FACE
Mengamati wajah yang pertama kali kita lihat dari nya adalah bentuk rambutnya apakah lurus, bergelombang, keriting atau jenis yang tidak bisa kita identifikasikan. Kemudian warna rambut, kebanyakan akan bewarna hitam, hitam pun akan ada beberapa versi ada yang hitam pekat, hitam kemerahan karena ada beberapa yang bewarna merah, hitam kecoklatan dan juga warna putih, itu adalah warna asli belum kalau dicat rambutnya. lalu kita melihat bentuk wajahnya ada yang berbentuk oval,lonjong, kotak, bulat dan mungkin ada juga bentuk wajah nya berubah-rubah. kemudian kita melihat bentuk dahinya, kalau dahi kebanyakan orang indonesia adalah lebar istilah orang jawa adalah “nonong” kita tidak terlalu banyak berpikir apalagi tersinggung ketika kita disebut dengan istilah itu, karena kebanyakan dari kita memiliki dahi “nonong”. Lalu kita melihat bentuk alis, ada yang lurus, melengkung, tipis dan tebal, warna hitam dan ada juga yang pendek dan panjang. Selanjutnya adalah bentuk mata kita, ada yang bulat, oval, sipit, lebar dan juga mata yang warna pupil nya hitam, biru dan hijau. Kemudian kita melihat kelopak mata, bagi kebanyakan orang Indonesia kebanyakan kelopak mata nya adalah double sehingga ketika marah, mata akan nampak melebar dan besar, namun ada beberapa suku yang hanya memiliki satu kelopak mata. lalu kita melihat hidung ada yang pendek, panjang, pesek dan macung itu adalah istilah yang umum digunakan selain ada juga beberapa hidung yang nampak besar dan kecil. Mulut adalah berikutnya yang kita amati, ada bibir tebal dan tipis, ada yang warna nya merah dan hitam, ada yang kecil dan besar, ada juga lebar dan panjang. Namun semua apa yang nampak dalam wajah kita nampak tepat pada porsinya. Ketika ada orang dengan sakit gigi yang tidak kunjung sembuh, membuat mulut jadi membengkak, maka wajah menjadi berubah. Ketika tiba-tiba menjadi pelo, bibir miring sebelah dan sebagian wajah menjadi kaku, itu adalah beberapa indikasi bahwa gejala stroke sedang terjadi. dari wajah kita bisa tahu bahwa ada bagian tubuh kita yang sakit, pandangan mata kita ketika sakit akan berbeda ketika kita sehat, meskipun ada juga beberapa orang yang bisa menyembunyikan rasa sakitnya. Pernah kah ada mengamati wajah anda sendiri, atau mungkin ketika kita bertemu orang lain, pernah kah ada mengamati wajahnya. Dalam beberapa kesempatan saya diminta untuk mengamati, meskipun itu akan menjadi susah ketika bertemu dengan banyak wajah setiap hari. Wajah menjadi cerminan hati kita atau hati kita tercermin dalam wajah?