Maephoria 3.0 International Competition

Wadah Kreativitas dalam bidang Akademik dan Non Akademik Mahasiswa dari Berbagai Penjuru Dunia Berskala International

MAEPHORIA 3.0 International Competition kembali sukses digelar tahun ini lebih tepatnya pada periode kepengurusan 2024/2025 dimana semua rangkaian MAEPHORIA menghadirkan semangat kompetisi yang berskala internasional. Event ini menjadi ruang khususnya bagi mahasiswa IIK Bhakta, mahasiswa eksternal dari berbagai perguruan tinggi Indonesia, hingga mahasiswa mancanegara untuk menyalurkan ide, gagasan, dan kreativitas dalam bentuk karya tulis ilmiah maupun poster. Sebagai penyelenggara, BEM IIK Bhakta sangat bangga karena melihat antusiasme luar biasa yang tercermin dari peserta yang mendaftar, mulai dari mahasiswa dalam negeri hingga peserta dari luar negeri yang turut meramaikan perlombaan.

MAEPHORIA 3.0 International Competition mengusung dua cabang perlombaan yang menjadi wadah berekspresi sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu akademik dan non akademik, dimana rangkaian perlombaannya meliputi :

Lomba Poster
Dalam kategori lomba poster ini tema yang diangkat adalah “Non Communicable Diseases: Prevention and Control” dimana ada tiga subtema yang bisa dipilih oleh peserta diantaranya :
The Role of Healthcare Systems in NCD Management, The Rising Global Burden of Non-Communicable Diseases, dan Addressing Socioeconomic Disparities in NCD Burden. Poster-poster yang dikirimkan peserta menunjukkan kreativitas luar biasa, desain yang menarik, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan dengan cara yang sederhana namun berdampak. Pada kategori lomba poster ini, jadwal pelaksanaan mulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil pemenang dilaksanakan pada bulan Februari hingga bulan Maret tahun 2025.

Sebagai penyelenggara, BEM IIK BHAKTA menentukan beberapa kriteria penilaian seperti Orisinalitas karya, kesesuaian konsep poster dengan tema, kualitas penyampaian pesan, penyajian visual, dan jumlah like pada instagram. Selain itu, Dewan juri dari kategori lomba poster ini tidak hanya dari panitia saja, melainkan dari internal kampus IIK Bhakta dan dewan juri mancanegara, diantaranya :
Dr. Muhammad Dayoob, BPharm, MSC, PhD yang berasal dari Malaysia dan Dr. Ika Rahmawati, S.Kep., Ns., M.Kep. yang merupakan dosen IIK Bhakti Wiyata.

Lomba Karya Tulis Ilmiah
Sementara itu, lomba karya tulis ilmiah menjadi ajang kreativitas mahasiswa dalam menyusun tulisan berbasis riset, data, dan analisis ilmiah. Lomba Karya Tulis Ilmiah ini mengangkat tema yang sama seperti kategori poster, yaitu “Non Communicable Diseases: Prevention and Control” dimana ada tiga subtema yang bisa dipilih oleh peserta diantaranya :
The Role of Healthcare Systems in NCD Management, The Rising Global Burden of Non-Communicable Diseases, dan Addressing Socioeconomic Disparities in NCD Burden. Untuk jadwal pelaksanaan lomba karya tulis ilmiah dari mulai pendaftaran dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada bulan Februari hingga bulan Maret.

Pada lomba karya tulis ini ada beberapa mekanisme pendaftaran diantaranya pengumpulan abstrak, pengumpulan fullpaper, dan yang terakhir adalah babak final. Selain itu, Dewan juri dari kategori lomba poster ini tidak hanya dari panitia saja, melainkan dari internal kampus IIK Bhakta dan dewan juri mancanegara, diantaranya :
Dr. Muhammad Dayoob, BPharm, MSC, PhD yang berasal dari Malaysia dan Dr. Reny Nugraheni, S.KM, MM, M.Kes, SH. yang merupakan dosen IIK Bhakta.

Semua karya mengangkat isu kesehatan terutama Penyakit Tidak Menular (PTM) sesuai tema yang diangkat pada perlombaan ini. Beberapa karya tulis dari pesertabaik dari Internal mahasiswa IIK Bhakta dan eksternal kampus juga memberikan sudut pandang baru yang membuka wawasan panitia dan para juri. Sejak tahap pendaftaran dibuka, panitia sudah melihat gelombang antusiasme yang tinggi. Banyak peserta yang menantikan event MAEPHORIA ini kembali hadir. Bagi sebagian mahasiswa, MAEPHORIA bukan hanya sekadar lomba, melainkan kesempatan untuk mengukur kemampuan diri, memperluas relasi, dan membawa nama baik almamater di tingkat internasional. Kesan positif juga datang dari para juri yang mengapresiasi kualitas karya yang masuk. Hampir semua peserta menunjukkan persiapan matang, riset mendalam, dan cara penyampaian yang profesional.