{"id":45,"date":"2022-09-01T08:00:00","date_gmt":"2022-09-01T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/?p=45"},"modified":"2022-09-13T10:49:34","modified_gmt":"2022-09-13T03:49:34","slug":"gelombang-beta-yang-dihasilkan-oleh-otak-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/2022\/09\/01\/gelombang-beta-yang-dihasilkan-oleh-otak-manusia\/","title":{"rendered":"Manfaat dan Dampak Gelombang Beta yang Dihasilkan oleh Otak Manusia"},"content":{"rendered":"\n<p>Gelombang beta memiliki frekuensi 12 \u2013 38 Hz. Gelombang beta berkaitan dengan tingkat kesadaran, kewaspadaan, fokus, logika yang baik, dan gairah yang tinggi. Gelombang beta menandakan ketika kita merespon dengan cepat dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Gelombang beta dapat muncul dan berperan dalam pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penilaian. Seseorang yang memiliki gelombang beta yang baik, akan dapat berfikir positif, berfikir lebih baik dan cepat, mampu berkonsentrasi dengan baik, dapat bekerja lebih energik dan aktif<\/p>\n\n\n\n<p>Gelombang beta lebih sering muncul pada siang hari dan saat beraktivitas atau terjaga. Akan tetapi jika otak penuh dengan gelombang beta dalam jangka waktu yang lama, seseorang akan mengalami ketegangan dalam berfikir dan sulit bersantai atau rileks dalam menghadapi suatu masalah. Jika gelombang beta muncul pada malam hari, akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan atau gangguan tidur dan sulit merilekskan pikiran, sehingga bisa menimbulkan kecemasan (<em>anxiety<\/em>) bahkan paranoid, &nbsp;menimbulkan gangguan tidur (insomnia), dan migrain.<\/p>\n\n\n\n<p>Gelombang beta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: (1) hight beta (&gt;19 Hz) yang merupakan transisi dengan gelombang gamma, (2) getaran beta (15-18 Hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan (3) low beta (12-15 Hz). <em>Gelombang Sensori Motor Rhytm<\/em> (SMR) merupakan salah satu gelombang yang tergolong lowbeta. SMR tengah dipelajari lebih lanjut oleh para peneliti pada penderita epilepsi, Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD), dan autism. Hal ini dikarenakan otak penderita epilepsi, ADHD, dan autism tidak menghasilkan gelombang lowbeta. Penderita tersebut mempunyai kelemahan tidak dapat berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Salah satu pengobatan yang disarankan untuk penderita tersebut adalah dengan cara menstimulasi otak agar dapat mengasilkan getaran SMR pada gelombang lowbeta melalui terapi gelombang otak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelombang beta memiliki frekuensi 12 \u2013 38 Hz. Gelombang beta berkaitan dengan tingkat kesadaran, kewaspadaan, fokus, logika yang baik, dan gairah yang tinggi. Gelombang beta&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":312,"featured_media":46,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[20,17,11,18,19],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/users\/312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45\/revisions\/74"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iik.ac.id\/arshyprodyanatasari\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}