{"id":65,"date":"2020-07-09T03:44:52","date_gmt":"2020-07-09T03:44:52","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/?p=65"},"modified":"2020-07-11T01:28:24","modified_gmt":"2020-07-11T01:28:24","slug":"stroke-pada-bayi-dan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/2020\/07\/stroke-pada-bayi-dan-anak\/","title":{"rendered":"Stroke Pada Bayi dan Anak"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"626\" height=\"417\" src=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-content\/uploads\/sites\/560\/2020\/07\/silhouette-two-girl-having-fun-nature_1150-5386.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-66\" srcset=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-content\/uploads\/sites\/560\/2020\/07\/silhouette-two-girl-having-fun-nature_1150-5386.jpg 626w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-content\/uploads\/sites\/560\/2020\/07\/silhouette-two-girl-having-fun-nature_1150-5386-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Stroke pada bayi baru lahir (<em>pediatric stroke<\/em>) merupakan suatu kondisi langka yang dialami 1 dari 4000 bayi baru lahir dan 2000 anak setiap tahunnya. Stroke adalah salah satu jenis penyakit pembuluh darah ke otak (<em>cerebrovascular). <\/em>Stroke dapat dikategorikan menjadi dua yaitu iskemik (disebabkan oleh kurangnya aliran darah) dan hemorrhagic (disebabkan oleh pendarahan di otak). Saat pembuluh darah di otak cedera, jaringan di sekitarnya kehilangan sumber darah dan ikut mengalami cedera. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tanda dan gejala <em>pediatric stroke<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Stroke pada anak-anak biasanya tiba-tiba muncul. Berikut beberapa gejala stroke pada anak:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Lemah atau mati rasa di satu bagian tubuh<\/li><li>Berbicara tidak jelas atau mengalami kesulitan dengan bahasa<\/li><li>Bermasalah saat menyeimbangkan tubuh dan berjalan<\/li><li>Mengalami masalah penglihatan seperti penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan<\/li><li>Tiba-tiba merasa lelah<\/li><li>Pergerakan ritmik tidak biasa pada salah satu atau kedua sisi tubuh<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Mendiagnosis <em>pediatric stroke<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saat anak mengalami gejala yang mengarah pada stroke, sangat penting untuk mendapat evaluasi cepat dan mendalam oleh seorang dokter anak atau dokter saraf untuk sesegera mungkin memulai perawatan dan menurunkan resiko masalah jangka panjang. Pencitraan (<em>imaging<\/em>) otak dan pembuluh darah seperti <em>Magnetic Resonance Imaging<\/em> (MRI) atau <em>Computed Tomography<\/em> (CT) diperlukan untuk mendiagnosis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengobatan <em>pediatric stroke<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di fase awal stroke, pengobatan terhadap anak berfokus pada pemulihan aliran darah ke otak. Pengobatan dapat dilakukan dengan kombinasi sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Terapi medis: Anak mengkonsumsi aspirin atau anticoagulants lainnya dan vitamin-vitamin khusus. Anak dengan penyakit stroke kemungkinan diobati dengan hydroxurea, terapi transfusi, atau keduanya. Mengobati dengan memecah gumpalan sukses dilakukan untuk orang dewasa, namun belum diijinkan dilakukan untuk anak.<\/li><li>Interventional neuroradiology: Jika anak mengalami ketidaknormalan pada koneksi pembuluh darah yang menuju ke otak (<em>arteriovenous malformation<\/em>) atau pembuluh darah dengan dinding yang lemah dan dapat mengembang dan robek (<em>aneurysm<\/em>), dokter akan memasang karteter di dalam pembuluh darah untuk membantu memperbaiki area yang tidak normal<\/li><li>Operasi: Prosedur operasi dapat dilakukan pada stroke tipe-tipe tertentu dan penyakit pembuluh darah lainnya. Operasi bergantung pada jenis penyebab stroke.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Penyembuhan pediatric stroke<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penanganan lanjutan pediatric stroke sangatlah penting. Saat anak sudah stabil, tim medis dan keluarga pasien membuat rencana untuk mengoptimalkan penyembuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tergantung pada dimana stroke muncul di otak, anak kemungkinan mengalami kesulitan berjalan, melihat, berbicara, atau membaca, kadang satu sisi tubuh lebih terpengaruh daripada sisi lainnya. Stroke dapat menyebabkan kejang-kejang atau juga mempengaruhi pemikiran dan emosi anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara keseluruhan, otak anak yang masih berkembang memiliki peluang yang lebih baik untuk sembuh dibanding dengan otak orang dewasa. Diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat meminimalisir resiko masalah jangka panjang, dan rehabilitasi sejak dini dapat membantu memaksimalkan penyembuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:<a href=\"https:\/\/www.hopkinsmedicine.org\/health\/conditions-and-diseases\/stroke\/pediatric-stroke#:~:text=Pediatric%20stroke%20is%20a%20rare,by%20bleeding%20into%20the%20brain).\"> John Hopkins Medicine<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Alih bahasa: Puji Wulandari <a href=\"http:\/\/iik.ac.id\">IIK Bhakti Wiyata<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stroke pada bayi baru lahir (pediatric stroke) merupakan suatu kondisi langka yang dialami 1 dari 4000 bayi baru lahir dan 2000 anak setiap tahunnya. Stroke adalah salah satu jenis penyakit pembuluh darah ke otak (cerebrovascular). Stroke dapat dikategorikan menjadi dua yaitu iskemik (disebabkan oleh kurangnya aliran darah) dan hemorrhagic (disebabkan oleh pendarahan di otak). Saat &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":557,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13,3,5,11,10,12],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/users\/557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65\/revisions\/71"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}