{"id":475,"date":"2023-08-09T08:58:08","date_gmt":"2023-08-09T01:58:08","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/?p=475"},"modified":"2023-08-09T08:58:08","modified_gmt":"2023-08-09T01:58:08","slug":"indium-hari-sumpah-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/2023\/08\/09\/indium-hari-sumpah-pemuda\/","title":{"rendered":"INDIUM: HARI SUMPAH PEMUDA"},"content":{"rendered":"\n<p>[Hari Sumpah Pemuda]<\/p>\n\n\n\n<p>Hari Sumpah pemuda jatuh pada tanggal 28 oktober 1928, dan diperingati setiap tahunnya<br>Sumpah pemuda adalah hari bersejarah ketika pemuda-pemudi Indonesia mengucapkan ikrar untuk bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, dan kesatuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Makna sumpah pemuda ada 3 yaitu :<br>Satu tumpah darah, artinya Bangsa Indonesia tidak lagi terpisah pisah walaupun dipisahkan oleh laut, hakikatnya tetap negara Indonesia<br>Satu Bangsa, Artinya sekelompok orang yang tinggal di suatu wilayah dan berada dibawah satu pemerintahan contohnya suku jawa, sunda, batak, minangkabau, dan asmat<br>Satu bahasa, artinya memiliki beragam suku dan bahasa daerah yang beragam, namun suatu negara butuh bahasa persatuan dan kesatuan, maka Bahasa indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi Mendidik untuk Umum (Indium)<br>Departemen Media, Komunikasi, dan Informasi<br>Kabinet Agni Natya<br>Himpunan Mahasiswa S1 Farmasi<\/p>\n\n\n\n<p>Instagram : himafarmasi_iik<br>TikTok : himafarmasi_iik<br>YouTube : Hima S1 Farmasi IIK Bhakta<br>Blog : blog.iik.ac.id\/himas1farmasi<br>LinkedIn : HIMA S1 FARMASI IIK BHAKTA<br>Email : hima.s1farmasi@iik.ac.id<br>WhatsApp : 0852 3204 0106<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[Hari Sumpah Pemuda] Hari Sumpah pemuda jatuh pada tanggal 28 oktober 1928, dan diperingati setiap tahunnyaSumpah pemuda adalah hari bersejarah ketika pemuda-pemudi Indonesia mengucapkan ikrar&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":583,"featured_media":476,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,29,127],"tags":[4,9,7,18,125,25,14,13,10,3,124,11,12,5,66,117,21],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/475"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/583"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=475"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":477,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/475\/revisions\/477"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/himas1farmasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}