Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri kembali menghadirkan ruang diskusi inspiratif melalui Bincang Advokasi 4.0 yang mengusung tema “Scholarships & Self-Growth for a Future”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Januari 2026 bertempat di Gedung Graha Lantai 4 Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa beasiswa dan pengembangan diri merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mempersiapkan masa depan. Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne IIK sebagai bentuk rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap almamater. Sambutan disampaikan oleh Presiden Mahasiswa, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh perwakilan pihak kampus.
Pada sesi utama, materi disampaikan oleh Ibu Dr. Maria Magdalena Riyaniarti EW, M.Pd., M.Si., selaku Kepala Pusat Alumni dan Tracer Study, bersama Kak Ridhwan Fadly Saputra, Awardee DiscoverNUS Programme 2025, Awardee Beasiswa Djarum 2024/2025, serta Duta UNAIR 2023. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa beasiswa bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi jembatan untuk membuka mimpi pendidikan yang lebih luas. Namun, untuk meraihnya dibutuhkan kesiapan diri yang matang.
Mahasiswa diajak memahami pentingnya menjaga prestasi akademik, aktif berorganisasi, membangun relasi, serta memiliki perencanaan karier yang jelas. Selain itu, dibahas pula bagaimana membangun personal branding dan identitas diri yang kuat di era digital. Rekam jejak digital, konsistensi dalam berkarya, serta kontribusi nyata di lingkungan sekitar menjadi nilai tambah dalam proses seleksi beasiswa. Self-development bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan, tetapi juga tentang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.
Suasana forum berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang aktif dan penuh antusiasme. Banyak mahasiswa yang menggali informasi mengenai strategi lolos beasiswa, penyusunan CV dan motivation letter, hingga tips menghadapi wawancara. Diskusi ini menjadi ruang refleksi bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh kesempatan yang datang, tetapi oleh kesiapan diri dalam menyambutnya.
Secara umum, Bincang Advokasi 4.0 berjalan dengan lancar dan memberikan wawasan yang komprehensif bagi peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk berani bermimpi besar, mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, serta terus bertumbuh demi masa depan yang lebih cerah.
