Uncategorized

Blended Learning, Untuk Solusi Pembelajaran di Era New Normal

Salah satu metode pembelajaran yang cocok digunakan untuk saat ini adalah metode blended learning. Blended Learning adalah pola pembelajaran percampuran antara pembelajaran di kelas (face to face) dan online (webinar, zoom, google meet). Namun pada saat pandemi ini yang digunakan adalah metode online dengan memanfaatkan multimedia baik sinkron (synchronous) dan asinkron (asynchronous).

Apa itu pembelajaran sinkron?

Contohnya online learning sinkron adalah obrolan online dan konferensi video. Setiap alat pembelajaran real-time, seperti pesan instan yang memungkinkan siswa dan guru, mahasiswa dan dosen untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dengan segera, adalah pembelajaran sinkron. Daripada belajar sendiri, siswa/mahasiswa yang mengikuti pembelajaran sinkron dapat berinteraksi dengan siswa/mahasiswa lain dan guru/dosen mereka selama pelajaran berlangsung.

Manfaat dari pembelajaran sinkron adalah bahwa hal ini memungkinkan siswa/mahasiswa menghindari perasaan terisolasi karena mereka berkomunikasi dengan orang lain selama proses belajar. Namun, pembelajaran sinkron tidak begitu fleksibel dalam hal waktu karena mahasiswa harus menyisihkan waktu tertentu untuk menghadiri sesi pengajaran langsung atau belajar online pada waktu yang sebenarnya (real-time). Jadi mungkin tidak ideal bagi mereka yang sudah memiliki jadwal yang padat.

Apa itu pembelajaran asinkron?

Pembelajaran asinkron di sisi lain bisa dilakukan bahkan saat siswa/mahasiswa atau guru/dosen sedang offline (tidak aktif). Kursus dan komunikasi yang disampaikan melalui web, email dan pesan yang diposting di forum komunitas adalah contoh sempurna dari e-learning asinkron. Siswa/mahasiswa biasanya akan menyelesaikan mata kuliah/pelaharan mereka sendiri dan sekadar menggunakan internet sebagai alat pendukung, bukan menjelajah secara online hanya untuk kelas interaktif.

Siswa/mahasiswa mampu mengikuti kurikulum dengan kecepatan mereka sendiri tanpa harus khawatir tentang masalah penjadwalan. Ini mungkin merupakan pilihan sempurna bagi pengguna yang senang bersantai dalam setiap rencana pelajaran dalam kurikulum, dan lebih memilih untuk mencari topik sendiri.

Pelaksanaan Blended Learning di Sekolah dan Perguruan Tinggi

Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata dan SMK Kesehatan Bhakti Wiyata sudah menggunakan pembelajaran dengan blended learning, karena siswa/mahasiswa sudah menggunakan pola belajar mandiri.

Dalam pelaksanaanya blended learning guru dan dosen perlu meramu blended learning di masing-masing program studi, karena implementasi blended learning pasti berbeda-beda karena harus student-oriented, sesuai kebutuhan. Fokusnya adalah penyediaan materi dan panduan yang jelas.

Posisi multimedia dalam blended learning bukan tujuan, tapi cara mencapai tujuan. Untuk memudahkan pembelajaran yang dirasa sulit ketika disampaikan secara langsung.

Itulah sedikit pembahasan terkait pembelajaran menggunakan metode blended learning di masa pandemi. Adanya pandemi Covid-19 ini memaksa kita melangkah lebih cepat dalam hal inovasi pembelajaran. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita bisa melakukan aktifitas normal kembali seperti sedia kala.