{"id":72,"date":"2020-09-11T07:47:06","date_gmt":"2020-09-11T07:47:06","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/?p=72"},"modified":"2020-09-11T07:47:06","modified_gmt":"2020-09-11T07:47:06","slug":"trik-jitu-lulus-serdos-sertifikasi-dosen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/2020\/09\/11\/trik-jitu-lulus-serdos-sertifikasi-dosen\/","title":{"rendered":"TRIK JITU LULUS SERDOS (SERTIFIKASI DOSEN)"},"content":{"rendered":"\n<p>Assalamualaikum, salam sehat&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ditengah pandemi ini saya akan sedikit berbagi pengalaman saya. Tahun 2017 saya lulus S2 Kesehatan Reproduksi Universitas Airlangga Surabaya. Tahun 2019 saya baru mengurus jabatan fungsional alamdulillah AA saya turun ditahun yang sama.  Saya mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos) gelombang 1 tahun 2020, dan syukur alhamdulillah lulus. Harapan saya bagi teman-teman yang sedang berjuang untuk mendapatkan serdos kali ini, mendapatkan kemudahan dan kelancaran juga dalam prosesnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum jauh saya paparkan trik ampuhnya, berikut perjalanan data serdos:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Bakal Calon DYS\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ul><li>## <strong>Data D1<\/strong> : <em>updating<\/em> master data dosen PT<\/li><li>## <strong>Data D2<\/strong> : Data nominasi calon DYS<\/li><li>## <strong>Data D3<\/strong> : Bakal Calon DYS<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>2. Calon DYS<\/p>\n\n\n\n<ul><li>## <strong>Data D4<\/strong> : <\/li><li>(a) validasi biodata Induk Calon DYS (NKP &amp;NAP); <\/li><li>(b)\u00a0 pemenuhan komponen NBI dan NPA; <\/li><li>(c) penilaian persepsional (NPS); dan <\/li><li>(d) nilai gabungan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>3. DYS\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ul><li>## <strong>Data D5<\/strong>: <\/li><li>(a) penyusunan deskripsi diri; <\/li><li>(b) penilaian oleh PTPS <\/li><li>(c) yudisium kelulusan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Nah sekarang kita bahas trik ampuhnya&#8230;..<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TIPS 1<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cek aturan dan persyaratan yang berlaku pada saat pelaksanaan serdos berjalan. <\/p>\n\n\n\n<p>Persyaratannya:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Terdaftar di PD Dikti<\/li><li>Memiliki kualifikasi akademik sekurangnya S2<\/li><li>Memiliki NIDN\/NIDK<\/li><li>Memiliki masa kerja sekurangnya PT yang bersangkutan bertugas saat diusulkan<\/li><li>Memiliki jabatan akademik minimal AA<\/li><li>Inpassing<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>TIPS 2<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Periksa data diri baik di PD Dikti maupun di sister. Semua harus terisi data yang ada di Sister dari profil, tri dharma, hingga reward yang pernah didapat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TIPS 3<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Haram mencontoh sebagaian apalagi keseluruhan isi deskripsi diri, otomatis pasti TIDAK LULUS. Menceritakan semua kegiatan yang pernah dilakukan dengan jujur tentu akan menghindarkan kita dari kata plagiat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang harus dihindari ketika mengisi deskripsi diri : <\/p>\n\n\n\n<ul><li>Memaksa asesor berfikir keras untuk mengerti apa yang anda maksud, maka DD harus jelas ISI dan BENAR tata bahasanya <\/li><li>Jangan memberi fatwa, kuliah kepada asesor, maka jangan menuliskan hal-hal yang normatif, teoritis <\/li><li>Berikan contoh nyata\/kongkrit apa yang Anda lakukan, yang Anda alami, Anda rasakan <\/li><li>Hindari kalimat pengantar yang terlalu panjang sedangkan isinya sangat minimalis<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Perhatikan saat mengisi deskripsi diri:<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>2<\/strong>4 sub-unsur yang dinilai harus lengkap deskripsinya. Jangan sampai ada yang kosong! Jangan terlalu pendek (minimal 150 kata), tetapi jangan terlalu panjang. <\/li><li>Deskripsikan secara eksplisit apa yang telah Anda dikerjakan bukan yang seharusnya Anda kerjakan. <\/li><li>Berikan contoh konkrit bukan apa yang diangan-angankan atau yang ada dalam teori. <\/li><li>Konsisten, jangan ada yang kontradiktif antara satu aspek dengan aspek yang lain, apa yang ada dalam deskripsi diri dengan isi curriculum vitae<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>TIPS 4<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jangan melupakan DOA kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita sudah berusaha dengan maksimal, namun yang diatas adalah penentu segalanya.<\/p>\n\n\n\n<p> Semoga para pejuang serdos bisa dilancarkan hingga lulus. Amin<\/p>\n\n\n\n<p>Wassalamualaikum..<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalamualaikum, salam sehat&#8230; Ditengah pandemi ini saya akan sedikit berbagi pengalaman saya. Tahun 2017 saya lulus S2 Kesehatan Reproduksi Universitas Airlangga Surabaya. Tahun 2019 saya&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":219,"featured_media":73,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/users\/219"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72\/revisions\/76"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/yanuareka\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}