{"id":38,"date":"2024-09-12T01:20:02","date_gmt":"2024-09-12T01:20:02","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/?p=38"},"modified":"2024-09-12T01:20:02","modified_gmt":"2024-09-12T01:20:02","slug":"self-medication","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/2024\/09\/12\/self-medication\/","title":{"rendered":"Self Medication"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagaimana kamu bisa mengobati diri anda sendiri? manusia hidup membutuhkan orang lain, dalam proses bersalin misalnya, apakah ada manusia yang bisa melahirkan sendiri? dalam beberapa kasus ada orang-orang yang berusaha melahirkan sendiri namun kelahiran itu bisa berakibat buruk bagi yang melahirkan atau yang dilahirkan. lalu ketika manusia mati, apakah manusia bisa pergi ke kuburan sendiri atau mungkin mengkremasi diri nya sendiri, memerlukan orang lain untuk melakukan nya. Lalu bagaimana dengan manusia yang sakit, ada cerita dimana ketika Ibu merasa bahwa dia merasa bahwa dia bisa hidup sendiri, dan melakukan sesuatu sendiri, namun tiba-tiba memberi rasa gatal dipunggungnya, yang bahkan tangan tidak bisa mengapainya dan bahkan ketika mengosokan punggung ke dinding pun tidak bisa membantu mengurangi rasa gatal itu. jadi dia perlu nenek tetangga sebelah hanya untuk mengaruk dan mengurangi rasa gatalnya. lalu apa arti dari Self Medication dalam bahasa farmasi sehari-hari kita menyebutnya adalah swamedikasi, pengobatan mandiri, pengobatan untuk diri sendiri. Disini diri sendiri menjadi aktif, baik dalam menghasilkan obat untuk diri sendiri, melalui mencari tahu sampai mendapatkan obatnya. Jadi ada dua kemungkinan dia akan menemukan obatnya tanpa bantuan orang lain dengan mencari bahan alam, atau dia akan memerlukan bantuan orang lain agar mendapatkan obatnya. Inti dari self medication itu adalah diri sendiri tahu apa yang diinginkan, namun keinginan itu belum tentu disertai dengan pengetahuan, maka dia akan mencari tahu pengetahuan dari orang lain atau sekarang dari google misalnya. Apakah diperbolehkan untuk mengobati diri sendiri? ditengah kasih kebanyakan orang yang sudah menjadi diri sendiri, ditengah banyak nya qoute tentang siapa yang peduli dengan dirimu kalau tidak kamu sendiri, maka diperbolehkan atau tidak diperbolehkan bukan menjadi inti. Pemerintah sebenarnya telah mengatur tentang swamedikasi, pembatasan tentang obat yang boleh diberikan kepada pelaku swamedikasi, dibatasi dalam perkataan untuk mengobati gejala ringan dan tidak memerlukan tindakan profesional. jadi mengobati diri sendiri, itu ada batasan nya, mungkin bisa katakan batasan nya adalah kemampuan kita, kita memerlukan orang lain untuk mengobati diri kita sendiri ketika usaha kita sudah tidak mampu melakukan nya. Kita memerlukan orang lain karena memang kodratnya manusia hidup berdampingan dengan orang lain, bahkan Hawa pun diciptakan Tuhan karena melihat bahwa manusia sendiri itu tidak baik. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana kamu bisa mengobati diri anda sendiri? manusia hidup membutuhkan orang lain, dalam proses bersalin misalnya, apakah ada manusia yang bisa melahirkan sendiri? dalam beberapa kasus ada orang-orang yang berusaha melahirkan sendiri namun kelahiran itu bisa berakibat buruk bagi yang melahirkan atau yang dilahirkan. lalu ketika manusia mati, apakah manusia bisa pergi ke kuburan sendiri &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":147,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/users\/147"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38\/revisions\/39"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}