Setiap aktivitas otak manusia akan menghasilkan kombinasi atau pola gelombang otak. Pada satu kombinasi, pola gelombang tertentu akan berada pada posisi dominan di atas bergantung pada aktvitas yang dilakukan. Kombinasi gelombang otak harus berjalan secara seimbang, karena ketidakseimbangan gelombang otak akan menyebabkan seseorang mengalami masalah kesehatan, seperti kesehatan mental (mental illness) atau bahkan gangguan pada saraf otak.
Melansir dari Good Therapy, gelombang otak ditemukan oleh ahli saraf Jerman Bernama Hans Berger pada pertengahan tahun 1920-an, dimana ia orang pertama yang menghasilkan rekaman pola aktivitas listrik otak dengan elektroensefalografi (EEG). Sejak penemuannya, EEG sudah banyak digunakan untuk memberikan informasi mengenai kondisi mental dan saraf manusia dan dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit, seperti penyakit epilepsi, gangguan tidur, alzheimer, masalah mental, dan saraf.
Ketidakseimbangan pada pola aktivitas listrik otak dapat diindikasikan sebagai gejala atau kondisi medis tertentu. Untuk mengatasi ketidakseimbangan kombinasi gelombang otak, dapat dilakukan dengan terapi gelombang otak. Terapi gelombang otak ini adalah teknik pengobatan yang memanfaatkan gelombang suara untuk merangsang dan memperbaiki pola aktivitas listrik di otak. Salah satu terapi gelombang otak adalah Binaural Beat Therapy (BBT). BBT merupakan Teknik yang menggabungkan dua frekuensi nada berbeda yang dapat digunakan untuk: (1) mengurangi kecemasan, (2) membantu mengatasi rasa sakit, (3) menurunkan stress, (4) meningkatkan fokus dan konsentrasi, (5) meningkatkan kreativitas, (6) menumbuhkan suasana hati yang positif, dan (7) meningkatkan relaksasi.
Melansir dari Healtline, dilakukan penelitian pada delapan orang dewasa. Treatmen dilakukan dengan meminta delapan orang tersebut mendengarkan CD BBT dengan frekuensi gelombang delta 1 – 4 Hz selama 60 hari secara rutin. Partisipan diminta mengisi survey sebelum dan sesudah dilakukan treatmen yang berisi pertanyaan tentang suasana hati dan kualitas hidup yang mereka miliki. Berdasarkan hasil survey diperoleh bahwa mendengarkan BBT selama 60 hari secara rutin dapat meningkankan kualitas hidup dan menurunkan kecemasan. Akan tetapi penelitian ini masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar untuk mengetahui manfaat dan efek samping terapi gelombang suara yang digunakan pada terapi otak.
Terapi gelombang otak sering digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental pada seseorang. Meski terapi gelombang otak masih menjadi kontroversi, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi gelombang otak memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, antara lain
1. Membantu mengatasi PTSD
Terapi gelombang otak dipercaya dipercaya dapat menangani masalah gangguan mental yang disebut post-traumatic stress dosirder (PTSD). Gangguan mental PTSD dapat muncul ketika seseorang mengalami kejadian yang mengerikan atau traumatis, seperti: kecelakaan, bencana alam, atau kekerasan fisik dan seksual. Terapi gelombang otak untuk penderita PTSD dilakukan dengan cara pemantauan secara langsung pada aktivitas kelistrikan pada bagian otak pasien, kemudian penderita akan diberi rangsangan gelombang otak dalam bentuk nada akustik melalui alat pendengaran atau headset/headphone. Setelah beberapa kali terapi gelombang otak, Sebagian besar penderita diketahui mengalami perbaikan gejala PTSD. Terapi gelombang otak ini biasanya digunakan sebagai pengobatan tambahan untuk PTSD
2. Meringankan gejala depresi
Pola aktivitas kelistrikan dan gelombang otak seseorang yang mengalami gangguan, akan berpotensi mengakibatkan seseorang mengalami depresi. Pemberian terapi gelombang otak dapat meringankan gejala depresi yang diderita oleh seseorang. Selain dapat menurunkan depresi, terapi gelombang otak juga dapat meringankan gangguan cemas, membantu mengatasi insomnia, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan kreativitas. Meski disinyalir bahwa terapi gelombang otak memperikan pengaruh yang baik, tetapi masih perlu ada penelitian lebih lanjut terhadap efektivitas terapi tersebut pada kondisi mental tertentu.