PENYULUHAN “ DAGUSIBU “ AGAR OBAT SESUAI MANFAAT

Salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang telah dilaksanakan dengan baik  adalah mengenai Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Penyuluhan “DAGUSIBU” agar obat sesuai manfaat.  Penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggal 8-12 Sepetember 2020 yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tata cara  terkait dengan cara mendapatkan obat yang benar, penggunaan obat yang tepat, penyimpanan obat yang sesuai dan cara pembuangan obat yang baik dan benar kepada masyarakat awam

DAGUSIBU merupakan singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang yang merupakan pesan bijak untuk meningkatkan informasi terkait pemakaian obat yang baik dan benar. Adapun penjelasannya dapat diuraikan sebagai berikut :

DApatkan

Tempat yang tepat dan aman untuk membeli obat, tentunya adalah di Apotek. Karena ruang penyimpanan obat di Apotek lebih terjamin sehingga distribuasi obat sampai ke tangan pasien dalam kondisi baik (keadaan fisik dan kandungan kimianya belum terjadi perubahan)

GUnakan

Sangat penting untuk membaca tentang cara penggunaan obat dan wajib memperhatikan tanggal kadaluarsanya. Penggunaan obat bebas atau bebas terbatas tidak dimaksudkan untuk penggunaan terus menerus.

Penggunaan obat milik orang lain, harus dihindari walau tampak serupa dan atau sejenis. Tanyakan pada apoteker untuk mendapatkan informasi obat yang lengkap.

Cara penggunaan obat yang baik dan benar, yaitu :

  1. Penggunaan obat sebaiknya tidak untuk pemakaian secara terus menerus.
  2. Gunakan obat sesuai dengan anjuran dan keterangan yang tertera pada etiket atau brosur.
  3. Bila obat yang digunakan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan atau keluhan, bisa menghentikan penggunaannya dan tanyakan lebih lanjut kepada Apoteker dan dokter.
  4. Hindarkan menggunakan obat orang lain walaupun gejala penyakit sama atau serupa

SImpan

Obat seharusnya disimpan sesuai dengan cara penyimpanan yang terdapat pada kemasan agar tetap stabil dan mutu obat terjaga.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  1. Simpan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Untuk obat tertentu perlu disimpan dalam lemari pendingin, seperti obat wasir (suppositoria)
  2. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  3. Simpan dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapat. Jangan memindahkan obat cair ke botol lain
  4. Jangan mencampur tablet dan kapsul dalam satu wadah
  5. Jangan menyimpan tablet dan kapsul tempat panas atau lembab karena dapat menyebabkan obat rusak
  6. Obat dalam bentuk cair sebaiknya tidak disimpan dalam lemari pendingin kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan obat
  7. Hindari kondisi yang menyebabkan obat menjadi beku
  8. Jangan tinggalkan obat di dalam mobil dalam jangka waktu lama karena perubahan suhu dapat merusak obat tersebut
  9.  Pisahkan penyimpanan obat dalam dan obat luar

BUang

Pembuangan obat merupakan kegiatan penyelesaian terhadap obat yang tidak terpakai karena kadaluarsa, rusak, ataupun mutunya sudah tidak memenuhi standar.

Cara pembuangan obat di rumah yaitu

  1. Pisahkan isi obat dari kemasan aslinya
  2. Lepaskan etiket dan tutup dari wadah atau botol obat, dan buang secara terpisah
  3. Buang isi obat melalui saluran air yang mengalir atau dipendam ke dalam tanah. Obat berbentuk tablet dihancurkan terlebih dahulu
  4. Buang dus obat atau inster/strip pembungkus obat setelah digunting terlebih dahulu
  5. Buang secara terpisah tutup dan tube (salep atau krim) setelah digunting terlebih dahulu.

 Sumber : Materi DAGUSIBU Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Metode Pengelolaan Obat Yang Tepat

Dalam kesempatan ini, diberikan penjelasan kepada kurang lebih 25 orang Ibu-Ibu yang aktif dalam kegiatan PKK Wisma Asri di RT 34 RW 06 Kecamatan/Kelurahan Pesantren Kediri.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini direspon positif oleh peserta yang dapat diketahui dari antusiasme dalam mendengarkan penjelasan oleh Narasumber dari Dosen Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri , yaitu Ninda Mulya Ike Ardilla, S.Kep., Ns., M.Kes. yang berlanjut pada pertanyaan seputar penggunaan obat juga sangat beragam. Penyuluhan ini  dalam segala persiapan dan pelaksanannya dibantu oleh  Dosen  Indah Susilowati , MH dan Ratna Frenty Nurkhalim, S.KM,. M.P.H

Pemahaman dan pengetahuan peserta terkait materi ini diketahui dengan wawancara, dan hasil dari menjawab kuisioner. Setelah dievaluasi, diperoleh tingkat pemahaman peserta terkait penggunaan obat yang benar dan penyimpanan obat yang sesuai dengan ketentuan masih belum dilaksanakan dengan baik Sangat penting untuk memberikan penjelasan dan meningkatkan  pengetahuan masyarakat tentang obat-obatan yang bisa diaplikasikan sehari-hari, sehingga bisa menjamin kualitas obat dan menghindari penyalahgunaan obat yang saat ini sedang marak terjadi. Memperlakukan obat yang tidak semestinya dapat menyebabkan obat mengalami kerusakan dan tidak bisa dipakai bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan mencemari lingkungan.