{"id":21,"date":"2020-06-06T07:01:10","date_gmt":"2020-06-06T07:01:10","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/?p=21"},"modified":"2020-06-06T07:01:10","modified_gmt":"2020-06-06T07:01:10","slug":"swamedikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/2020\/06\/06\/swamedikasi\/","title":{"rendered":"Swamedikasi"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote has-text-align-center is-style-large\"><p>Swamedikasi telah dilakukan masyarakat secara luas. Kepedulian masyarakat untuk berobat dan mencapai kesembuhan menjadi salah satu motivasi untuk melakukan swamedikasi. Dalam dunia kesehatan khususnya farmasi, telah berkembang pula obat-obat baru untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Di sinilah peran aktif kita sebagai tenaga kesehatan dituntut untuk lebih optimal. Terwujudnya masyarakat yang tidak hanya sehat, namun teredukasi dalam penggunaan obat yang rasional menjadi suatu visi dunia kesehatan. Pemberian informasi seputar obat dari tenaga kesehatan farmasi merupakan suatu oasis bagi pasien. Mari kita sinergiskan serta curahkan tenaga, pikiran kita untuk terus maju dan berdedikasi dalam pemberian informasi obat. Sukses selalu untuk rekan-rekan sejawat farmasi. Salam SMK Bisa, SMK Hebat, SMK Luar Biasa. Bhakti wiyata terdepan dalam prestasi. Sepi ing Pamrih , Rame ing Gawe. Selamat membaca.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\">\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Saat ini masyarakat telah menyadari betapa pentingnya kesehatan bagi diri mereka pribadi dan keluarganya dengan melakukan berbagai cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegahnya dari serangan penyakit. Hal ini diupayakan melalui berbagai upaya untuk mencegahnya. Self care merupakan tindakan individu yang dilakukan untuk diri mereka sendiri dalam rangka menjaga dan memelihara kesehatan, mencegah maupun berhadapan dengan penyakit. Berolahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan rendah kalori serta membiasakan meminum air putih 8 gelas sehari merupakan contoh dari self care. Salah satu unsur dari self care adalah self medication yang lebih dikenal dengan istilah swamedikasi.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><span style=\"color: #000080\"><strong>PENGERTIAN<\/strong><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan oleh individu yang bertujuan untuk mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obatan yang dapat dibeli bebas di apotek atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. Dalam hal ini masyarakat merasa butuh akan penyuluhan yang jelas dan tepat mengenai penggunaan secara aman dai obat-obatan yang dapat mereka beli secara bebas tanpa resep dokter di apotek.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Sementara menurut Permenkes No.919\/MENKES\/PER\/X\/1993, Swamedikasi\u00a0 \u00a0adalah\u00a0 \u00a0Pengobatan\u00a0 \u00a0diri\u00a0 \u00a0sendiri\u00a0 \u00a0yaitu\u00a0 \u00a0penggunaan\u00a0 \u00a0obat-obatan atau menenangkan diri bentuk perilaku untuk mengobati penyakit yang dirasakan atau nyata. Pengobatan diri sendiri sering disebut dalam konteks orang <em>mengobati diri sendiri, <\/em>untuk meringankan penderitaan mereka sendiri atau sakit., secara sederhana swamedikasi adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Namun bukan berarti asal mengobati, justru pasien harus mencari informasi obat yang sesuai dengan penyakitnya dan apoteker-lah yang bisa berperan di sini. Apoteker bisa memberikan informasi obat yang objektif dan\u00a0 rasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Swamedikasi dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan mulai dari batuk pilek, demam, sakit kepala, maag, gatal-gatal hingga iritasi ringan pada mata. Sedangkan konsep modern swamedikasi adalah upaya pencegahan terhadap penyakit, dengan tentunya mengkonsumsi vitamin dan food suplement untuk meningkatkan daya tahan tubuh.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>ALASAN BERKEMBANGNYA SWAMEDIKASI<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Hal-hal yang melatarbelakangi berkembangnya swamedikasi dikalangan masyarakat saat ini adalah:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Harga obat yang melambung tinggi, ditambah biaya pelayanan kesehatan yang semakin mahal, menyebabkan sebagian masyarakat berinisiatif mengobati dirinya sendiri dengan obat-obatan yang tersedia di pasaran tanpa melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Biasanya golongan ini akan mengarah kepada obat-obat mulai kategori OTC (obat bebas dan obat bebas terbatas), DOWA.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Pergeseran pola pengobatan dari kuratif rehabilitatif ke arah preventif promotif. Penyebabnya adalah tingkat pengetahuan masyarakat yang semakin tinggi, penghasilan perindividu meningkat, teknologi informasi semakin cepat, mudah dan jelas, dan lain-lain. Untuk ini upaya yang dilakukan adalah pencegahan terhadap kemungkinan terserang suatu penyakit, dan obat-obat yang dicari adalah food suplement atau obat-obat bebas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Perkembangan teknologi farmasi yang inovatif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Jenis atau merek obat yang beredar telah diketahui atau dikenal\u00a0masyarakat luas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Berubahnya peraturan tentang obat atau farmasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Pengaruh informasi atau iklan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Kemudahan mendapatkan obat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>KONSELING SWAMEDIKASI<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Konseling swamedikasi sebaiknya dilakukan untuk penyakit ringan dan yang sangat penting sebelum melakukan swamedikasi harus mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan penyakit yang diderita serta obat yang sesuai untuk mengobati penyakit tersebut dan juga bagi kondisi fisik pasien. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam swamedikasi adalah:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Membaca secara teliti informasi yang tertera pada kemasan atau brosur yang disisipkan di dalam kemasan meliputi: komposisi zat aktif, indikasi, kontraindikasi, dosisi, efek samping dan cara penggunaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Memilih obat dengan jenis kandungan zat aktif sesuai keperluan, seperti jika gejala penyakitnya hanya batuk maka pilih obat yang digunakan untuk mengatasi batuknya saja dan tidak perlu obat penurun demam.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Menggunakan obat swamedikasi hanya jangka pendek (seminggu), jika gejala menetap atau memburuk maka segera konsultasikan ke dokter.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Memperhatikan aturan pakai, bagaimana cara memakainya, berapa jumlahnya, dipakai sebelum atau sesudah makan serta berapa lama pemakaiannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Memperhatikan tentang tanggal kadaluarsa obat yang akan diserahkan kepada pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Memperhatikan cara penyimpanan obat yang baik, agar mutu obat tetap terjaga selama penyimpanan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Memperhatikan tentang cara memusnahkan obat bila terjadi sisa obat pada pasien.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>RUANG LINGKUP PENYAKIT YANG BISA DILAKUKAN PELAYANAN SWAMEDIKASI<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Tidak semua penyakit bisa diterapkan swamedikasi. Penyakit yang bisa dilakukan swamedikasi adalah sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Batuk<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Flu<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Demam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Nyeri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Sakit maag<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Kecacingan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Diare<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Biang keringat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Jerawat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Kadas\/kurap dan Panu<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Ketombe<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Kudis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Kutil<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>GANGGUAN YANG TIDAK BISA DILAKUKAN SWAMEDIKASI<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Terdapat beberapa penyakit yang tidak bisa dilakukan Tindakan swamedikasi atau pengobatan sendiri. Penyakit tersebut diantaranya adalah gangguan jantung dan pembuluh, diabetes millitus, penyakit-penyakit infeksi, gangguan jiwa dan kanker. Untuk penyakit tersebut adalah penting sekali untuk mencari pertolongan dokter sedini mungkin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Di bawah ini disebutkan sejumlah gejala berbahaya, yang tidak boleh diobati sendiri karena menunjukkan pada suatu penyakit yang serius.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Kebanyakan keluhan pada mata<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Batuk dan serak yang bertahan lebih lama dari 1-2 minggu dan tidak mau sembuh, juga batuk darah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Terjadinya setiap perubahan pada tahi lalat atau kutil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Rasa nyeri atau sulit menelan yang tidak mau sembuh<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Borok yang tidak mau sembuh<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">BAB atau BAK dengan darah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Susah buang air kecil atau buang air kecil disertai rasa nyeri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Keluarnya lender\/darah yang berlebihan dari vagina<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Timbulnya benjolan kecil atau asing pada payudara atau tempat lain dari tubuh<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Demam diatas 40 derajat yang bertahan lebih lama dari 2-3 hari, yang disertai gejala-gejala lain seperti nyeri tenggorokan (dengan bintik-bintik putih), ruam kulit yang hebat atau lepuh<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Diare atau muntah-muntah yang sangat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>DAMPAK POSITIFNYA<\/strong>\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Pencegahan maupun pengobatan yang lebih dini<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Biaya yang lebih\u00a0terjangkau dan cepat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>DAMPAK NEGATIFNYA\u00a0<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Dampak negatif swamedikasi adalah obat dapat membahayakan Kesehatan, apabila tidak digunakan sesuai dengan aturan, pemborosan biaya dan waktu apabila salah menggunakan obat,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Kemungkinan kecil dapat timbul reaksi obat yang tidak diinginkan, misalnya sensitifitas, efek samping atau resistensi,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Penggunaan obat yang salah akibat salah diagnosis dan pemilihan obat dipengaruhi oleh pengalaman menggunakan obat di masa lalu dan lingkungan sosialnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>MANFAAT SWAMEDIKASI<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Swamedikasi bermanfaat dalam pengobatan penyakit atau nyeri ringan, hanya jika dilakukan dengan benar dan rasional, berdasarkan pengetahuan yang cukup tentang obat yang digunakan dan kemampuan nengenali penyakit atau gejala yang timbul. Swamedikasi secara serampangan bukan hanya suatu pemborosan, namun juga berbahaya.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>K<\/strong><strong>R<\/strong><strong>I<\/strong><strong>TE<\/strong><strong>R<\/strong><strong>I<\/strong><strong>A OBAT YANG DIGUNAKAN<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Sesuai permenkes\u00a0 No.919\/MENKES\/PER\/X\/1993, kriteria obat \u00a0yang\u00a0 dapat \u00a0diserahkan\u00a0 tanpa resep:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 ta<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Pengobatan sendiri \u00a0dengan \u00a0obat \u00a0dimaksud \u00a0tidak \u00a0memberikan \u00a0risiko \u00a0pada \u00a0kelanjutan penyakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Penggunaannya tidak \u00a0memerlukan \u00a0cara \u00a0atau \u00a0alat \u00a0khusus \u00a0yang \u00a0harus \u00a0dilakukan \u00a0oleh tenaga kesehatan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat dimaksud \u00a0memiliki \u00a0rasio \u00a0khasiat \u00a0keamanan \u00a0yang \u00a0dapat \u00a0dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>S<\/strong><strong>YARAT SUATU OBAT SWAMEDIKASI<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat harus aman,kualitas dan efektif,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat yang digunakan harus punya indikasi, dosis, bentuk sediaan yang tepat,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat yang diserahkan harus disertai informasi yang jelas dan lengka<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>JENIS OBAT YANG DIGUNAKAN<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat bebas : tanda lingkaran hitam, dasar hijau<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat bebas terbatas : tanda lingkaran hitam, dasar biru<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Suplemen makanan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat Tradisional (Jamu, Obat herbal terstandart dan Fitofarmaka)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Obat Wajib Apotek (OWA) Merupakan obat keras yang bisa diserahkan oleh apoteker tanpa resep dokter, tanda: lingkaran hitam, dasar merah (HANYA APOTEKER YANG BOLEH MENYERAHKAN SECARA LANGSUNG)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>INFORMASI TENTANG OBAT YANG HARUS DISAMPAIKAN<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Nama obat dan kekuatannya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Indikasi dan aturan pakai<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Cara menggunakan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Kemungkinan terjadinya efek samping yang akan dialami<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Berapa lama obat harus digunakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Apa yang harus dilakukan jika terlupa minum atau menggunakan obat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Mekanisme kerja obat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Efek pada gaya hidup<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Cara penyimpanan obat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Interaksi antar obat dan makan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Saran untuk mempercepat kesembuhan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>PASIEN YANG PERLU PERHATIAN KHUSUS<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Ibu hamil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Ibu menyusui<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Anak-anak di bawah 2 tahun (pediatric)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Orang tua diatas 65 (lansia\/gerontic)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>METODE SWAMEDIKASI<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Metode <strong>WWHM<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>W\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0: <em>Who is it for <\/em>? <\/strong>(Siapa yang sakit)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>W\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <em>What are the symptoms <\/em>? <\/strong>(Apa gejalanya)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>H\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0: <em>How long have the symptoms <\/em>? <\/strong>(Berapa lama gejala diderita)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>A\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0: <em>Actions taken so far <\/em>? <\/strong>(Tindakan apa yang sudah dilakukan)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>M\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0: <em>Medications they are taking <\/em>? <\/strong>(Obat apa yang sudah digunakan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Metode <strong>ASMETHOD<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>A\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <em>A<\/em><em>ge \/ appearance <\/em><\/strong>(Usia Pasien)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>S\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0 : <em>Self or someone else <\/em><\/strong>(Dirinya sendiri atau oran lain yang sakit)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>M\u00a0 \u00a0 \u00a0 : <em>Medication \u201cregularly taken on prescription or OTC\u201d <\/em><\/strong>(Pengobatan yang sudah digunakan baik dengan resep maupun dengan non resep)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>E\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <em>E<\/em><em>xtra medicine <\/em><\/strong>(Usaha lain untuk mengatasi gejala sakit)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>T\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0: <em>Time persisting <\/em><\/strong>(Lama gejala)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>H\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <em>History <\/em><\/strong>(Riwayat jalan)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>O\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <em>O<\/em><em>ther symptoms <\/em><\/strong>(gejala lain)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>D\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <em>D<\/em><em>anger symptoms <\/em><\/strong>(gejala yang berbahaya)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>PENGAYAAN ISTILAH<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>Dosis, <\/strong>takaran suatu obat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>Indikasi, <\/strong>suatu kondisi yang menandakan pasien perlu mendapatkan obat tersebut<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>Kontraindikasi, <\/strong>kondisi dimana pasien tidak boleh menerima obat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>Efek samping, <\/strong>efek yang tidak diinginkan dari suatu obat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>Interaksi obat, <\/strong>informasi ini memuat sejumlah obat atau makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat yang ada di brosur karena dapat terjadi efek-efek yang tidak diinginkan<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>SUMBER PUSTAKA<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">BUKU :<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Depkes RI. (2007). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta : Departemen Kesehatan RI<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Qiyaam, Nurul, M. Farm. Klin., Apt dan Baiq Leny Nopitasari, M. Farm., Apt. 2018. Swamedikasi. Yogyakarta : Penerbit Deepublish<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">Tan, Drs. H.T dan Drs. Kirana Rahardja. 1993. Swamedikasi. Jakarta : BPOM<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\">INTERNET:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><a style=\"color: #000080\" href=\"https:\/\/www.keselamatankeluarga.com\/swamedikasi-pemilihan-obat-tanpa-resep-dokter\/\">https:\/\/www.keselamatankeluarga.com\/swamedikasi-pemilihan-obat-tanpa-resep-dokter\/<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><a style=\"color: #000080\" href=\"http:\/\/niken-wulandari.blogspot.com\/2010\/01\/swamedikasi.html\">http:\/\/niken-wulandari.blogspot.com\/2010\/01\/swamedikasi.html<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><a style=\"color: #000080\" href=\"https:\/\/www.guesehat.com\/arti-tulisan-pada-kemasan-obat-berikut\">https:\/\/www.guesehat.com\/arti-tulisan-pada-kemasan-obat-berikut<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><a style=\"color: #000080\" href=\"http:\/\/scholar.unand.ac.id\/51594\/2\/BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf\">http:\/\/scholar.unand.ac.id\/51594\/2\/BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><a style=\"color: #000080\" href=\"https:\/\/www.kimiafarmaapotek.co.id\/entry\/peran-apoteker-dalam-swamedikasi\">https:\/\/www.kimiafarmaapotek.co.id\/entry\/peran-apoteker-dalam-swamedikasi<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\"><strong>LATIHAN SOAL<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"color: #000080\"><strong>JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH INI !<\/strong><\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"color: #000080\">Jelaskan pengertian swamedikasi !<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Jelaskan alasan munculnya swamedikasi !<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Apakah dampak negative dari swamedikasi ?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Apa yang dimaksud dengan konseling dalam swamedikasi?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000080\">Menurut pendapat Saudara, amankah praktik swamedikasi?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Swamedikasi dilakukan oleh masyarakat secara luas. Terdapat motivasi besar oelh mas<\/p>\n","protected":false},"author":395,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/395"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions\/34"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/faruqazhar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}