebaktian oleh umat Islam di seluruh dunia. Mereka mengisi malam tersebut dengan lebih banyak membaca Al-Quran, berdoa, dan berzikir, serta merenungkan makna dan ajaran-ajaran yang terkandung dalam kitab suci tersebut. Tradisi ini menegaskan pentingnya Al-Quran sebagai petunjuk hidup bagi umat Islam dan sebagai sumber utama hukum dan moralitas Islam. Dengan demikian, tadarus Al-Quran dan peringatan Nuzulul Quran selama Ramadhan tidak hanya memperkaya spiritualitas umat Islam tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan dalam komunitas Muslim. Nuzulul Quran, atau turunnya Al-Quran, merupakan peristiwa monumental yang terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada malam Lailatul Qadar. Peristiwa ini menandai awal turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Malam Lailatul Qadar, yang disebut juga sebagai malam seribu bulan, diyakini memiliki keutamaan yang luar biasa. Pada malam tersebut, Al-Quran mulai diturunkan di Gua Hira dan berlangsung secara bertahap selama 23 tahun. Nuzulul Quran memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam karena Al-Quran adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup, hukum, dan sumber ajaran Islam. Peringatan Nuzulul Quran biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti ceramah, pengajian, dan tentu saja tadarus Al-Quran.
Kegiatan tadarus Al-Quran selama bulan Ramadhan biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid-masjid setelah shalat tarawih atau di rumah-rumah bersama keluarga. Tadarus tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga mencakup mempelajari tafsir dan makna dari ayat-ayat yang dibaca. Ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap ajaran-ajaran Al-Quran dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tadarus juga mempererat ikatan sosial dan kebersamaan dalam komunitas Muslim. Suasana Ramadhan yang penuh dengan kegiatan tadarus menciptakan lingkungan yang religius dan harmonis, di mana umat Islam saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan.
Dengan demikian, tadarus Al-Quran dan peringatan Nuzulul Quran selama bulan Ramadhan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperdalam iman, meningkatkan ketakwaan, dan memperkuat solidaritas sosial. Tradisi ini membantu umat Islam untuk selalu terhubung dengan Al-Quran sebagai sumber utama petunjuk hidup dan inspirasi spiritual.


Dokumentasi Kegiatan Tdarus Al-Qur’an di Musholla Putri IIK BHakti Wiyata Kediri.
