{"id":42,"date":"2020-07-04T06:52:00","date_gmt":"2020-07-04T06:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/?p=42"},"modified":"2020-07-08T02:21:46","modified_gmt":"2020-07-08T02:21:46","slug":"kesehatan-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/2020\/07\/kesehatan-mental\/","title":{"rendered":"Menormalisasi Kesehatan Mental"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"626\" height=\"417\" src=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-content\/uploads\/sites\/560\/2020\/07\/mental-health-awareness-concept_23-2148529355.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-43\" srcset=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-content\/uploads\/sites\/560\/2020\/07\/mental-health-awareness-concept_23-2148529355.jpg 626w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-content\/uploads\/sites\/560\/2020\/07\/mental-health-awareness-concept_23-2148529355-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-style-default\"><p><\/p><cite>People who are suffering from cancer, or from several limbs, or people who are blind reveive sympathy from others in this world. But people suffering from mental illnes are viewed as outcast by everyone. As if they&#8217;re disease or something.<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Seperti kutipan dialog di atas, gangguan mental saat ini masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak wajar. Berbeda dengan sakit fisik yang &#8220;dimaklumi&#8221; oleh banyak orang, pasien dengan gangguan mental cenderung dihindari oleh masyarakat dan tidak mendapat perhatian. Sistem dan fasilitas kesehatan untuk kesehatan mental juga masih sangat berbeda jauh baik kuantitas maupun kuantitasnya di masyarakat dibanding dengan fasilitas kesehatan fisik.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.kemkes.go.id\/resources\/download\/info-terkini\/hasil-riskesdas-2018.pdf\">Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018<\/a> menunjukkan penderita salah satu gangguan mental yaitu depresi hanya 9% yang menjalani pengobatan medis, sementara 91% sisanya tidak. Ini menunjukkan kesehatan mental masih tidak terlalu dianggap serius oleh masyarakat. Selain itu, adanya anggapan bahwa orang yang memiliki masalah mental disebut sebagai &#8220;orang gila&#8221; juga membuat pasien enggan untuk mengaku bahwa dirinya memiliki masalah mental dan berobat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Penyakit mental dan penyakit fisik sama-sama perlu diobati. Seperti virus flu yang dapat menyerang banyak orang, penyakit mental ringan seperti stres juga dapat menyerang banyak orang dengan mudah. Mari menormalkan penyakit mental seperti penyakit fisik. Mari berikan perhatian pada kesehatan mental seperti memberikan perhatian pada kesehatan fisik.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\">IIK Bhakti Wiyata<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>People who are suffering from cancer, or from several limbs, or people who are blind reveive sympathy from others in this world. But people suffering from mental illnes are viewed as outcast by everyone. As if they&#8217;re disease or something. Seperti kutipan dialog di atas, gangguan mental saat ini masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":557,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3,5,9,8],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/users\/557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42\/revisions\/55"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/pujiwulandari\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}