{"id":5,"date":"2024-05-04T02:18:05","date_gmt":"2024-05-04T02:18:05","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/?p=5"},"modified":"2024-05-04T02:18:05","modified_gmt":"2024-05-04T02:18:05","slug":"warisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/2024\/05\/04\/warisan\/","title":{"rendered":"WARISAN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-left\">Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.  Berbicara tentang warisan, ada banyak kalimat yang terlintas dalam pikiran baik tentang apa yang pernah didengar maupun yang dibaca. Warisan yang selama ini kita pahami sebagai bentuk pemberian orang tua kepada anaknya, itu yang familiar bagi kita. Kecenderungan mengarah kepada Harta atau kekayaan. Terlepas dari orang tua mempersiapkan atau memang secara tiba-tiba mutlak menjadi bagian dari anak karena hukum mengatur demikan. namun ketika dalam hidup kita tahu bahwa bentuk kekayaan bukan hanya tentang uang atau harta dalam bentuk barang namun juga penyakit. Warisan penyakit, kita sering menyebutkan nya sebagai penyakit genetik namun munculnya penyakit genetik dan warisan penyakit berbeda. ketika penyakit genetik muncul dari usia anak-anak atau usia tertent, sedangkan warisan penyakit kadang kala dipengaruhi oleh cara hidup kita yang sama dengan orang tua kita. Dalam sebuah jurnal dikatakan&#8221; <em>Shared environmental factors and habits likely account for much of the reason why strokes can seem to run in families. But genetics also plays a key role<\/em> &#8221; . Ada satu hal yang tidak bisa kita khianati yaitu DNA tubuh kita, genetik tubuh kita. namun dalam hal penyakit stroke, mereka muncul bukan sebagai sebuah penyakit tiba-tiba namun itu adalah akumulasi dari semua tindakan kita. Dalam teori yang kita pelajari di kelas ada yang disebut Faktor Resiko, dimana faktor ini akan menjadi penyebab terjadi nya penyakit masih 50:50. Lalu apakah sebuah warisan penyakit itu juga sama dengan Faktor resiko, yang jumlah nya cuma 50% dalam hidup kita? Terlepas dari penyakit genetik dan faktor resiko, itu semua adalah warisan yang ditinggalkan oleh generasi sebelumnya kepada generasi selanjutnya. kita yang saat ini menjadi generasi selanjutnya, akan berubah menjadi generasi sebelumnya, karena kita akan mewarisakan sesuatu. Lalu warisan apa yang kau tinggalkan ? salah satu penulis mengatakan bahwa dengan menulisa maka kau meninggalkan warisan bukti kehadiran mu di bumi ini. Dalam kata pembuka kita, dikatakan bahwa Hikmat itu adalah warisan lalu hikmat itu apa? yang perlu kita perhatikan adalah kalimat selanjutnya bahwa keuntungan bagi orang melihat matahari, kenapa? karena ketika manusia masih bisa melihat matahari, manusia masih hidup, manusia bisa mencari hikmat itu. Karena hikmat pada dasarnya berbeda untuk setiap orang yang secara general tujuan dari hikmat adalah kita menghargai hidup dan memanusiakan manusia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari. Berbicara tentang warisan, ada banyak kalimat yang terlintas dalam pikiran baik tentang apa yang pernah didengar maupun yang dibaca. Warisan yang selama ini kita pahami sebagai bentuk pemberian orang tua kepada anaknya, itu yang familiar bagi kita. Kecenderungan mengarah kepada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":147,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/users\/147"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5\/revisions\/6"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}