Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2001 merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. PKM memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi mahasiswa dan prestasi perguruan tinggi dalam pemeringkatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejak diluncurkannya program ini, PKM memperoleh respon positif, baik di kalangan mahasiswa maupun pimpinan perguruan tinggi.
Hal ini tercermin dari bertambah banyaknya jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dan proporsal yang diunggah mahasiswa. Program Kreativitas Mahasiswa sangat mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, yaitu meningkatkan jumlah mahasiswa berprestasi.
Pencapaian jumlah mahasiswa berprestasi merupakan upaya semua pihak untuk terus konsisten dalam menyelenggarakan program kreativitas mahasiswa dengan baik.
Buku panduan PKM selalu upgrade setiap tahunnya sebagai pedoman mahasiswa dalam penyusunan proposal. Lolos seleksi PKM tidaklah mudah, kita diharuskan bersaing dengan mahasiswa seluruh Indonesia dari berbagai prodi sesuai bidang PKM yang kita pilih. Oleh karena itu, kita ingin membagikan sedikit tips dan trik agar lolos PKM setidaknya hingga pada tahap monitoring.
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri sendiri memfasilitasi para mahasiswanya untuk ikut berperan dalam kegiatan PKM ini dengan mengadakan workshop dan seminar. Workshop dan seminar tersebut berisi kiat-kiat dalam menyusun proposal serta bagaimana tips untuk membuat sebuah penelitian yang baik. Workshop dan PKM tersebut menghadirkan berbagai narasumber hebat yang berpengalaman dalam penulisan karya ilmiah.
Tips lolos PKM
1. Ikuti semua peraturan yang ada pada buku pedoman PKM.
Hal ini mungkin terdengar mudah dan remeh, tapi mengikuti seluruh panduan PKM yang ada dalam buku pedoman sangat penting, karena banyak sekali peserta yang tidak lolos hanya karena spasi atau ukuran font tidak sesuai dengan yang sudah tertera pada buku pedoman PKM. Jadi, sebagus dan semenarik apapun proposalnya jika tidak sesuai buku pedoman maka tidak akan bisa lolos ke tahap selanjutnya
2. Baca buku pedoman PKM sesuai tahun PKM yang dilombakan.
Terkadang setiap tahunnya Buku Panduan PKM selalu ada revisi atau tidak sama dengan Buku Panduan PKM pada tahun sebelumnya. Maka, untuk peserta atau mahasiswa yang mengikuti PKM harus membaca Buku Panduan PKM agar dapat membantu pada saat pembuatan proposal.
3. Pembuatan proposal sesuai buku panduan PKM.
Pada awalnya, dikenal lima jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKM- Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T) dan PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-I). Namun, sejak Januari 2009, Ditlitabmas mengelola 6 (enam) PKM. Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang semula menjadi tugas Direktorat Akademik dalam pengelolaannya, dilimpahkan kepada Ditlitabmas. Karena sifatnya yang identik dengan PKM-I, KKTM selanjutnya dikelola bersama-sama PKM-I dalam PKM-Karya Tulis (PKM- KT). Dengan demikian, di dalam PKM-KT terkandung dua program penulisan, yaitu: PKM- Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT). Nah, dari ke-6 PKM ini, pasti ada panduan tersendiri untuk pembuatan proposalnya.
4. Selalu usahakan mendapatkan PANDUAN dan ikuti aturan dan petunjuk yang ditetapkan.
Contoh proposal yang baik hanya digunakan sebagai referensi, bukan di-copy. Contoh hanya dibaca, saat menulis jangan pernah melihat apalagi membaca contoh.
5. Banyak berkonsultasi dengan pembimbing. Minta pembimbing membaca tulisan yang telah dihasilkan, jangan hanya meminta tanda-tangan.
6. Selalu berpikir kreatif dan inovatif.
7. Selalu pikirkan manfaat dan dampak dari karya yang akan anda hasilkan.
8. Jangan pernah menunda pekerjaan
9. Tujuan dan Sasaran Proposal Jelas dan Nyata.
Judul proposal, latar belakang, perumusan masalah, tinjauan pustaka, metode pelaksanaan program dan target luaran sebaiknya menunjukkan keterkaitan yang jelas agar proposal yang dibuat dapat ditarik benang merahnya. Gunakan kalimat yang singkat padat dan berbobot.
10. Jelas Jelas Bermanfaat Bagi Masyarakat.
11. Kerjasama Tim Yang Solid.
Daftar Pustaka :