
Dalam rangka memilih Gubernur BEM FKG IIK Bhakti Wiyata Periode 2023/2024 dan sebagai agenda tahunan yang biasa diadakan, maka telah dilaksanakan program kerja debat pada tanggal 12 Agustus 2023 pukul 13.10 WIB. Dengan adanya program kerja ini, akan membantu mahasiswa-mahasiswa IIK Bhakti Wiyata untuk mengenal lebih dekat dan memberi pandangan terhadap para kandidat calon Gubernur BEM FKG dan juga sebagai sarana memperkenalkan serta menyampaikan visi dan misi dari masing-masing kandidat.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan jadwal yang berbeda dengan program kerja debat pada organisasi lainnya. Kegiatan ini kami langsungkan melalui media Zoom Cloud Meeting yang telah kami persiapkan dengan sebaik mungkin. Kegiatan ini juga berjalan dengan lancar walaupun dilaksanakan secara daring atau virtual, sama sekali tidak mengurangi suasana yang penuh semangat dan cukup menegangkan antar kandidatnya.
Pada kegiatan program kerja debat ini diawali dengan pembukaan dan doa yang dibawakan langsung oleh MC yang bertugas. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Bhakti Wiyata oleh seluruh audience. Selanjutnya adalah sambutan yang diberikan oleh Achmad Khoiruzzadit Taqwa selaku ketua pelaksana program kerja debat, dilanjutkan dengan sambutan oleh Misbahkul Amri Anro selaku Gubernur BEM FKG IIK periode 2022/2023, dan yang terakhir sambutan oleh drg. Rudi Irawan, M.Si yang mewakili drg. Afrida Nurmalasari, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi IIK Bhakti Wiyata.
Acara selanjutnya adalah pengenalan serta penyampaian visi dan misi dari masing-masing kandidat, dimulai dari kandidat nomor urut 1 yaitu Dimas Nauval Ar Razid, kemudian kandidat nomor urut 2 yaitu Diona Ajeng Berliansa, dilanjut dengan kandidat nomor urut 3 yaitu Rahmad Zapriant Iqbal Dzazuly dan kandidat nomor urut 4 yaitu M. Akbar Maulana Nurdin. Setelah pengenalan dan penyampaian visi dan misi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diberikan oleh setiap juri kepada salah satu kandidat. Juri yang bertugas pada Debat Gubernur ini adalah drg. Moh. Khafid, M.Kes, drg. Eka Resti Efrata, MDSc, dan drg. Rudi Irawan, M.Si.
Pada acara debat inti ini dibagi menjadi 2 sesi dimana pada sesi pertama akan diacak untuk pembagian antara tim government (2 kandidat) dan tim opposition (2 kandidat). Setelah terbentuk antara 2 tim maka akan dilanjutkan pembacaan kebijakan dan pembacaan kasus pertama yang akan dibacakan langsung oleh moderator debat yang bertugas. Kemudian diberikan waktu selama 4 menit untuk memberi tanggapan dan setelah waktu habis, moderator langsung mempersilahkan tim opposition untuk menyampaikan pendapatnya dan diberikan waktu selama 4 menit untuk 2 kandidat. Sesi 1 acara debat ini diberikan waktu selama 24 menit dan diakhiri dengan penyampaian pemenang yang disampaikan langsung oleh tiap juri terhadap tim government dan tim opposition. Setelah sesi 1 acara debat berakhir dilanjutkan dengan sesi 2 dan 3 acara debat dengan mekanisme dan sistem kerja yang sama.
Kemudian setelah sesi 1 sampai dengan 3 acara debat berakhir, sampailah pada penghujung acara yakni acara penutup oleh MC. Acara debat gubernur ini diikuti oleh mahasiswa pre-klinik, dan mahasiswa klinik.
