{"id":19,"date":"2024-05-20T02:09:05","date_gmt":"2024-05-20T02:09:05","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/?p=19"},"modified":"2024-05-20T02:09:05","modified_gmt":"2024-05-20T02:09:05","slug":"stroke-ringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/2024\/05\/20\/stroke-ringan\/","title":{"rendered":"Stroke Ringan"},"content":{"rendered":"\n<p>Gejala nya yang nampak bagi kebanyakan orang berbeda, ada yang mengeluhkan salah satu tangan kesemutan atau ada semut berjalan-jalan disana, leher kaku, dan ada juga beberapa orang nyeri leher yang begitu lama muncul dan pergi. Beberapa orang yang mungkin dikategorikan &#8220;Melek&#8221; atau mungkin terlalu takut akan segera pergi kedokter, justru dengan demikian mereka akan menemukan diagnosa penyakitnya. Yang menjadi masalah berikutnya setelah tahu adalah menjadi takut, karena sering kali ketika dijelaskan tentang penyakit mereka, mereka hanya akan mendengar bahwa itu stroke ringan. lalu muncullah &#8220;rumor&#8221; bahwa ada juga yang nama nya Stroke ringan. Lalu apa sebenarnya &#8220;Stroke Ringan&#8221; ini, dalam istilah medis dulu ketika mendefinisikan &#8220;Transient Ichemik Acute&#8221; gangguan neurologis sementara dan mendadak karena ada nya sumbatan arteri menuju otak. Kenapa dikatakan dahulu, karena pada tahun 2020 didefinisikan ulang bahwa TIA episode transien disfungsi neurologis yang disebabkan oleh otak fokal, sumsum tulang belakang atau iskemia retina tanpa ada nya infark akut. jadi hanya ada hipoksia disana, karena gangguan aliran darah bisa dari arteti jantung ataupun arteri di otak. untuk lebih menjelaskan apa beda Stroke dan TIA, bila stroke memiliki sumbatan pembuluh darah yang tidak bisa kembali normal sedangkan pada TIA sumbatan ini akan kembali normal, sumbatan akan hancur sendiri dan aliran darah keotak akan normal kembali. Namun ada beberapa kasus TIA yang akan berubah juga menjadi Stroke bila sumbatan nya letak dan jumlahnya banyak. Lalu apa yang harus dilakukan bagi orang yang terdiagnosa TIA atau istilah lah Stroke Ringan, sama perlakuan nya, kita harus mulai peduli. Kebanyakan melihat Hp dengan posisi kepala yang mengadah keatas menjadikan leher akan tertekan untuk waktu yang lama. Adakalanya kita akan merasa nyeri di bagian leher yag menjalar ke lengan dan seluruh tangan kita. gejala kecil seperti ini apakah bisa terjadi, ketika saya menuliskan ini saya juga mengalami hal demikan, ketika saya mengaca pada diri saya berapa jam yang saya butuhkan untuk memegang Hp untuk melihat layar laptop untuk berkerja, lebih dari 12 jam yang gunakan untuk itu. Saya tidak ingin menjadi drama queen namun kadangkala ketika kita sakit ringan saja seolah-olah hal ituakan menjadi hal yang besar dan kita terlalu melankolis untuk mengakui bahwa mungkin saja ini akan menjadi penyakit permanen yang tinggal tetap dalam tubuh saya. TIA bukan lah hal yang bisa dianggap sepele itu merupakan tanda bahwa tubuh sedang mengalami masalah, ada sumbatan di dalam pembuluh darah kita. darimana asal sumbatan itu? tentu dari diri kita sendiri, apa yang kita makan apa yang kita lakukan semua nya &#8220;berlebih&#8221;. Mungkin salah satu sebabnya adalah ketika kita berdoa Tuhan berikan kami kelimpahan, dan ketika semua melimpah kita lupa bahwa doa yang diajarkan ke kita adalah &#8221; berikan kami makanan kami secukupnya&#8221;, ya makan secukupnya. Bila kita minta berlimpah dan diberikan berlimpah, sedangkan makanan kita secukupnya, sisa berkah yang diberikan itu untuk apa? atau mungkin untuk siapa?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gejala nya yang nampak bagi kebanyakan orang berbeda, ada yang mengeluhkan salah satu tangan kesemutan atau ada semut berjalan-jalan disana, leher kaku, dan ada juga beberapa orang nyeri leher yang begitu lama muncul dan pergi. Beberapa orang yang mungkin dikategorikan &#8220;Melek&#8221; atau mungkin terlalu takut akan segera pergi kedokter, justru dengan demikian mereka akan menemukan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":147,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/users\/147"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19\/revisions\/20"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/ernianika\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}