Gelombang alfa memiliki frekuenzi 8-12 Hz, dimana otak akan memproduksi gelombang ini saat seseorang dalam kondisi terjaga, tetapi tidak melakukan aktivitas apapun, seperti: saat sedang bersantai, bangun tidur pada pagi hari, sesaat sebelum tidur, melamun, atau meditasi. Gelombang alfa sangat penting bagi manusia. Saat otak memproduksi gelombang alfa, otak akan merespon aktivitas seperti meditasi atau istirahat yang dapat mengurangi tingkat stress dan membantu seseorang merasa lebih tenang, menurunkan tingkat kecemasan serta rasa sakit. Pada saat otak berada pada gelombang alfa, otak juga akan memproduksi hormon serotonin dan endorphin yang dapat menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman, dan bahagia. Gelombang alfa juga dapat meningkatkan imunitas tubuh, pelebaran pembuluh darah yang baik dalam memperbaiki sirkulasi peredaran darah, detak jantung menjadi stabil, dan meningkatkan kapasitas kemampuan indra.
Gelombang alfa cenderung tinggi pada belahan otak kanan. Apabila pada belahan otak kanan ini mengalami kekurangan gelombang alfa, maka akan menyebabkan terjadinya perilaku penarikan sosial dan depresi. Jika terjadi kondisi dimana gelombang alfa melambat dan frekuensi gelombang teta meningkat, dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson dan penurunan kemampuan kognitif. Aktivasi dan stimulasi pola gelombang alfa pada manusia normal dan berusia muda (anak dan dewasa muda) dapat meningkatkan kecerdasan (IQ) dan kreativitas, motivasi, percaya diri, prestasi kerja, belajar, memperbaiki fungsi tidur, mencegah insomnia, dan lain sebagainya. Sedangkan bagi berusialebih dari 60 tahun dapat mencegah penyakit Alzheimer (pikun) dan demensia (pelupa). Seseorang yang berada di gelombang alfa yang baik akan memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi dan kestabilan emosi yang baik, serta memiliki ide-ide cemerlang, menyerap informasi lebih baik ketika belajar, dan memberikan hasil kerja yang lebih baik.