{"id":6,"date":"2021-06-11T02:43:34","date_gmt":"2021-06-11T02:43:34","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/?p=6"},"modified":"2021-10-12T18:29:49","modified_gmt":"2021-10-12T11:29:49","slug":"seminar-hima-s1-farmasi-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/2021\/06\/11\/seminar-hima-s1-farmasi-2021\/","title":{"rendered":"Seminar HIMA S1 Farmasi 2021"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"578\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.04-578x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7\" srcset=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.04-578x1024.jpeg 578w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.04-169x300.jpeg 169w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.04.jpeg 722w\" sizes=\"(max-width: 578px) 100vw, 578px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hallo sobat Farmasis, Alhamdulilah kemarin pada tanggal 14 Februari 2021, HIMA S1 Farmasi<a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?nl=id\"> Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri <\/a>telah melaksanakan progam kerja yaitu Seminar yang berjudul &#8221; Peluang dan Tantangan Farmasi di ERA Revolusi Industri 4.0 &#8220;. Acara berjalan berjalan cukup lancar yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Farmasi yang dimulai pukul 08.00-11.00 WIB. Total ada 400 mahasiswa yang ikut serta menghadiri seminar ini, dari tingkat 1,2,3 dan 4. Seminar ini mengundang Narasumber dari Alumni IIK Bhakti Wiyata yang sudah berkecimpung di bidang indstri farmasi, yaitu Apt. Eki Marlia Dewi,S.Farm dan Apt. Vina Lestari Puri,S,Farm. <\/p>\n\n\n\n<p>Adapun rundwon acara Seminar &#8220;Peluang dan Tantangan Farmasi di ERA Revolusi Industri 4.0&#8221; yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Briefing panitia<\/li><li>Registrasi Peserta<\/li><li>Pembukaan<\/li><li>Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IIK Bhakti Wiyata dan pemutaran video profil Hima S1 Farmasi<\/li><li>Sambutan Kaprodi S1 Farmasi<\/li><li>Sambutan Ketua Pelaksana<\/li><li>Sesi Penyampaian materi 1<\/li><li>Sesi Tanya jawab<\/li><li>Sesi Penyampaian materi 2<\/li><li>Sesi Tanya jawab<\/li><li>Doa dan penutupan<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Kedua narasumber memberikan wawasan dan ilmu di bidang industri seperti sejarahnya industri farmasi, kemajuan industri farmasi, dan teknologi industri farmasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri Farmasi <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Periode Perkembangan Industri Farmasi di Indonesia<\/strong><br>Dalam perkembangannya, industri farmasi di Indonesia mengalami beberapa periode hingga saat ini.<br>&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p><strong><em>Periode Masa Penjajahan<\/em><\/strong><br>Dalam periode ini bisa dibilang sebagai merupakan tonggak sejarah kefarmasian di Indonesia pada umumnya diawali dengan pendidikan asisten apoteker semasa pemerintahan Hindia Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Periode Setelah Kemerdekaan<\/strong><br>Setelah dijajah lebih dari 3,5 abad, industri farmasi mulai berkembang setelah kemerdekaan. Periode setelah perang Kemerdekaan sampai dengan tahun 1958, jumlah tenaga asisten apoteker mulai bertambah jumlah yang relatif lebih besar. Di tahun ini jumlah apoteker mengalami peningkatan yang luar biasa. Apoteker Indonesia juga bukan hanya berasal dari pendidikan dalam negeri saja tapi juga luar negeri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Periode 1958-1967<\/strong><br>Di tahun ini merupakan salah satu tahun yang cukup signifikan di mana perkembangan industri farmasi mengalami satu peningkatan karena dikeluarkannya Undang-Undang Penanaman Modal Asing<br><br>(PMA) pada tahun 1967 dan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 1968 yang mendorong perkembangan industri farmasi Indonesia hingga saat ini. Dewasa ini, industri farmasi di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang cukup pesat dengan pasar yang terus berkembang dan merupakan pasar farmasi terbesar di kawasan ASEAN.<br><br>Tapi disisi lain, peraturan ini membuat industri farmasi menghadapi hambatan yang cukup berat. Hal ini disebabkan karena kurangnya devisa dan terjadinya sistem penjatahan bahan baku obat sehingga industri yang dapat bertahan hanyalah industri yang memperoleh bagian jatah atau mereka yang mempunyai relasi dengan luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Periode Tahun 1980<\/strong><br>Melihat keterpurukan yang terjadi dalam industri farmasi, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 1980 tentang perubahan atas PP No. 26 Tentang Apotek. Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Tak hanya itu, Pemerintah juga mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang pemberian izin Apotek terus berubah mulai dari UU No.3\/1953 tentang pembukaan apotek sampai dengan Kepmenkes No.1332\/Menkes\/SK\/X\/2002 tentang perubahan PERMENKESRI No.922\/Menkes\/PER\/X\/1992 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin apotik sesuai dengan perkembangan dunia bisnis dan ilmu serta teknologi yang berkembang saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pasar Farmasi Indonesia Berevolusi Sejak 2014<\/strong><br>Tahukah Anda bahwa sejak tahun 2014 lalu pasar farmasi Indonesia secara signifikan berevolusi. Hal ini dikarenakan pemerintah meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN sebenarnya dinilai cukup mengganggu industri farmasi. Meskipun mampu memperluas cakupan pasar dan menyediakan akses layanan dan perawatan kesehatan bagi masyarakat luas, pemerintah memasang harga yang cukup ketat untuk obat-obatan yang diterima dalam JKN. Obat-obatan ini kemudian disediakan secara gratis untuk warga negara yang memenuhi syarat saat berobat.<br><br>Awalnya, jumlah pasien JKN terus meningkat pesat sedangkan jumlah pasien yang menanggung biaya pengobatannya sendiri justru menjadi cenderung stagnan. Namun, banyak pasien yang akhirnya lebih memilih menanggung biaya kesehatan sendiri untuk merawat kondisi tertentu karena tak ingin berlama-lama menunggu saat memanfaatkan JKN.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perkembangan Industri Farmasi Disaat Pandemi<\/strong><br>Seperti yang kita tahu, wabah COVID-19 sudah menyebar semenjak awal Maret lalu. Hal ini tak hanya berefek pada industri farmasi di Indonesia. Sebagai&nbsp; pasar farmasi terbesar di Asia Tenggara. Menurut Fitch Solutions, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara dengan pertumbuhan sektor farmasi tercepat di kawasan Asia Tenggara selama beberapa dekade ke depan.<br><br>Namun dilansir dari Oxford Business Group (OBG), akibat pandemi virus corona, Indonesia dinilai perlu meningkatkan kapasitas produksi farmasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mendesak tujuannya agar dapat melindungi negara.<br><br>Dalam kondisi ini, perusahaan farmasi yang mampu bertahan di tengah gangguan pasar akibat wabah COVID-19 adalah yang memiliki portofolio terdiversifikasi. Perusahaan ini umumnya tidak bergantung pada produksi obat-obatan tertentu yang digunakan untuk penyakit langka maupun non-kritis.<br><br>Namun, di sisi lain pada bulan Februari, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa wabah COVID-19 ini sebenarnya menciptakan peluang untuk mendorong produksi farmasi dalam negeri. Hal ini dilihat dari tingkat penyerapan bahan baku lokal dalam proses manufaktur obat-obatan. Sekitar 90 persen bahan baku yang digunakan oleh perusahaan farmasi Indonesia merupakan produk impor di mana 60 persennya diimpor dari Cina.<br>Terkait hal tersebut, Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) menyatakan bahwa rata-rata akibat dari pandemi produksi industri farmasi Indonesia turun hingga 60 persen di bulan Mei yang artinya para produsen farmasi di Indonesia mulai mempertimbangkan untuk mendiversifikasi rantai pasokan ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, tak hanya dari Tiongkok.<br><br>Hal lain yang kita pahami saat ini, walaupun memberikan dampak pada penurunan industri farmasi, pandemi Covid-19 juga memberikan efek positif bagi industri farmasi. Diantaranya terdapat banyak relaksasi aturan yang sangat membantu industri farmasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu lah serangkain acara Seminar dari HIMA S1 Farmasi. Semoga ilmu dan wawasan dari pemateri bisa diterapkan dalam perkuliahan dan waktu kerja nanti. <\/p>\n\n\n\n<p> <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"519\" src=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.07-1024x519.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8\" srcset=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.07-1024x519.jpeg 1024w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.07-300x152.jpeg 300w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.07-768x389.jpeg 768w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.07-1200x608.jpeg 1200w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.07.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"485\" src=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.06-1024x485.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9\" srcset=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.06-1024x485.jpeg 1024w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.06-300x142.jpeg 300w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.06-768x364.jpeg 768w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.06-1200x568.jpeg 1200w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.06.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"529\" src=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.05-1024x529.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10\" srcset=\"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.05-1024x529.jpeg 1024w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.05-300x155.jpeg 300w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.05-768x397.jpeg 768w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.05-1200x620.jpeg 1200w, https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-content\/uploads\/sites\/588\/2021\/06\/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-09.23.05.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hallo sobat Farmasis, Alhamdulilah kemarin pada tanggal 14 Februari 2021, HIMA S1 Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri telah melaksanakan progam kerja yaitu Seminar&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":583,"featured_media":7,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4,9,7,8,13,10,3,11,12,5],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/583"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6\/revisions\/67"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}