{"id":20,"date":"2020-06-25T16:34:40","date_gmt":"2020-06-25T09:34:40","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/?p=20"},"modified":"2020-06-30T08:27:54","modified_gmt":"2020-06-30T01:27:54","slug":"alasan-kenapa-kita-harus-memilih-sekolah-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/2020\/pendidikan\/alasan-kenapa-kita-harus-memilih-sekolah-kesehatan\/","title":{"rendered":"Alasan Kenapa Kita Harus Memilih Sekolah Kesehatan"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ketahui Alasan Kenapa Kamu Harus <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Kuliah Kesehatan<\/a><\/h2>\n\n\n\n<p>Melanjutkan <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kuliah setelah lulus SMA<\/a> memang sudah menjadi impian hampir semua generasi muda. Di era modern saat ini diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian atau kompetensi khusus di bidang tertentu, sehingga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan salah satu cara untuk mengasah keahlian atau kompetensi dalam diri seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Bob Aubrey dalam bukunya yang berjudul <em>Managing Your Aspirations: Developing Personal Enterprise in the Global Workplace<\/em> McGraw-Hill 2010, mengatakan bahwa Pengembangan pribadi meliputi segala kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat dan potensi, membangun sumber daya manusia dan memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak pilihan yang ditawarkan kepada generasi muda akan jadi apa nantinya. Mulai dari bidang sosial, alam, teknik, <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kesehatan<\/a>, seni, serta bidang lainnya. Kesemuanya memiliki peran tersendiri dan saling membutuhkan antara satu dengan lainnya, tak terkecuali <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">bidang kesehatan<\/a>. Ada banyak alasan kenapa Anda harus memilih <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">menjadi tenaga kesehatan<\/a>, dan <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">melanjutkan kuliah kesehatan<\/a>. Berikut ini alasannya :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesehatan Adalah yang Utama<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/image.freepik.com\/free-photo\/top-view-minimalist-red-heart-with-stethoscope_23-2148439066.jpg\" alt=\"Top view minimalist red heart with stethoscope Free Photo\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut Robert.H.Brook, dalam bukunya yang berjudul Redefining Health Care Systems 2017, mengatakan bahwa <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kesehatan<\/a> adalah sebuah sumber daya yang\u00a0 dimiliki\u00a0 semua\u00a0 manusia\u00a0 dan\u00a0 bukan\u00a0 merupakan\u00a0 suatu\u00a0 tujuan\u00a0 hidup\u00a0 yang\u00a0 perlu dicapai.\u00a0 <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Kesehatan<\/a> tidak terfokus kepada fisik yang bugar tetapi meliputi jiwa yang sehat di mana individu dapat bersikap toleran dan dapat menerima perbedaan. <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Bidang kesehatan<\/a> merupakan salah satu bidang yang paling primer dalam menjamin kesejahteraan hidup manusia bahkan sejak dahulu kala. Menjamin <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kesehatan <\/a>artinya memberikan peluang hidup lebih baik kepada manusia. Insan yang sehat membuka kemungkinan yang lebih besar akan lahirnya berbagai inovasi, ide, serta pemikiran yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Itulah sebabnya, <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kesehatan<\/a> adalah komponen utama yang dapat mewujudkan cita-cita seseorang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bekerja Sekaligus Menolong Sesama<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/image.freepik.com\/free-photo\/senior-woman-patient-touching-female-nurse-hand-shoulder_23-2147861496.jpg\" alt=\"Senior woman patient touching female nurse hand on shoulder Free Photo\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial bahkan sejak manusia dilahirkan ke dunia. Hubungan keluarga merupakan hubungan sosial pertama yang dijalin oleh seorang manusia. Jiwa sosial dalam diri manusia secara naluriah melahirkan rasa saling tolong menolong kepada sesama. Ini membuktikan bahwa dorongan menolong orang lain merupakan naluri alami manusia menurut Desmita \u00a0dalam bukunya Psikologi Perkembangan, tahun 2012. <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Menjadi tenaga kesehatan<\/a> memungkinkan seseorang menjalankan profesi sekaligus menolong orang lain. <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Tenaga kesehatan<\/a> adalah satu-satunya penolong yang memiliki keahlian dalam <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">menolong kesehatan seseorang<\/a> bahkan dalam kondisi darurat. Bayangkan saja, dalam kondisi darurat hanya <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">tenaga kesehatan<\/a> yang mampu memberikan pertolongan, misalnya <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_keperawatan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1perawat\">perawat<\/a>, <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=d3_kebidanan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=d3bidan\">bidan<\/a>, <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=d3_fisioterapi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=d3fisio\">fisioterapis<\/a>, hingga <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">dokter<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Ilmu Kesehatan<\/a> Bermanfaat Bagi diri Sendiri dan Keluarga<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/image.freepik.com\/free-photo\/granddaughter-talking-with-her-grandmother-sitting-wheelchair-cheerful-concept-happy-family_1150-4340.jpg\" alt=\"Granddaughter talking with her grandmother sitting on wheelchair, cheerful concept, happy family Free Photo\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Ilmu kesehatan<\/a> yang didapatkan selama <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kuliah kesehatan<\/a> bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, bahkan siapapun yang kita temui. Bekal <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">ilmu pengetahuan<\/a> yang didapatkan dapat menjadi pedoman hidup dan menjalani hidup sebaik-baiknya, bahkan seorang <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">tenaga kesehatan<\/a> selangkah di depan dalam menjalani hidup yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Tenaga Kesehatan<\/a> Akan Selalu Dibutuhkan Kapanpun<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/image.freepik.com\/free-vector\/online-doctor-illustration-concept_23-2148530141.jpg\" alt=\"Online doctor illustration concept Free Vector\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Disebutkan sebelumnya bahwa <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kesehatan <\/a>adalah hal yang paling utama dalam kehidupan manusia. Teori klasik H. L. Bloom menyatakan bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">derajat kesehatan<\/a> secara berturut-turut, yaitu: 1) gaya hidup (life style); 2) lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya); 3) <a href=\"http:\/\/www.rsgmiikbw.com\">pelayanan kesehatan<\/a>; dan 4) faktor genetik (keturunan). Keempat determinan tersebut saling berinteraksi dan pada akhirnya juga akan mempengaruhi <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">status kesehatan seseorang<\/a>. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">problem kesehatan<\/a> terkini yang masih belum terselesaikan merupakan salah satu akibat dari <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kurangnya tenaga kesehatan<\/a> yang ada di Indonesia. Dilansir dari kbr.id yang didapatkan dari Paparan Kabag Kepegawaian dan Umum Ditjen Farmalkes, <em>Pemetaan Kebutuhan <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_farmasi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1farmasi\">Tenaga Kefarmasian<\/a>, <\/em>Kemenkes RI, 2019; <em><a href=\"http:\/\/www.farmalkes.kemkes.go.id\">www.farmalkes.kemkes.go.id<\/a> <\/em>disebutkan bahwa Indonesia masih defisit <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">tenaga kesehatan<\/a>. Data yang berhasil dihimpun kbr.id adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Defisit <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">Dokter Gigi<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam Permenkes 75 Tahun 2014 dan Permenkes 9 Tahun 2014, Indonesia memiliki kebutuhan <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">dokter gigi<\/a> sebanyak 9.825 orang untuk Puskesmas Rawat Inap (Ranap) dan Non-Ranap. Tapi menurut data Ditjen Farmalkes, Indonesia baru memiliki 7.127 <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">dokter gigi<\/a> untuk Puskesmas. Artinya, masih ada defisit sebanyak 2.698 orang. Ditjen Farmalkes juga mencatat bahwa Indonesia membutuhkan 28.000 <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">dokter gigi<\/a> untuk klinik. Namun, sampai saat ini jumlah SDM riilnya belum diketahui.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Defisit <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=profesi_apoteker_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=profesi_apoteker\">Apoteker<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>Ditjen Farmalkes, jumlah <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=profesi_apoteker_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=profesi_apoteker\">apoteker <\/a>di Indonesia belum memenuhi standar. Idealnya, Puskesmas Ranap dan Non-Ranap membutuhkan 13.279 orang <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=profesi_apoteker_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=profesi_apoteker\">apoteker<\/a>. Namun, SDM riilnya hanya berjumlah 12.155 orang saja. Artinya, Indonesia masih kekurangan <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=profesi_apoteker_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=profesi_apoteker\">apoteker <\/a>sebanyak 1.124 orang. Sementara itu, Indonesia juga membutuhkan 14.000 apoteker untuk klinik. Namun, Ditjen Farmalkes belum punya data soal jumlah SDM riil yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Defisit Tenaga <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kesehatan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1kesehatan\">Kesehatan Masyarakat<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>Menurut UU No. 36 Tahun 2014, <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kesehatan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1kesehatan\">Tenaga Kesehatan Masyarakat<\/a> terdiri dari <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kesehatan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1kesehatan\">epidemologi kesehatan<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">tenaga promosi kesehatan<\/a> dan ilmu perilaku, pembimbing <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kesehatan kerja<\/a>, tenaga administrasi dan kebijakan <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">kesehatan<\/a>, tenaga biostatistik dan kependudukan, serta <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga<\/a>. Puskesmas dan klinik di Indonesia membutuhkan total 19.650 <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kesehatan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1kesehatan\">Tenaga Kesehatan Masyarakat<\/a>. Namun menurut data Ditjen Farmalkes, SDM riilnya hanya mencapai 13.458 orang saja. Dengan begitu, Indonesia masih defisit <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kesehatan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1kesehatan\">Tenaga Kesehatan Masyarakat<\/a> sebanyak 6.192 orang.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Defisit <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">Tenaga Gizi<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>UU No. 36 Tahun 2014 menyebut bahwa <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">Tenaga Gizi<\/a> adalah ahli di bidang <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">nutrisionis dan dietisien<\/a>. <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">Tenaga kesehatan<\/a> jenis ini bisa menangani pengaturan <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">standar gizi<\/a> untuk individu, masyarakat umum, ataupun pasien rumah sakit. Menurut standar yang diatur dalam Permenkes, seluruh Puskesmas Indonesia membutuhkan 13.279 <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">Tenaga Gizi<\/a>. Tapi SDM riil yang ada hanya 10.697, sehingga Indonesia masih defisit <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">Tenaga Gizi<\/a> sebesar 2.582 orang. Indonesia juga membutuhkan 14.000 <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">Tenaga Gizi<\/a> untuk klinik. Namun sampai sekarang jumlah SDM riilnya belum diketahui.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Defisit Teknisis Pelayanan Darah<\/h4>\n\n\n\n<p>Transfusi darah tergolong sebagai tindakan <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">medis<\/a> yang sangat beresiko dan bisa berakibat fatal. Karena itu, <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\/\">layanan kesehatan<\/a> Indonesia membutuhkan tenaga ahli yang disebut <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\/\">Teknisi Pelayanan Darah<\/a>. Menurut Ditjen Farmalkes, Puskesmas serta klinik di seluruh Indonesia membutuhkan 9.825 Teknisi Pelayanan Darah. Namun SDM riilnya hanya berjumlah 8.124, sehingga Indonesia masih defisit Teknisi Pelayanan Darah sebanyak 1.701 orang. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak sekali alasan yang tidak dapat disebutkan satu-persatu dalam artikel ini, kenapa kita harus menjadi tenaga kesehatan. Banyak yang beranggapan bahwa kuliah kesehatan atau sekolah kesehatan sangat sulit. Itu mungkin saja benar, tapi sekaligus tidak tepat. Seperti hal nya disiplin ilmu lainnya, setiap ilmu pengetahuan pasti harus melewati tahap pembelajaran terlebih dahulu. Ada ungkapan bahwa <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>Burung memulai terbang pertama kali dengan terjatuh.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Itu berarti, semua orang membutuhkan proses belajar. Karena seorang ahli berawal dari amatir. Tertarik <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\">sekolah kesehatan<\/a> di <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\/\">kampus kesehatan terbaik<\/a>? <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\/\">IIK<\/a> <a href=\"http:\/\/www.iik.ac.id\/\">Bhakti Wiyata<\/a> dapat menjadi pilihan pertama Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketahui Alasan Kenapa Kamu Harus Kuliah Kesehatan Melanjutkan kuliah setelah lulus SMA memang sudah menjadi impian hampir semua generasi muda. Di era modern saat ini&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":342,"featured_media":22,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[28,17,20,21,18,19,23,11,22,13,12,14,5,9,10,15,16,27,29,24,25,26,4,7,8,30,6],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/342"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20\/revisions\/25"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/wahyuqdr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}